by

Lia Eden

-Opini-93 views

Oleh Gayatri Mthari

Secara astrologi Barat, tabel lahir Lia Eden memang menunjukkan karakternya sebagai seseorang yang jenius, pembangkang, tidak gentar mengekspresikan keeksentrikannya dan menentang otoritas, sekaligus ingin dikenal, penemu atau pencipta sesuatu yang mengguncang atau mengubah masyarakat, serta ambisius akan hal-hal yang tampak meyakinkan tetapi tidak dapat disampaikan.

Lia Eden adalah contoh penemuan kesadaran individual, atau agama individual, yang berevolusi menjadi agama komunal. Sejumlah lagu karya komunitasnya sangat menggugah dan menginspirasi, begitu pun upaya pengobatan dan terapi pemulihan yang dilakukan komunitas yang diasuhnya. Saya kenal baik beberapa anggota dan mantan jemaat Lia Eden.

Apakah dia tersesat atau tidak, ini bukanlah poinnya, karena Lia Eden tidak memerintahkan pembunuhan atau menganjurkan murid-muridnya untuk merampok.

Dari sudut pandang studi antropologi agama dan psikologi, komunitas Lia Eden adalah contoh agama komunal yang lahir karena jemaat dan pendirinya telah begitu lelah dan tertekan oleh agama-agama besar yang merupakan agama imperial dan agama konsensus dewan elit cendikia. Itu sebabnya, ia mendeklarasikan agamanya mempersatukan Kekristenan, Islam, Judaisme, Hinduisme, Jainisme dan Buddhisme.

Saya selalu mendapat pertanyaan dari murid atau pun sahabat saya mengenai guru meditasi yang benar, atau pengajar yoga yang bagus, apakah mereka sesuai dengan klaim yang mereka katakan? Ada kalanya saya berkesempatan pergi langsung mengetahui seorang penyembuh atau dukun, jadi saya bisa menerawang silsilah spiritual mereka.

Saya selalu berkata kepada mereka agar memeriksa silsilah spiritual dan ijazah tradisional dari guru-guru ini. Secara subyektif, saya punya skeptisme kepada kelompok-kelompok New Age.

Tetapi, yang terpenting, entah New Age atau Tradisionalis, atau Ortodoksi Imperial dan Konsensus, saya selalu mengingatkan diri sendiri bahwa sejumlah pelatihan meditasi, layanan terapi, kelas yoga, dan jasa penyembuhan lainnya hanyalah bisnis yang mengejar profit belaka.

 

Baca Juga : Surat Wasiat Jihadis dan Ideologi Islamis

 

Karena itulah, mereka paling berpotensi menyalahgunakan anugrah kesaktian mereka (abusing gift, because they know they are mastering a power that makes them powerful to do so). Anda melihat wajah yang indah, kata-kata yang manis, dsb, tetapi mereka adalah setan bercadar malaikat.

Konjungsi Uranus-Neptunus pada 1993 tampaknya mempengaruhi Lia Eden dan berbagai orang yang memiliki kejiwaan (baca: karakter) yang senada dengan Lia Eden, sehingga melahirkan berbagai komunitas spiritual dan keagamaan yang mungkin mengguncang masyarakat.

Sejumlah orang pada 1993-1997 tiba-tiba merasa memperoleh pengetahuan atau kesadaran spiritual, dan bahkan memperoleh kemampuan psikik dan klenik. Apalagi konjungsi ini sepertinya sempat memukul tepat pada zodiak dan tabel lahir Lia Eden pada 1993. Pada masa yang sama, kita ingat masa-masa berbagai gerakan bawah tanah Islam dalam menghadapi rezim Orba.

Sebelum siklus (170-140 tahun) yang dimulai kembali pada 1993, pada siklus-siklus sebelumnya, konjungsi Uranus-Neptunus inilah yang mempengaruhi lahirnya karya Ranggawarsita, dan Mangkunegara IV. Tentu saja, konjungsi yang berlangsung pada rasi yang berbeda, dan karakter jiwa yang dipengaruhi oleh konjungsinya, akan menghasilkan karya dan penemuan dengan karakter yang berbeda pula.

Apapun itu, apa yang membedakan komunitas Lia Eden dan komunitas New Age lainnya dengan berbagai komunitas agama lain adalah mereka bukanlah komunitas yang berasal dari organisasi-organisasi agama imperial dan agama konsensus elit cendekia seperti yang pernah lahir pada 1910an, 1920an, 1940an dan 1950an.

Kelemahan komunitas semacam Lia Eden ini adalah mencerabut akar demi akar umbi-umbian untuk menanamnya di lahan yang baru. Apakah ini salah atau benar, sekali lagi, bukan masalah yang hendak saya bahas. Saya juga tidak tahu apakah Lia Eden atau komunitasnya melakukan manipulasi atau eksploitasi akan kemampuan spiritual, intuisi, dan psikik mereka untuk profit (baik itu profit ekonomi, sekular/duniawi, maupun profit terkait kejiwaan/spiritualitas).

Tentu, saya memiliki bias agama sampradaya, sehingga selalu menganjurkan seseorang yang tertarik pada dunia spiritualitas, untuk berguru dan mengamalkan amalan guru yang memiliki silsilah sampradaya yang jelas. Entah itu silsilah sampradaya Hinduisme atau Buddhisme, Jainisme atau Nusantara, Sinai atau Amerika, dll.

Saya memandang merujuk kepada akar itu penting. Sekarang, bergantung selera dan minat, apakah seseorang lebih suka pada tradisi Kearifan Sinai atau Kearifan India, Kearifan Indian-Amerika atau Kearifan Pasifik.

Selamat Jalan, Lia Eden. Dunia memang tidak menarik tanpa karakter-karakter seperti Anda. Terima kasih atas kehadiranmu bagi dunia yang membosankan dan penuh penindasan dan represi terhadap jiwa-jiwa yang terkekang dan dibelenggu.

 

Siddhamastu,

Syekhah Hefzibah

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed