by

Lola Prianti, Terapis yang Memberikan Terapi dan Penanganan Kepada ABK Autis di Pontianak

Kabar Damai | Sabtu, 02 Juli 2022

Pontianak I Kabardamai.id I  Pendidikan menjadi hal penting bagi semua orang. Oleh karenanya, implementasinya harus sejalan dengan kebutuhan masing-masing individu.
Bagi ABK ‘autis’, pola pendidikan dapat dilakukan dengan terapi dan pendekatan personal. Seperti yang dilakukan Lola Prianti yang merupakan terapis aktis sekaligus kepala bidang program di Rumah Autis Sayang Pontianak dalam penanganan kepada ABK ‘autis’.

Lola baru saja menyelesaikan pendidikannya sebagai perawat, dalam kehidupan sosial dan berorganisasi ia juga dikenal rajin dan cekatan. Ia bergabung menjadi terapis di Rumah Autis Sayang Pontianak sejak tahun 2019, lebih tepatnya setelah dua minggu rumah autis tersebut dibuka dan membuka volunteer untuk bergabung didalamnya.

Ia menuturkan bahwa linieritas pendidikan yang diampunya sangat membantu dalam rangka proses menjadi terapis bagi anak-anak autis.

“Sangat membantu, walaupun dasarnya tidak ada basic dengan anak-anak namun ilmu menjadi perawat bisa menjadi sarana masuk menjadi terapis bagi anak-anak autis,” ujarnya.

Dari banyaknya aspek kesehatan yang bisa dipilih hingga memutuskan menjadi volunteer bagi anak-anak autis. Lola menuturkan tidak ada alasan khusus. Semua adalah murni karena ketertarikan dan juga niat untuk bermanfaat bagi sesama.

Kini, Lola memberikan terapi bagi lima anak autis di Rumah Autis Sayang Pontianak. Tidak hanya autis, ia juga melakukan terapi kepada anak-anak dengan down syndrome dan anak dengan kebutuhan khusus lainnya yang datang dan melakukan terapi disana.

Selain kepada anak-anaknya, pelayanan dan edukasi juga turut diberikan kepada orang tua. Hal ini penting dilakukan guna memberikan pemahaman kepada orang tua para ABK agar dapat memberikan pelayanan yang baik pula bagi anak-anaknya di rumah.

Baca Juga:  Mengulas Kesehatan Mental: Mengapa Gen Z Lebih Mudah Stress?

“Sesi terapis kan tidak lama, jadi selain anak-anaknya juga orang tua kita edukasi. Hal ini penting karena yang lebih banyak menghabiskan waktu dengan anak-anak di rumah itu orang tuanya,” ujar Lola.

Dalam proses terapis, Lola turut melakukan layanan hingga asesmen bagi anak-anak yang ditangani. Tidak hanya sensorik dan motorik, namun juga berbagai pengembangan keahlian yang sesuai dengan anak masing-masing pula. Cara yang dilakukan juga beragam mengingat setiap anak memiliki kebutuhannya masing-masing pula.

Ditanya perihal suka duka menjadi terapis bagi anak-anak autis. Lola menuturkan bahagia dan terharu ketika melihat perkembangan yang terjadi pada anak-anak yang diterapi olehnya. Walaupun demikian, ia masih perlu banyak belajar guna menangani anak yang tantrum yang bahkan dapat membahayakan diri anak tersebut.

Kini, belum banyak layanan terapis bagi anak autis di Pontianak. Oleh karenanya, Lola berharap agar peran serta dari pemerintah dan masyarakat dapat lebih maksimal kedepannya.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed