by

Mahasiswa Kampus Mengajar Bantu Pembelajaran di SMP Istimewa Lapas Anak Tangerang

Kabar Damai | Kamis, 10 Oktober 2022

Jakarta | kabardamai.id | Empat mahasiswa peserta program Kampus Mengajar angkatan 4
bertugas di SMP Istimewa Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak (LPKA) Kelas I Tangerang.
Ini merupakan penugasan pertama program Kampus Mengajar di LPKA.
Keempat mahasiswa menjalankan berbagai program kolaboratif bersama pihak LPKA sebagai
upaya untuk meningkatkan kemampuan literasi dan numerasi siswa selama masa penugasan
yang akan berlangsung selama lima bulan.

“Kami sangat senang dan berterima kasih atas kehadiran mahasiswa dari program Kampus
Mengajar yang membantu proses belajar di sini. Kami melihat anak binaan menjadi lebih
antusias dalam belajar dan bisa menerima kehadiran mahasiswa di tengah keterbatasan yang ada
di sekolah kami,” ungkap Rita selaku Kepala Sekolah SMP Istimewa.

SMP Istimewa ini merupakan sekolah formal yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sejak tahun
1984. Sekolah tersebut dibentuk untuk memberikan hak pendidikan kepada anak binaan yang
sedang menjalani masa pidana. Saat ini, terdapat tujuh siswa aktif yang mengikuti proses belajar
sambil menjalani sisa masa pidana.

Rita mengungkapkan, pendidikan merupakan kunci penting bagi anak binaan di LPKA Kelas I
Tangerang untuk bisa memiliki masa depan yang baik. Kehadiran mahasiswa peserta program
Kampus Mengajar menurutnya memberikan bantuan signifikan dalam proses pembelajaran di
SMP Istimewa LPKA Kelas I Tangerang, yang merupakan satu-satunya satuan pendidikan
formal di Indonesia yang berada di dalam lembaga pemasyarakatan khusus anak.

“Peran pendidikan bagi anak-anak binaan yang ada di sini sama pentingnya dengan pendidikan
bagi anak-anak yang ada di luar sana. Melalui sekolah ini, anak-anak diharapkan mendapatkan
pengetahuan dan kesempatan yang sama, serta mendapatkan ijazah sebagai bukti bahwa mereka
telah menjalankan pendidikan formal, yang nantinya berguna bagi masa depan mereka,” tutur
Rita.

Keberadaan para mahasiswa di SMP ini diharapkan mampu memotivasi para siswa binaan agar
meraih cita-citanya setelah menyelesaikan masa pidana. Hal tersebut senada dengan apa yang
disampaikan oleh Ronny Setiawan, Kepala Sub Seksi Pendidikan dan Latihan Keterampilan
LPKA Kelas I Tangerang.

Menurut Ronny, penugasan mahasiswa program Kampus Mengajar di sekolah ini seperti angin
segar yang memberikan suasana baru dan meningkatkan semangat belajar siswa. Baginya, anak-anak binaan di LPKA Kelas I Tangerang ini tetap berhak mendapatkan akses pendidikan dan
memiliki potensi yang besar untuk maju. Ia berharap, penugasan peserta Kampus Mengajar di SMP Istimewa LPKA Kelas I Tangerang
bisa terus berlanjut dan para mahasiswa dapat ikut mengawal pemenuhan hak-hak pendidikan
bagi anak binaan di LPKA Kelas I Tangerang. “Kami berterima kasih atas pengabdian
mahasiswa Kampus Mengajar yang sudah sangat membantu dalam pemenuhan hak pendidikan
anak binaan di LPKA Kelas I Tangerang. Kami berharap program ini bisa terus berlanjut dan
memberikan dampak yang lebih besar lagi,” ujarnya.

Baca juga : Kampus Merdeka Fair Segera Hadir di 6 Kota

Di SMP ini, mahasiswa menjalankan program kerja seperti membaca hening sebelum kelas
dimulai, pembuatan pohon literasi oleh para siswa, kelas angklung sebagai ekstrakurikuler
budaya hingga asistensi administrasi sekolah. Ketua kelompok mahasiswa yang bertugas di SMP
Istimewa LPKA Kelas I Tangerang, Shalahudin Al-Ayubi, menyebutkan bahwa pihak sekolah
dan para siswa menyambut kedatangan mereka dengan tangan terbuka sehingga berbagai
program yang dicanangkan bisa berjalan dengan baik.

“Ketika pertama kali kami tiba dan menginformasikan bahwa kami akan bertugas mendampingi
guru selama lima bulan, kami disambut dengan penuh keramahan oleh guru, kepala sekolah, dan
juga para petugas. Sejauh ini program yang kami jalankan berjalan dengan sangat baik berkat
bimbingan guru dan kepala sekolah. Semoga selama bertugas kami bisa belajar banyak hal baru
dan bisa memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan kepada proses pembelajaran di
sekolah ini,” terang mahasiswa Universitas Bhayangkara ini.

Sejak diluncurkan pada tahun 2020, program Kampus Mengajar yang merupakan bagian dari
kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) telah berhasil menugaskan lebih dari
70.000 mahasiswa menjadi mitra guru dalam upaya mengakselerasi peningkatan kemampuan
literasi dan numerasi di 15.000 SD dan SMP yang tersebar di seluruh Indonesia.

Informasi lebih lanjut terkait program Kampus Mengajar dapat diakses melalui:
● Instagram Kampus Mengajar, @kampusmengajar;
● Laman MBKM Program Kampus Mengajar,
https://kampusmerdeka.kemdikbud.go.id/program/mengajar; dan
● Surat elektronik Kampus Mengajar, kampus.mengajar@kemdikbud.go.id.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed