by

Melongok Saung Kerukunan Umat Beragama di Pringsewu

Kabar Damai I Kamis, 24 Juni 2021

Pringsewu – Lampung I kabardamai.id I Kabupaten Pringsewu Lampung kini mempunyai tempat sekaligus simbol untuk menyemai kerukunan antar umat beragama. Tempat itu diberi nama  Saung Kerukunan Umat Beragama.

Dilansir dari laman Kementerian Agama RI, saung ini diresmikan Wakil Bupati Pringsewu H Fauzi. Dia merespon positif hadirnya Desa dan Saung Kerukunan yang menurutnya sebuah terobosan dan inovasi positif.

“Kalau bisa Saung Kerukunan ini ada di kecamatan lain sebagai cerminan wujud desa sadar kerukunan,” katanya di Pringsewu, Selasa, 22 Juni 2021.

Ia menegaskan bahwa kerukunan akan memberi pengaruh besar terhadap segala aktivitas dan kemajuan sebuah daerah. “Bayangkan jika sebuah daerah tidak rukun dan aman, maka berbagai sektor kehidupan pasti akan terkendala untuk maju,” tambahnya.

Mewakili Kakanwil, Kabag TU Kawil Kemenag Provinsi Lampung Marwansyah berharap dari Saung dan Desa Kerukunan di Pringsewu akan bersemai bibit-bibit kerukunan yang akan menjadikan damai Indonesia.

“Saung menjadi wadah icon kerukunan dan juga tempat konsolidasi dan komunikasi umat. Ini juga merupakan inovasi dan perlu direplikasi di kabupaten dan kota di Lampung hingga seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Saung ini merupakan bagian dari Kegiatan Pencanangan dan Penetapan Desa Sadar Kerukunan di Kabupaten Pringsewu. Ini menjadi satu satunya Saung Kerukunan yang ada di Provinsi Lampung, dan Indonesia.

Saung ini terletak di Desa Waringinsari Timur Kecamatan Sukoharjo yang merupakan daerah dengan tingkat keragaman agama, suku, dan budaya yang tinggi. Rumah ibadah berbagai agama berdiri berdampingan di desa ini dan umatnya pun bisa melaksanakan ibadah dengan tenang tanpa ada gangguan.

Baca Juga: Memamerkan Nilai-nilai Pancasila Melalui Lukisan

Saung ini diinisiasi oleh kolaborasi dua elemen yakni Kementerian Agama Kabupaten Pringsewu dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang juga akan menjadi wadah sosialisasi program membangun kerukunan umat beragama Pemerintah dalam hal ini dua lembaga tersebut.

 

Sarana Tumbuh Suburnya Sikap Saling Menghargai

Harapannya, saung ini akan menjadi sarana tumbuh suburnya sikap saling menghargai antara satu dengan yang lainnya untuk membuahkan persatuan umat. Saung ini juga menjadi media strategis untuk menjalin silaturahmi, komunikasi dan jejaring dalam rangka membuka diri, menyatukan pemahaman terkait perbedaan, memahami hidup bermasyarakat serta pergaulan hidup dalam aspek keagamaan dan keyakinan.

Jika ada perbedaan yang terjadi, Saung Kerukunan menjadi tempat untuk menciptakan dialog secara formal dan informal untuk tujuan terciptanya kerukunan umat beragama dengan mengembangkan toleransi untuk mewujudkan perdamaian yang harmonis.

Kepala Kantor Kementerian Agama Pringsewu H Ahmad Rifai mengatakan bahwa Saung Kerukunan ini akan membuka kesempatan kepada perwakilan komunitas umat beragama untuk mendapatkan pengalaman berinteraksi secara lebih intensif, terbuka dan komunikatif. Ini akan menjadi proses pembelajaran dalam mengelola kemajemukan sebagai potensi bersama mengatasi persoalan-persoalan riil di masyarakat.

Jejaring umat beragama juga bisa dirangkai dengan solid dengan saung ini guna membuka wawasan untuk semakin komprehensif dan reflektif terhadap perkembangan dan perubahan sosial dimasyarakat.

“Desa dan saung kerukunan ini diharapkan menjadi ‘tower’ yang akan memunculkan sinyal-sinyal kerukunan. Ini akan menjadi wahana untuk mengumpulkan perbedaan dalam kesatuan gelombang dan frekwensi,” kata Ketua FKUB Pringsewu H Mahfudz Ali yang juga hadir dalam peresmian Desa dan Saung Kerukunan.

Ia mengajak pada seluruh pengurus FKUB untuk memegang teguh filosofi Jawa Ngayomi dan Ngayemi umat beragama dengan mengedepankan moderasi dalam beragama.

Mengenal Pringsewu

Disarikan dari laman Pemda Kabupaten Pringsewu, Kabupaten Pringsewu merupakan satu dari 15 kabupaten kota yang berada di provinsi Lampung dengan luas wilayah 625 km2.

Kabupaten Pringsewu terdiri dari 126 Pekon dan 5 Kelurahan yang tersebar di 9 Kecamatan. Kapupaten ini  memiliki semboyan jejama secancanan yang berarti bersama-sama bergandengan tangan untuk membangun Pringsewu.

Kabupaten Pringsewu dibentuk berdasarkan Undang-undang nomor 48 tahun 2008 yang diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Haji Mardianto pada 3 April 2009 dengan penjabat Bupati Pringsewu pertama Insinyur Haji Masdulhak.

Demi mewujudkan Visi dan Misi Pringsewu berdaya saing harmonis dan sejahtera (BERSAHAJA).  Pemerintah kabupaten Pringsewu bersama dengan masyarakat Pringsewu terus semangat membangun kabupaten Pringsewu lebih baik lagi. Hal ini terlihat dengan pesatnya pembangunan di kabupaten Pringsewu dalam berbagai bidang.

Dalam bidang pendidikan pelajar dari kabupaten Pringsewu banyak yang mempunyai prestasi yang luar biasa dan telah mengharumkan tidak hanya kabupaten Pringsewu namun juga untuk provinsi Lampung dan bahkan membawa nama harum Indonesia di tingkat dunia.

Kabupaten Pringsewu memiliki 271 sekolah dasar negeri dan swasta, 35 Madrasah Ibtidaiyah(MI), 56 sekolah menengah pertama negeri dan swasta, 33 Madrasah Tsanawiah(MTs), 22 Sekolah Menengah Atas negeri dan swasta 28 Sekolah Menengah Kejuruaan negeri dan swasta serta 13 perguruan tinggi.

Di tahun 2013 kabupaten Pringsewu merupakan Kabupaten kedua di Provinsi lampung yang telah mencanangkan pendidikan inklusif bagi kaum berkebutuhan khusus. [bpip/ pringsewukab.go.id]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed