by

Make Up Perempuan Dalam Berwudhu

-Kabar Puan-10 views

Kabar Damai I Rabu, 07 Juli 2021

Semarang I Kabardamai.id I Perempuan menjadi makhluk Allah yang kuantitasnya terus mengalami perkembangan setiap harinya. Sebagai manusia, peranan perempuan juga sangat besar tidak hanya dalam urusan domestik namun juga dalam bekerja dan berelasi dan bekerja di ruang publik.

Kemampuan perempuan kini tidak perlu diragukan lagi, telah muncul perempuan-perempuan hebat dan juga berpengaruh diseluruh dunia. Ia bekerjasama dan berinovasi serta memberikan dampak baik bagi sesama manusia.

Dalam memberikan kontribusi, perempuan kemudian berelasi, berpergian, bekerja dan bertemu banyak orang. Oleh karenanya, penampilan fisik turut menjadi perhatian yang harus dijaga pula dengan berbagai cara-cara baik tentunya.

Terlihat cantik dan menarik menjadi banyak prioritas perempuan dimanapun berada, guna mendapatkannya biasa dilakukan dengan melakukan perawatan dan senantiasa merias diri dengan menggunakan make up. Kini, make up pula seolah sudah menjadi kebutuhan, terlebih dengan terus berkembangnya industri sehingga berbagai macam bentuk dan jenisnya dapat dengan mudah ditemukan dimana saja.

Merawat diri sejatinya menjadi anjuran, atau setidaknya sebagi rasa syukur dan bentuk cinta terhadap diri sendiri sehingga pelaksanaannya lumrah dilakukan. Namun, perlu diketahui dan untuk selalu diingat terlebih bagi perempuan muslim bahwa Islam senantiasa memanggil umatnya untuk melaksanakan kewajiban wajib yang harus dikerjakan selagi ia tidak berhalangan, yaitu solat.

Sebelum melaksanakan solat, wajib diawali dengan bersuci terlebih dahulu. Wudhu harus dilakukan dengan benar dan sesuai dengan anjuran agar ibadah yang hendak dilakukan diterima oleh-Nya.

Surat Al-Maiday ayat 6 berbunyi: “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan solat, maka basuhlah muka mu dan mukamu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh)  kakimu sampai dua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak akan hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur.” (Q.S. Al-Maidah:6).

Adapula syarat yang harus dipenuhi oleh setiap muslim ketika hendak berwudhu, diantaranya ialah muslim, aqil dan juga berakal, sudah baliq, bagi perempuan tidak sedang haid atau nifas, tersedia minimal 0,688 liter air, sedang hadats dan juga sudah memasuki waktu beribadah.

Baca Juga: Haedar Nashir: Negara Tak Boleh Bermazhab Kecuali Mazhab Pancasila

Namun, kini masih banyak perempuan yang merasa kerepotan dan menyangsikan wudhunya karena masalah riasan make up yang ia gunakan.

Ustadzah Dhomirotul Firdaus, dalam kanal youtube NU Online menjelaskan bagaimana make up perempuan dalam berwudhu. Ia tidak memungkiri, perempuan yang ingin selalu tampil cantik harus dapat membedakan jenis make up yang ia gunakan.

“Pada dasarnya perempuan pasti ingin selalu terlihat cantik, dengan polesan make up dan banyak dari bahannya adalah waterproff yang anti atau tahan air,” ungkapnya.

Diawal pemaparannya, ia menjelaskan tentang jenis make up dan bagaimana penerapannya dalam bersuci sebelum melaksanakan solat bagi perempuan.

“Jadi ada dua kriteria make up yang pertama tahan air yang harus digosok-gosok terlebih dahulu saat akan berwudhu,”.

“Ketika akan berwudhu membersihkan make up tersebut dengan tisu basah atau micellar water digosok-gosok sampai luntur make up nya dan menempel dikapas, kalau sudah menempel dikapas warnanya berpindah dan muka kita menjadi bersih,” tuturnya.

Selain membersihkan make up, membersihkan kotoran yang lain juga menurutnya harus untuk dilakukan.

“Perlu diingat, selain make up kita juga harus membersihkan kotoran mata. Pokoknya, dari wajah itu kita bersihkan segala hal yang menghalangi air ke dalam kulit. Bahkan bukan hanya di wajah, untuk tubuh kita yang memakai lotion itu memang harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum berwudhu,” tambahnya.

Selain make up yang anti air dan harus digosok dan dibersihkan sungguh-sungguh. Ada pula yang sifatnya tidak menimbulkan lapisan baru, namun menurutnya apapun jenisnya semua tetap harus dibersihkan dengan benar.

“Kemudian adalagi make up yang kita tidak perlu menggosok ketika berwudhu, yakni make up yang tidak menimbulkan lapisan baru. Misalnya itu ketika kena air sudah luntur, tapi menurut saya meskipun make up tersebut waterproff atau bukan tetap kita harus membersihkannya terlebih dahulu,” terangnya.

Dalam solat, bersuci adalah hal yang penting. Oleh karenanya, ia menghimbau kepada perempuan agar berhati-hati dalam bersuci tersebut.

“Wudhu yang benar itu berpengaruh pada keabsahan solat kita. Maka kita sebagai perempuan harus hati-hati dalam bersuci. Untuk bersuci tidak hanya memperhatikan make up dalam wudhu,”

“Sebagai perempuan kita juga harus memperatikan misal cairan dari tubuh. Untuk mengantisipasi itu, untuk perempuan sebaiknya melepas celana dalamnya kemudian membasuh alat kelamin dan baru berwudhu,” kata Dhomirotul Firdaus.

Tidak sedikit perempuan yang juga kerap mengalami keputihan, menurutnya itu termasuk daimul hadats sehingga perlu perlakuan dalam menanganinya ketika hendak bersuci dan melaksanakan solat.

“Apalagi untuk perempuan yang sering keputihan. Kalau keputihannya bancar, atau keluar terus menerus, dia tergolong daimul hadats (orang yang keluar hadats terus menerus). Kalau untuk yang seperti ini, ketika hendak berwudhu harus menyumpal dengan kapas,”.

“Dengan cara memperhatikan kita berwudhu dan memperhatikan kita bersuci ketika kita solat,” ungkapnya.

Masih banyak perempuan yang tidak melaksanakan bersuci sebagaimana anjuran, terlebih saat sedang berpergian ke mall atau yang lain. Oleh karenanya, ia memberikan tips agar melakukan riasan ulang dan atau mengenakan pembalut bagi yang sulit melepas celana dalam.

“Caranya gampang, misal kita ke mall dan berwudhu dan ingin tetap terlihat cantik, ya pakai make up lagi saja,”.

“Untuk yang suka berpergian, apabila melepas celana dalam ini susah bisa pakai pembalut agar tidak perlu melepas celana dalam,” pungkasnya.

Melaui bersuci yang baik tentu akan menjadi patokan sah atau tidaknya dalam melaksanakan solat. Terlebih, solat adalah tiang agama yang sifatnya wajib serta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah. Oleh karenanya, bersuci dengan baik wajib dilakukan bagi siapa saja.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed