by

Melakukan Tugas Domestik Sesuai Uswah Nabi Muhammad

Kabar Damai I Selasa, 10 Agustus 2021

Jawa Timur I Kabardamai.id I Dalam hubungan berumah tangga, masih banyak pandangan pembagian peran antara suami dan istri ditempatkan sebagai hal yang dilihat dari kedudukannya berdasarkan jenis kelamin. Laki-laki yang dianggap sebagai kepala keluarga memiliki peran untuk mencari nafkah dan istri hanya mengurusi pekerjaan rumah tangga, meskipun ia juga bekerja diluar rumah.

Pola patriarki yang masih lekat ini sudah ada sejak lama dan menempatkan peranan tersebut terus terjadi hingga kini. Padahal, secara praktik baik suami dan istri dapat berbagi peran secara adil tanpa harus melihat status gendernya.

Pada dasarnya, masih menerapkan pola seperti diatas merugikan kedua belah pihak. Laki-laki yang akan selalu merasa superior dan kepala rumah tangga akan dituntut untuk selalu bisa menjadi andalah, begitu pula dengan sang perempuan yang harus selalu di rumah dan sulit mengembangkan diri atau karirnya. Oleh karenya, hal ini dapat diatasi dengan kesepakatan dan pembagian peran secara sadar.

Baca Juga: Konsekuensi dari Khidmah Adalah Berkah

Terlebih pada ranah domestik, pada dasarnya laki-laki dan perempuan dapat melakukan bersama, atau membaginya karena mengurus rumah tangga bukan saja pekerjaan istri atau perempuan semata. Bahkan, nabi pun turut mempraktikkannya.

Dr. Hj. Luluk Farid, Pengasuh Majlis Ta’lim Rahmah Jawa Timur menjelaskan tentang pembagian peran domestik dalam rumah tangga sesuai dengan uswah nabi.

Diawal pemaparannya, ia menjelaskan tentang hadirnya musibah pandemi covid-19 dan juga keterlibatannya pada pekerjaan rumah baik bagi suami, istri bahkan anak.

“Seiring dengan datangnya ujian pandemic Covid-19, keluarga menjadi dituntut untuk lebih banyak di rumah. Kerjaan-kerjaan, tugas-tugas domesti menjadi makin meningkat. Suami dan istri yang semula berkarir diluar rumah harus bekerja didalam rumah,”.

“Anak-anak yang semula belajar di sekolah, kini belajar di rumah sehingga perlu adanya proses adaptasi dalam keluarga untuk berbagi tugas rumah tangga,” ungkapnya.

Berkaitan dengan tugas domestik pada dasarnya telah dilakukan oleh Nabi Muhammad. Ini adalah bentuk tanggung jawabnya kepada keluarga.

“Layanan domestik menjadi lebih penting dan lebih tinggi .  Hal ini seperti yang dilakukan oleh Nabi Muhammad. Diriwayatkan bahwa yang dilakukan nabi dahulu ketika dirumah adalah melayani keluarga, melayani istri, melayani anak dan melaksanakan tugas-tugas domestik,” tambahnya.

Segala hal yang dilakukan nabi tersebut adalah cara yang dilakukan dalam rangka mencapai berkah dan membangun keluarga yang harmonis.

“Nabi baru berhenti melakukan layanan-layanan kepada keluarga melakukan tugas-tugas domestik untuk keluarga, istri dan anak ketika hadir waktu solat. Inilah yang dicontohkan nabi bagaimana membangun keluarga yang sakinah, mawaddah dan warahmah,” tuturnya.

Terakhir, Luluk berharap melalui pandemi ini, semua dapat mendapatkan pembelajaran dan hikmah dalam rangka mencapai rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan warahmah.

Semoga ujian pandemic covid-19 segera diangkat oleh Allah dan kita mendapatkan hikmah yang besar, rumah tangga menjadi semakin sakinah, mawaddah, dan warahmah.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed