by

Mahfud MD: Puasa Ajarkan Mati Sebelum Mati

Kabar Damai | Sabtu, 17 April 2021

Jakarta | kabardamai.id | Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD mengajak jamaah tarawih di masjid Istiqlal untuk menahan hawa nafsu selama berpuasa.

Hal itu ia sampaikan saat menyampaikan ceramah ramadan malam kelima Ramadan di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat, 17 April 2021 malam.

“Tahan hawa nafsu untuk tidak berbuat sewenang-wenang dan selalu berbuat baik menolong orang lain,” kata Mahfud MD dari depan mimbar.

Dijelaskannya, siapa pun punya godaan masing-masing. Godaan pun datang silih berganti sesuai peran dan kapasitas seseorang.

“Siapa pun itu, pejabat, pedagang, yang cantik, miskin, punya godaan sendiri. Kita mampu tidak bertahan dari banyak godaan? Khususnya selama puasa,” ujarnya.

Baca Juga : Puasa dan Upaya Membangun Takwa

Menurutnya, berpuasa adalah mencoba bersikap mati sebelum mati. Mati, menurut hadis nabi, ada mati sebelum mati. Nuraninya tetap hidup. Maksudnya orang mampu menjaga dirinya dari keperluan fisik duniawi yang mampu membunuh hawa nafsu, ketamakan, dan nafsu lainnya.

“Bersikap mati sebelum mati. Bertahan maupun menyerang agar tidak tergoda hawa nafsu. Menyerang dalam arti positif, yakni membantu yang membutuhkan, mengerjakan pekerjaan dengan baik dan sungguh-sungguh,” terang mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

“Manakala kita bisa mengendalikan hawa nafsu, baik dengan bertahan maupun menyerang, kita bisa masuk bulan syawal dengan meningkat. Syawal artinya meningkat. Kalau tidak, puasa wajib terpenuhi, tapi hatinya tidak tertempa. Masih keras. Kalau tidak berubah, kita artinya tidak bisa menempa diri selama berpuasa,” ungkapnya.

Salat tarawih di majis Istiqlal berlangsung dengan protokol kesehatan yang amat ketat. Seluruh jamaah wajib memakai masker. Shafnya berjarak dua meter lebih antara jamaah satu dengan yang lain.

Sebelum masuk ke dalam masjid, jamaah diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas. Untuk tempat wudhu, sudah ada petugas yang mengarahkan agar tidak berkerumun. Di dalam, tak disediakan karpet. Jamaah membawa sajadah sendiri-sendiri.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed