by

Memilih Monogami dan Keutamaannya

-Opini-14 views

Oleh: Rio Pratama

Menjalin hubungan atau ikatan romantis dalam diri setiap manusia merupakan hal yang lumrah. Ini sejalan pula dengan manusia yang memiliki rasa sayang dan menyayangi, mengasihi, peduli, rasa untuk saling menjaga dan memiliki satu sama lain. Lumrahnya, dalam masyarakat kita dilakukan dengan melalui ikatan perkenalan dan untuk saling mengenal hingga ikatan pernikahan.

Dalam hubungan pernikahan, potensi masalah sudah barang tentu akan terjadi. Banyak pula yang mengatakan bahwa pernikahan adalah menyatukan dua hal yang berbeda menjadi satu sehingga prosesnya tidak mudah, harus dilalui dengan menurunkan ego satu sama lain, saling menerima satu sama lain dan lain sebagainya.

Beberapa potensi perpecahan atau konflik dalam rumah tangga dapat beragam bentuknya, seperti karena masalah ekonomi, bosan atau ketidakcocokan setelah pernikahan dan bahkan karena tidak setia sehingga terjadinya perselingkuhan didalam ikatan pernikahan itu sendiri.

Permasalahan-permasalahan yang ada dapat menyebabkan konfik semakin membesar, jika tahan akan cobaan dan permasalahan serta berusaha mencari jalan keluar terbaik, tentu permasalahan akan dapat diselesaikan. Namun, jika tidak tentu akan sebaliknya. Terkhusus pada masalah kesetiaan, bukan tidak sedikit kasus yang berujung perceraian, selain itu jika memang menerima dapat pula terjadi poligami.

Poligami menjadi tantangan khususnya bagi para pria didalam ikatan pernikahan. Untuk melakukan poligami, memang tidak harus diawali dengan sebuah konflik rumah tangga. Bisa karena memang hasrat, pemahaman akan ajaran agama dan lain sebagainya. Poligami memang bukan hal yang sepele dan mudah karena harus dilalui dengan penuh keadilan, terlebih banyak yang menyatakan bahwa tidak aka nada manusia yang bisa adil. Oleh karenanya, karena tidak mudah dalam implementasi juga kemudian membuat tidak sedikit pria yang tetap memilih untuk monogami.

Monogami berasal dari bahasa Yunani, Monos yang artinya satu atau sendiri serta Gamos yang artinya pernikahan. Sehingga, dari kata tersebut dapat kita simpulkan bahwa monogami adalah asas atau hubungan yang hanya memiliki satu pasangan dalam ikatan pernikahan.

Memiliki satu pasangan juga menunjukkan sebuah kesetiaan, bentuk cinta yang baik yang ditunjukkan seorang pria terhadap wanitanya. Oleh karenanya, tetap melakukan monogami adalah hal yang baik tentunya karena kemudian dapat menjalani sebuah ikatan romantis dan lain sebagainya  dengan kualitas yang lebih dalam tanpa harus membagi perasaan terhadap beberapa orang sekaligus seperti yang dilakukan oleh para pelaku poligami.

Baca Juga: Memilih Monogami adalah Sunnah

Al-quran dan hadist juga sejatinya mendukung praktik monogami. Seperti halnya yang tertuang dalam Q.S An-Nisa (4): 2-3 yang artinya.

‘Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baliq) harta mereka. Jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) utu adalah dosa yang besar. Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah perempuan-perempuan (lain) yang kamu senangi; dua, tiga atau empat. Kemudian jika kamu tidak akan berbuat adil, maka (kawinilah) seorang saja atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya’.

Selain itu, didukung pula oleh Q.S. an-Nisa’ (4): 129 yang artinya ‘ Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil diantara istri-istri (mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesunggugnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang’.

Setia pada satu pasangan tentu adalah menjadi sebuah praktik yang baik, hal ini karena dengan monogami seseorang dapat lebih membuktikan rasa cinta yang ia miliki terhadap pasangan tanpa harus membaginya. Dalam ikatan seksual, monogami juga tentunya akan lebih aman karena tidak adanya proses pergantian pasangan yang dapat melakukan penularan penyakit.

Memiliki lebih dari satu istri memanglah diperbolehkan dalam Islam, namun apabila merasa tidak sanggup akan syarat serta ketentuan yang ada, tentu memilih monogami adalah hal yang paling tepat.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed