by

Maid: Gambarkan Mental Abuse Bagian dari KDRT

Kabar Damai I Juma, 15 Oktober 2021

Jakarta I kabardamai.id I Mental abuse adalah kekerasan secara psikologis yang melibatkan perilaku atau upaya seseorang (pelaku) untuk menakut-nakuti, mengontrol, memanipulasi dan mengisolasi orang lain (korbannya). Mental abuse dapat dilakukan oleh siapa saja, tapi sering kali kondisi ini menjadi bagian dari kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)

Siapapun tahu bahwa menjadi ibu adalah tugas yang berat. Terlebih lagi, jika kamu adalah seorang ibu muda tunggal yang harus mengurus anak dan mencari nafkah di tengah lingkungan sosial yang tak mendukung? Itulah premis dari serial ‘Maid’ di Netflix .

Alex (Margaret Qualley) adalah perempuan muda yang tinggal bersama suami dan anaknya. Hidupnya bahagia, sampai suatu ketika Sean, suaminya, kehilangan kontrol karena terlalu banyak mengonsumsi alkohol. Ia melempar semua barang di rumahnya serta berkata-kata kasar, dan hal ini tak hanya terjadi sekali. Perilaku Sean (Nick Robinson) tersebut membuat Alex ketakutan dan trauma.

Saat suasana sudah tenang, Alex membawa pergi anaknya untuk mencari perlindungan. Ia tak memiliki tempat tinggal dan hanya mengandalkan mobilnya. Ketika sampai di tempat pendaftaran untuk penampungan, Alex diarahkan untuk tinggal di tempat penampungan korban kekerasan dan mendaftar kerja menjadi semacam cleaning service panggilan.

Baca Juga: KSPPA PSI Kecam Keputusan Hakim yang Berikan Hak Asuh Anak kepada Terpidana KDRT

Hidupnya tak berjalan lancar, ia harus melewati banyak cobaan bertubi-tubi. Mulai dari hak asuh anak yang ingin direnggut sepenuhnya oleh Sean, ibunya yang tak bisa diandalkan, ayahnya yang memberi rasa trauma pada Alex, hingga sulitnya memberi kehidupan layak bagi anaknya.

Ada beberapa poin penting yang disorot dalam serial Maid ini.

Mental Abuse juga KDRT

Jika biasanya kekerasan pada perempuan dalam film digambarkan dalam bentuk fisik, serial ‘Maid’ membuka mata banyak orang bahwa terdapat kekerasan juga bisa berupa verbal dan psikis. Nyatanya, kasus mental abuse banyak terjadi, namun tak banyak diusut secara hukum karena tak ada bukti fisik. Lagi-lagi, korban (terutama perempuan) tak mendapat keadilan.

Sebagaimana yang saya tulis di atas, pada awalnya Alex tidak menyadari yang dia alami adalah salah satu jenis KDRT. Di luar sana, mungkin ada Alex-Alex yang lain. Mereka merasa pasangannya tidak melakukan kekerasan karena yang dilakukan “sekadar” berkata kasar dan merusak atau melempar barang saat sedang marah.

Di salah satu episode Maid, saya sendiri sempat kesal dengan keputusan yang dipilih oleh Alex terkait hubungannya dengan Sean. Namun, setelah saya pikir lebih jauh, saya justru merasa diajak untuk berpikir bahwa mungkin memang sesulit itu untuk melepaskan diri dari abusive relationship.

Peduli Kesehatan Mental

Benar bahwa series Maid ini lebih fokus pada kehidupan Alex. Namun, dari sepuluh episode yang ada, kehadiran tokoh Paula (mamanya Alex) juga menjadi cerita lain yang menguatkan cerita kesehatan mental dalam series ini.

Ibunya Alex adalah gambaran dari seseorang yang menyebalkan sekaligus patut untuk dikasihani. Dia adalah korban KDRT yang mengabaikan gangguan mental sebagai akibat dari hal tersebut. Hingga kemudian, ini berefek jangka panjang.

Perjuangan Ibu Tunggal

Hal ini memang menjadi tema utama yang diangkat dalam series ini. Alex pergi tanpa tujuan, tidak punya pekerjaan, dan tanpa tabungan. Dalam pelariannya, Alex bekerja sebagai seorang pembantu harian dari rumah ke rumah.

Beban kerja yang berat sayangnya tidak berbanding lurus dengan upah yang dia terima. Alex hidup berpindah-pindah karena tidak punya rumah untuk menetap. Dia dan Maddy bahkan pernah menginap di pelabuhan karena hanya itu satu-satunya pilihan yang mereka punya.

Ribetnya Birokrasi Pemerintah

Dalam kemiskinannya, Alex memang beberapa kali mendapat bantuan dari pemerintah. Namun, itu bisa terjadi setelah Alex melewati berbagai macam prosedur yang ribet dan bertele-tele. Namanya bantuan, sifatnya pun tidak selalu benar-benar memudahkan. Rumah subsidi yang dia dapatkan sebagai bantuan dari pemerintah, kondisinya sangat buruk dan tidak ramah anak. Dan hal ini juga terjadi di Indonesia

Hubungan Toxic

Alex kecil tumbuh dalam keluarga yang toxic. Ayahnya sering melakukan kekerasan dan ibunya menjadi korban. Setelah dewasa, Alex bahkan harus mengalaminya sendiri. Sean memang tidak pernah melakukan kekerasan fisik, tetapi kata-kata kasar, melempar barang, dan mengendalikan hidup Alex adalah kekerasan lainnya yang berdampak buruk bagi kesehatan mental Alex.

Suatu ketika, saat Alex mulai bisa bernapas lega karena mendapat tumpangan tempat tinggal dari salah satu kliennya, Sean merusak kesempatan itu dan membuat Alex bersama Maddy lagi-lagi harus terusir.

Tidak cukup sampai di situ, Alex juga masih harus menghadapi ibunya yang seorang pecandu ganja dan sering bersikap menyebalkan: egois dan sering mengeluarkan kata-kata menyakitkan. Ibu Alex hidup dengan dunianya sendiri yang terkadang menganggap Alex hanya sebagai pengganggu.

Perempuan juga bisa berdaya

Hal yang paling hangat dalam series ini tentu saja ketika perjuangan Alex mulai mendapat jalan melegakan. Alex punya bakat menulis dan ingin jadi penulis.

Serial ‘Maid’ ini memiliki alur yang pas, tak terlalu lambat maupun cepat dengan setiap episode yang berjalan selama kurang lebih 50 menit. Sejak awal, penonton pun tak dibuat bingung kemana arah ceritanya. Karakter Alex menjadi fokus utama, namun karakter lain seperti Sean sebagai pelaku kekerasan mendapat sedikit porsi cerita tanpa membenarkan perilakunya.

Alur liner tersebut berkembang dengan rapi, mulai dari episode awal pengenalan masalah, klimaks, hingga sedikit demi sedikit ada harapan bagi Alex untuk memulai lembaran baru yang lebih baik dengan anaknya. Selain alur yang berjalan baik, semua pemain dalam ‘Maid’ ini juga berhasil mendalami perannya. Terlebih Margaret Qualley sebagai Alex yang khas dengan tatapan ketakutannya yang terasa sangat nyata.

 

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed