by

Memahami dan Mencegah Cyberbullying Bagi Remaja

Oleh: Florentina Vanessa C

Pengertian bullying, yang juga dikenal dengan istilah perundungan, merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan di antara anak-anak (khususnya usia sekolah), yang melibatkan ketidakseimbangan kekuatan antara pelaku dan korban.

Sebuah tindakan dapat dikategorikan sebagai perundungan apabila perilaku tersebut sangat agresif dan mencakup Ketidakseimbangan kekuatan antara anak yang melakukan perundungan, baik berupa kekuatan fisik, akses informasi pada hal yang memalukan korban, atau memiliki popularitas sehingga mampu mengendalikan dan membahayakan korban

Beberapa tindakan yang juga termasuk dalam definisi bullying di antaranya ialah perbuatan yang dapat membahayakan anak lain, menyebarkan rumor yang merugikan korban, melakukan penyerangan secara fisik atau verbal, dan juga mengucilkan anak dari sebuah kelompok secara sengaja.

Sementara itu, perbedaan mencolok pengertian bullying dari candaan adalah tujuan pelaku yang melakukan perundungan karena perasaan benci dan bermaksud menyakiti. Tujuan melakukan bullying bukanlah untuk membangun hubungan, melainkan untuk mempermalukan dan menyakiti korban sehingga pelaku merasa lebih hebat.

Baca Juga: Menyikapi Wabah Hoaks dan Cyberbullying

Namun, perlu diwaspadai bahwa walaupun bercanda tidak memiliki tujuan awal buruk, tapi hal yang lucu bagi seorang anak, mungkin tidak menyenangkan bagi anak lainnya. Pada saat candaan yang tidak menyenangkan terus dilakukan berulang kali dan membuat anak lainnya tersakiti, maka bercanda pun bisa berubah menjadi bullying.

Intimidasi dunia maya atau penindasan dunia maya (bahasa Inggris: cyberbullying) adalah segala bentuk kekerasan yang dialami anak atau remaja dan dilakukan teman seusia mereka melalui dunia maya atau internet.

Bullying secara langsung atau tatap muka dan cyberbullying seringkali dapat terjadi secara bersamaan. Namun cyberbullying meninggalkan jejak digital – sebuah rekaman atau catatan yang dapat berguna dan memberikan bukti ketika membantu menghentikan perilaku salah ini.

Berikut ini 7 jenis dan tingkatan dari cyber bullying, yaitu:

  1. Flaming atau pertengkaran yang melibatkan kemarahan yang dilakukan via pesan elektronik. 2. Harassment atau melontarkan pesan buruk, ancaman, hinaan yang kejam secara berulang-ulang.
  2. Denigration atau tindakan membenci atau menghina seseorang dengan cara mengirim atau memuat rumor yang mengakibatkan rusaknya reputasi seseorang.
  3. Impersonation atau memalsukan akun dan berpura-pura menjadi orang lain.
  4. Revenge porn atau menyebarkan konten pribadi kepada publik.
  5. Live streaming child sexual abuse atau memaksakan dengan kekerasan agar anak melakukan hal seksual lalu ditayangkan kepada publik.
  6. Child grooming yaitu upaya yang dilakukan seseorang untuk menjalin hubungan dengan maksud untuk memanipulasi, eksploitasi, dan melecehkan seseorang.

Penyebab dan Dampak Cyber Bullying

Dari hasil penelitian didapatkan lima faktor yang mempengaruhi cyberbullying pada remaja yaitu faktor individu diantaranya pengalaman kekerasan, persepsi, gander, usia, kontrol psikologis, dan penggunaan zat adiktif. Faktor keluarga meliputi pola asuh, dukungan keluarga, dan stress orang tua.

Tidak ada orang yang mengalami cyber bullying akan lolos tanpa mengalami bekas – bekas bullying tersebut pada dirinya, baik secara emosional maupun secara psikologis, entah itu merupakan dampak yang besar ataupun kecil. Berikut ini ada beberapa dampak cyber bullying yang bisa terjadi:

Cyberbullying bisa membuat korban merasa seperti diserang dari mana saja, bahkan di dalam rumah sendiri. Dampaknya bisa bertahan lama dan memengaruhi seseorang dalam banyak cara:

– Secara mental: merasa kesal, malu, bodoh, bahkan marah.

– Secara emosional: merasa malu atau kehilangan minat pada hal-hal yang disukai.

– Secara fisik: lelah (kurang tidur), atau mengalami gejala seperti sakit perut dan sakit kepala.

Cara Mengatasi Cyberbullying:

Langkah pertama, kita bisa memberitahu orang lain, misalnya orang dewasa yang kita percaya, bisa guru maupun orang tua, untuk membantu kita. Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan menjah dari berbagai gadget yang kita punya, mulai dari komputer hingga smartphone.

Lalu lakukan sesuatu yang membantu kita mengalihkan pikiran dari cyberbullying yang didapatkan. Tidak menanggapi atau membalas cyberbullying yang didapatkan juga bisa jadi cara lain untuk mengatasi hal ini.

Biasanya, saat kita membalas berbagai tindakan menjatuhkan yang dilakukan orang lain, keadaan justru akan memburuk. Terlebih jika kita melakukannya dalam keadaan sedang kesal. Maka dari itu, kita bisa lebih dulu menyimpan bukti tindakan cyberbullying yang mereka lakukan, kemudian melaporkannya ke orang lain, seperti orang tua, kakak, maupun guru.

Oleh: Florentina Vanessa C, Siswa SMAN 1 Pontianak

Diolah dari Berbagai Sumber

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed