by

Manfaat Puasa Ramadhan bagi Kesehatan

Kabar Damai | Rabu, 06 April 2022

Gontor I Kabardamai.id I dr. Fida’ Mushalim Afwan, Dokter RS Yasyfin Darussalam Gontor menjelaskan bahwa puasa bukan menjadi alasan bagi seseorang untuk hidup bermalas-malasan. Terlebih, terbukti bahwa puasa memiliki banyak manfaat yang salah satunya dalam hal kesehatan.

Melalui kanal gontortv, ia menjelaskan bahwa puasa merupakan instrument yang dibutuhkan oleh setiap manusia. Terlebih puasa diwajibkan bagi umat Islam. Perintah puasa dimaksudkan untuk mengantarkan derajat takwa dalam arti yang sesungguhnya. Juga tidak bisa dipisahkan dari dimensi konsekuensinya yang berupa amal soleh.

Ibadah puasa tidak dimaksudkan sebagai ritual  pribadi semata, dalam menahan diri dari makan, minum dan lain sebagainya. Tetapi juga menjadi latihan pengendalian diri yang sangat penting yaitu memunculkan kondisi psikologis berupa kesadaran diri yang berujung pada komitmen sosial.

Puasa selain bermanfaat bagi rohani dan jiwa agar menjadi pribadi yang lebih baik juga memiliki banyak manfaat kesehatan secara fisik. Dengan berpuasa, Dengan berpuasa, orang akan cenderung memiliki pola hidup yang lebih sehat. Makan akan lebih teratur dan dietnya akan lebih seimbang. Sehingga kondisi fisiologis dan homeostasis tubuh bisa lebih terjaga.

Baca Juga: Puasa dan Tanggungjawab Personal

Secara teknis, tubuh baru memasuki fase puasa setelah delapan jam dari makan terakhir, yaitu saat usus selesai menyerap zat gizi dari makanan. Selanjutnya tubuh akan memecah cadangan makanan berupa glikogen dari hati dan otot. Kemudian jika kligoken tadi habis maka selanjutnya tubuh akan memecah lemak sebagai sumber energinya.

Proses metabolisme lemak saat puasa ini justru sangat bermanfaat bagi tubuh karena dapat menurunkan berat badan dan juga kolesterol dalam darah. Penurunan berat badan yang sehat dapat mengontrol diabetes dan menurunkan tekanan darah.

Sementara itu, kolesterol yang terkontrol dapat menurunkan risiko sindrom metabolisme. Ini merupakan kumpulan kondisi yang meningkatkan risiko  penyakit jantung koroner dan struk. Manfaat lain dari berpuasa bagi tubuh adalah sebabai pemicu detoksifikasi atau pengeluaran racun-racun dalam tubuh.

“Sebuah jurnal ilmiah internasional dari PLOS ONE menunjukkan bahwa pembatasan asupan kalori saat berpuasa ternyata membantu proses ini. Hasilnya tubuh mampu membuat zat limbah dan racun dengan lebih sehat,” ungkapnya.

Kemudian setelah beberapa hari berpuasa, tubuh juga akan memproduksi hormon endorphin yaitu hormone yang menjadikan kita marasa lebih senang dan bahagia. Serta menghilangkan stres, jadi kesimpulannya, puasa akan menyehatkan fisik dan mental.

Ia juga turut memberikan tips dan kiat dalam berpuasa. Berikut tips agar imun tetap terjaga dalam menjalankan ibadah puasa:

Pertama, menjaga nutrisi atau zat gizi. Ketika makan kita harus menjaga komposisi dan gizinya. Harus lengkap dan seimbang dari karbohidrat, protein, lemak dan mikronutrien lainnya. Ketika sahur perbanyak konsumsi karbohidrat kompeks seperti nasi merah, nasi jagung, ketan dan lain sebagainya dan ketika berbuka puasa utamakan konsumsi karbohodrat simpleks seperti nasi putih, gula, sirup, kue dan buah-buahan.

Kedua adalah olahraga. Dengan berpuasa bukan berarti kita lantas bermalas-malasan dan tidak melakukan aktifitas apapun. Kita tetap dianjurkan dengan melakukan olahraga yang tentu dengan penyesuaian-penyesuaian. Bisa dengan jalan cepat, bersepeda dan lain sebagainya. Waktunya minimal dua jam setelah berbuka puasa dan hindari melakukan olahraga sekitar 2-3 jam menjelang berbuka puasa.

Ketiga, yaitu dengan mengkonsumsi cairang yang cukup. Jika kita kekuarangan cairan yang berlebihan maka kita bisa jatuh pada kondisi dehidrasi dan sulit untuk BAB. Adapun kebutuhan cairan harian yang harus dipenuhi adalah dua liter atau sekitar 8 gelas perhari. Hindari meminum minuman yang mengandung kafein seperti the, kopi, soda dan lainnya.

Penulis: Rio Pratama

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed