by

Memaknai Kemajuan Sebagai Pemersatu Bangsa

Oleh: Fatiha Herang Paningali

Menurut KBBI, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Dilihat dari KBBI, pengertian informasi adalah penerangan, pemberitahuan, kabar atau berita tentang sesuatu. Sedangkan pengertian komunikasi menurut KBBI adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita antara dua orang atau lebih sehingga pesan yang dimaksud dapat dipahami. Komunikasi juga berarti hubungan atau kontak.

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) adalah 2 hal yang saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan. Teknologi komunikasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses atau mentransfer data dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Sedangkan teknologi informasi adalah segala sesuatu yang berkaitan dengan input, proses, dan ouput dalam sebuah pemrosesan informasi.

Perkembangan teknologi komunikasi dimulai tahun 1875 ketika Alexander Graham Bell menciptakan telepon. Telepon ini kemudian dihubungkan dalam jaringan kabel yang menghubungkan antar daerah. Jaringan kabel telepon merupakan infrastruktur pertama yang dibangun manusia untuk kepentingan komunikasi global.

Tahun 1895 teknologi komunikasi semakin bertambah dengan ditemukannya radio oleh Guglielmo Marconi. Pemanfaatan radio menggunakan signal analog pada mulanya sering digunakan oleh para pelaut untuk mengirimkan pesan telegram menggunakan kode morse antara kapal yang berlayar dengan pihak stasiun operator di daratan.

Pada masa Perang Dunia telpon dan radio menjadi sarana untuk menggerakan massa atau pasukan, menyampaikan komando lapangan, pesan diplomatic, alat pendeteksi sekaligus memata-matai. Tahun 1940 berkembang transmisi audio-visual tanpa kabel dalam bentuk siaran televisi. Penciptaan televisi diawali oleh Paul Gootlieb Nipkow tahun 1884, Boris Rosing tahun 1907, Jhon Logie Baird tahun 1920, Kalman Tihanyi tahun 1926, dan pada tahun 1927 berturut-turut televisi disempurnakan kembali oleh Leon Theremin, Herberth E. ives, dan Philo Farnsworth.

Tahun 1945 Angkatan Bersenjata Amerika Serikat menciptakan computer pertama yang dinamakan Electronic Numerical Integrator and Computer (ENIAC) untuk kepentingan militer. Amerika Serikat mengembangkan computer terinspirasi dari Charles Babbage yang pada tahun 1882 menemukan mesin hitung yang kemudian menjadi cikal bakal computer. Perjalanan teknologi dan komunikasi semakin menjadi dengan ditemukannya Interconnection Networking (Internet) oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat tahun 1969. Melalui internet komunikasi dengan jarak yang tidak terhingga dapat dilakukan melalui saluran telepon.

Kini akses internet semakin popular, tidak hanya sebatas alat untuk berkomunikasi melainkan sudah menjadi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat modern. Perkembangan teknologi dan informasi senantiasa mengalami perkembangan dari masa ke masa, melibatkan uji coba dan penyempurnaan dari beberapa pihak, serta memiliki manfaat dan pengaruh luas. Pada abad-20 ini penggabungan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) menjadi relevan seiring berpadunya teknologi komputer dengan teknologi informasi.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi telah mengalami kemajuan yang sangat pesat. Kemajuan pesat ini terbukti dengan banyaknya informasi yang dapat kita terima dan dapat kita sebar dalam lingkup nasional atau bahkan internasional. Informasi yang tersebar luas ini tentu dapat mempengaruhi keragaman yang ada.

Fenomena kasuistis dari primodialisme menyertai otonomi daerah yang diwarnai konflik horizontal antar suku, agama, ras dan golongan terjadi di berbagai wilayah di tanah air. Resiko perkembangan teknologi digital ini tidak terlepas dari Indonesia sebagai negara berkembang. Bahkan kasus intoleransi menyebarluas melalui media sosial. Mengakses informasi melalui internet sangat mudah, sehingga konten radikal dan intoleransi dapat menyebar secara cepat di dunia maya.

Berdasarkan Kamus besar Bahasa Indonesia, intoleransi adalah paham atau pandangan yang mengabaikan seluruh nilai-nilai dalam toleransi. Dapat diartikan sikap intoleransi merupakan sikap tidak tenggang rasa atau tidak toleran.

Baca Juga: ‘Cyberbullying’ Perundungan Modern Di Era Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, pengertian keragaman atau keberagaman adalah suatu kondisi dalam masyarakat yang terdapat banyak perbedaan dalam berbagai bidang. Perbedaan dapat terlihat dari suku bangsa, ras, agama, keyakinan, ideologi politik, sosial budaya, sosial ekonomi, dan lain sebagainya.

Dilansir dari data Kementerian Komunikasi dan Informatika, ada 21 orang yang mengadukan konten berita bohong, 26 orang mengadukan konten yang melanggar nilai sosial dan budaya, 515 orang mengadukan konten terorisme/radikalisme, 4 orang mengadukan konten separatisme/organisasi berbahaya, dan 17 orang mengadukan konten fitnah. Hal ini membahayakan stabilitas NKRI karena dapat memicu perpecahan masyarakat dan tidak sesuai pada masyarakat Indonesia yang membingkai nilai kebangsaan Indonesia dengan selalu mengedepankan Bhineka Tunggal Ika yang artinya walaupun berbeda-beda tapi tetap satu jua.

Luasnya daerah yang terdiri dari berbagai etnis dan budaya membuat Indonesia memerlukan TIK sebagai sarana untuk mempersatukan keragaman tersebut. Oleh karena itu peran penting TIK adalah untuk mengumpulkan, mengelola, menyimpan, menyelidiki, membuktikan dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar tumbuh jiwa nasionalisme dalam suatu bangsa. Kebutuhan masyarakat terhadap informasi dapat diperoleh melalui berbagai media cetak dan elektronik. Setiap berita yang disajikan merupakan hasil kerja keras wartawan yang berada langsung di lokasi kejadian suatu peristiwa penting yang disampaikan. Berbagai resiko bisa terjadi pada wartawan jika bertugas di tempat-tempat berbahaya seperti daerah konflik. Hal ini dilakukan wartawan demi menyampaikan informasi yang aktual, faktual dan referensional.

Profesi wartawan yang mencari berita maupun lembaga penyiaran dapat menggiring opini publik terhadap pemerintah, baik secara perorangan maupun lembaga. Oleh karena itu wartawan dilarang untuk memalsukan informasi karena akan memunculkan kebohongan publik. berbagai ketentuan terhadap wartawan diatur dalam kode etik wartawan. Televisi sebagai salah satu sarana informasi dan hiburan masyarakat juga dapat mempengaruhi pola hidup masyarakat. Apabila program yang ditayangkan mengandung unsur ketidaksopanan, pornografi, dan kekerasan dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif bagi kehidupan bermasyarakat, oleh karena itulah pemerintah mengatur penyiaran suatu tayangan sehingga isi siaran dalam bentuk film atau iklan wajib memperoleh tanda lulus sensor dari lembaga yang berwenang.

Usaha yang dilakukan para pekerja media massa atau pers adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat seingga setiap permasalahan yang terjadi dapat segera ditindak lanjuti agar tidak memperparah kondisi kehidupan berbangsa. Oleh karena itu tidak boleh ada tekanan dari pihak lain yang melarang pers mencari berita. Peran serta masyarakat untuk mengawasi kinerja lembaga penyiaran sangat diperlukan. Apabila masyarakat mendapati siaran yang bertentangan dengan norma-norma sosial dan agama maka dapat melaporkannya pada lembaga Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

Proses komunikasi adalah kebutuhan manusia. Seiring perkembangan zaman kini komunikasi antar seseorang dengan orang lain menjadi lebih cepat dan mudah, karena walaupun masing-masing berada ditempat yang berjauhan. Fenomena tersebut terjadi karena lahirnya alat komunikasi yang semakin canggih. Bahkan kini berbagai alat komunikasi tersebut bisa didapatkan denga harga yang sangat murah. Selain itu era globalisasi yang diboncengi neoliberalisme dan modernisasi melaju diiringi pesatnya revolusi IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi). Dunia tanpa batas yang menganut aliran kebebasan, kebebasan berkreatifitas, kebebasan berpendapat, kebebasan berekspresi. Kebebasan tersebut tentunya harus dibatasi dan dan disesuaikan norma dan nilai yang dianut oleh bangsa indonesia.

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan suatu hal yang tidak dapat ditolak atau dihindari dari kemajuan peradaban. Efisiensi akan banyak dicapai melalui pemanfaatan TIK tanpa harus merusak nilai-nilai kemanusiaan. Munculnya perilaku-perilaku menyimpang seperti intoleransi dan tidak menerima keragaman yang ada menjadi tantangan yang perlu diwaspadai bagi generasi mendatang. Agar Indonesia tetap damai, aman dan semakin maju, tentunya harus disertai usaha yang sistematis dan konsisten untuk sama-sama membangun SDM Indonesia yang unggul dengan memiliki sikap toleransi dan menerima keragaman yang ada pada kehidupan bermasyarakat.

Bentuk kesiapan diri untuk membangun SDM Indonesia yang unggul adalah dengan menggunakan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mengumpulkan, menyimpan, mengelola, membuktikan, dan menyebarkan informasi penting secara efektif dan efisien agar dengan informasi yang benar, cepat akurat dan transparan. Hal ini dapat mencegah intoleransi dan dapat membuat orang-orang lebih menerima keragaman yang ada.

 

Oleh: Fatiha Herang Paningali, Siswi SMAN 1 Pontianak

Diolah dari berbagai sumber

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed