by

Memilih Monogami adalah Sunnah

-Kabar Puan-22 views

Kabar Damai I Senin, 09 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Perihal memiliki beberapa istri bagi seorang laki-laki tidak hanya dimaksudkan sebagai standar kemampuan, banyak yang mengaitkan pula hal tersebut sebagai sesuatu yang diatur dalam Islam.

Kendati demikian, hingga kini masih banyak yang belum memahami hakikat dari berpoligami namun dengan sangat percaya diri melakukannya. Pandangan tentang poligami dan monogami menjadi pembahasan yang menarik hingga kini. KH. Faqihuddin Akbar Kodir, Penggagas Mubaadalah  menjelaskan tentang poligami dan sunnah yang dianjurkan melalui monogami.

Menurutnya, perihal poligami sejatinya bukan hanya sebatas pada pemenuhan kebutuhan seksual semata. Terlebih dalam konteks kepuasan laki-laki.

“Jika pernikahan poligami hanya berfokus pada pemenuhan kebutuhan seksual semata, maka bisa jadi poligami dibenarkan. Tapi kita tahu, pernikahan dalam Islam tidak hanya sekedar pemenuhan kebutuhan seksual, dan itupun tidak hanya untuk laki-laki,” ungkapnya.

Dalam surah Al-Baqarah ayat 87 disebutkan bahwa pemenuhan hubungan seksual sendiri juga harus berlaku laki-laki ke perempuan dan perempuan ke laki-laki. Dalam perspektif Qur’an ini, tentu poligami melanggar kiasan bahwa laki-laki adalah pakaian bagi istrinya dan perempuan adalah pakaian bagi suaminya.

Baca Juga: Fatmawati, Perempuan yang Menolak Dipoligami

Begitupun ketika pernikahan kita pahami bersama sebagai media bagi suami istri untuk menumbuhkan rasa sakinah atau kebahagiaan, mawaddah atau cinta dan rohmah atau kasih sayang, poligami dalam perspektif ini juga tidak sesuai dengan perspektif sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Lebih jauh, menurutnya poligami selain tidak sesuai dengan konsep sakinah, mawaddah dan warahmah juga dapat memudarkan ikatan suami istri.

“Begitupun jika pernikahan dalam Islam kita pahami sebagai ikatan yang kokoh dimana antara suami dan istri harus saling menjaga antara kuat. Dengan perspektif ini juga poligami mudah mengurai atau melepas, memudarkan ikatan yang kokoh tersebut,” bebernya.

Selain itu, dalam ikatan berpasangan bahkan hingga pada ikatan media ibadah. Poligami juga dianggap kurang sesuai dengan konsep tersebut.

“Begitupun ketika kita berbicara pernikahan adalah ikatan partner, sebuah ikatan berpasangan antara suami dan istri. Dengan perspektif pernikahan sebagai perspektif berpasangan juga poligami sama sekali tidak sesuai atau bertentangan dengan perspektif ini,”.

“Begitupun jika kita pahami pernikahan sebagai media ibadah dan sunnah dimana keduanya saling berbuat baik. Pernikahan adalah media suami untuk selalu berbuat baik kepada istri, istri juga berbuat baik kepada suaminya. Poligami tentu saja menyulitkan bagaimana agar satu sama lain bisa saling berbuat baik kepada pasangannya dengan maksimal,” jelasnya panjang lebar.

Poligami kebanyakan dilakukan dengan ketidakadilan, sesuai dengan peranan manusia yang tidak akan pernah dapat adil. Oleh karenanya akan menyakiti salah satu pihak, yaitu perempuan.

“Ditambah kita tahu bahwa keluarga juga memiliki pilar bahwa suami dan istri mengelola rumah tangga dengan musyawarah, komunikasi yang baik dan juga satu sama lain saling rela,”.

“Kita tahu praktik poligami akan membuat istri terutama akan berada pada kesakitan, kecemburuan, dan kekhawatiran dan kesakitan yang lain yang bertentangan dengan prinsip pernikahan yang telah digariskan oleh Al-quran,”.

Terakhir, ia mengungkapkan bahwa monogami merupakan konsep dan sunnah yang sejatinya baik dilakukan.

“Monogamilah yang ibadah, yang sunnah dalam arti memudahkan kita menjadikan pernikahan sebagai media untuk memperbanyak akhlak mulia, memperbanyak relasi perilaku dan tindakan-tindakan yang sesuai dengan prinsip-prinsip Al-quran sehingga seluruh aktifitas kita akan dicatat sebagai ibadah yang sunnah,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed