Memerlukan Susu Khusus: Kesehatan Yasin (Anak Penyandang Disabilitas) Terganggu

Kabar Utama99 Views

Tiga Minggu di Tenda Pengungsian, Yasin Tidak Dapat Buang Air Besar

Kabar Damai | Rabu, 14 Desember 2022

Cianjur | kabardamai.id | Secara mandiri warga Desa Ciputri mendirikan posko dan tenda pengungsian di pekarangan rumah masing-masing. Meskipun kondisi bangunan rumah kebanyakan tampak kokoh, namun isi bangunan hancur sehingga tidak bisa ditempati sama sekali.

Selain itu, warga mengaku masih memiliki trauma jika harus berdiam diri dalam rumah. Sehingga sebagian warga memilih masih berteduh di dalam tenda pengungsian. Warga mendirikan 2 tenda utama di lahan kebun warga yang ada di pekarangan rumah. Dua tenda ini diisi dengan 43 Kepala Keluarga(KK) beserta dengan anak dan lansia.

Dua tenda ini tidak hanya menampung warga saja, namun terdapat Anak Berkebutuhan Khusus dan lansia.

“Kami semua berkumpul dalam dua tenda ini”, uajr Neuis sebagai ketua posko.

Yasin adalah Anak Berkebutuhan Khusus(ABK) yang mengalami Epilepsi sejak usia 3 bulan. Kini ia berusia 5 tahun. Sebelum gempa melanda, Yasin rutin menjalani terapi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cianjur, kini Yasin hanya berdiam diri di tenda pengungsiang lebih dari 3 minggu.

“Sejak gempa kami tinggal di tenda sampai hari ini”, ujar Laela, ibu Yasin.

Sebagai ABK dengan Epilepsi, Yasin hanya mengonsumsi Susu produk Bebelac sebagai pengganti makanan dan nustri. Yasin memerlukan satu kaleng susu Bebelac dengan ukuran 800ml, yang dihabiskan dalam 4 hari. Laela menyebutkan, setiap harinya Yasin akan minum susu sebanyak 6-7kali.

“Susu kaleng yang 800ml itu habis dalam 4 hari saja”, katanya.

Baca juga : Praktik Toleransi: Desa Ciputri Terima Donasi dari Lintas Iman

Minggu pertama pasca gempa, Yasin masih mendapatkan subsidi susu dari RSUD Cianjur. Namun minggu berikutnya Yasin tidak lagi mendapatkan susu dari RSUD. Pihak posko dan keluarga berusaha mencari donasi susu diberbagai tempat hingga posko pusat. Namun jenis susu yang didapat bukanlah jenis susu yang biasa dikonsumsi Yasin.

“Saya mencari di Posko lain, namun yang kami dapat berbeda dengan merk susu biasanya Yasin”, kata Neuis selaku ketua posko.

Kebutuhan susu Yasin tidak dapat ditunda, karena Yasin tidak dapat mengonsumsi makanan selain susu dengan Produk Bebelac. Laela dengan berat hati mencoba memberikan Yasin jenis susu lain yang didapatnya dari posko pusat, namun susu tersebut tidak cocok dengan Yasin.

“Diberi jenis susu lain, tapi Yasin tidak bisa buang air besar”, kata Laela.

Dirinya dan keluarga menyebut tidak mampu membeli susu yang sesuai dengan kebutuhan Yasin. Terlebih lagi dalam kondisi menghadapi bencana begini, Laela dan dirinya saja masih fokus pada kebutuhan tempat tinggal dan perlengkapan sehari-hari.

“Harganya sangat mahal, biasanya juga dapat subsidi dari RSUD, tapi karena bencana fokus RSUD jadi lebih kepada penanganan korban”, ujar Laela.

Neuis sudah berusaha mencoba menghubungi posko pusat dan mencari donatur secara pribadi untuk Yasin. Namun hingga hari ini belum ada donatur yang diperoleh Neuis.

Neuis meminta secara khusus kepada Tim Indonesian Conferece of Religion and Peace(ICRP) saat berkunjung pada Minggu(11/12) lalu bersama Jaringan Kerja Umat Beragama (Jakatarub) untuk dapat mencarikan donatur khusus untuk kebutuhan Yasin.

Neuis dengan prihatin menjelaskan, bahwa kondisi ini tidak hanya dialami oleh Yasin. “Saya berfikir mungkin bukan Yasin saja yang butuh susu khusus seperti ini, anak-anak di tenda lain pasti mengalami hal yang serupa”, jelas Neuis.

Ustad Nurcholis sebagai Direktur Program ICRP menyampaikan keprihatinannya atas apa yang Yasin alami. Ia sebagai ayah dengan banyak anak merasa sangat dekat dengan apa yang dialami Yasin. “Anak saya banyak dan tiap anak memiliki kecocokan masing-masing dengan susu”, kata Nurcholis.

Oleh karenanya Nurcholis meminta ICRP untuk segera membuka donasi berupa Susu Bebelac untuk anak-ana korban bencana alam di Cianjur. “Kita harus segera membuka donasi baru, tidak hanya Yasin, pasti anak lainnya memiliki kebutuhan yang sama seperti Yasin”, lanjutnya.

Ia juga meminta Tim ICRP segera mengirimkan surat permohonan kepada Bebelac langsung untuk kebutuhan donasi. “Kita coba kirimkan surat pada bebelac”, kata Nurcholis.

Penulis : Amatul Noor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *