by

Lewat Seni Budaya Bupati Kediri Ajak Warganya Bumikan Nilai-nilai Pancasila

Kabar Damai I Kamis, 24 Juni 2021

Kediri I kabardamai.id I Pemerintah Kabupaten Kediri mengadakan acara Gelar Seni Budaya Daerah tahun 2021 selama dua hari pada 20–21 Juni 2021. Acara bertajuk ‘Budaya Pemersatu Bangsa’ ini digelar dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno.

Mas Bup sapaan akrab Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, menyampaikan Juni adalah bulan Bung Karno karena di bulan inilah sang proklamator lahir pada tahun 1901 dan meninggal 51 tahun yang lalu.

“Maka tidak ada salahnya kami, Pemerintah Kabupaten Kediri, memberikan penghormatan kepada Bapak Proklamator RI, Ir. Soekarno. Berbagai peninggalan sejarah dan beragam kesenian yang ditampilkan selama dua hari ini, menunjukkan budaya di Kabupaten Kediri sangat kental sekali. Budaya ini diharapkan dapat merekatkan kebhinekaan, budaya sebagai pemersatu bangsa,” kata Mas Bup, dikutip dari bpip.go.id (22/6).

Dilansir dari laman BPIP, Mas Bup berharap melalui acara ini masyarakat dapat mewarisi semangat Bung Karno yang tak pernah padam dan pantang mundur untuk menunjukkan jati diri melalui seni budaya nasional bangsa Indonesia yang sangat kita cintai.

Dia menambahkan, acara ini dapat mengingatkan kita pada perjuangan sang proklamator, yang juga mencetuskan konsep Pancasila sebagai dasar negara.

Baca Juga: Implementasi Nilai-Nilai Pancasila Dalam Keluarga

“Melalui pagelaran seni budaya ini, diharapkan kita semua dapat mewarisi dan meneladani semangat, pemikiran dan sikap Bung Karno, serta membumikan nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Mengingat masih di masa pandemi, Gelar Seni Budaya dalam rangka Bulan Bung Karno ini dilaksanakan secara virtual dan disiarkan langsung melalui Youtube Dhito Pramono dan Kominfo Kediri serta Live Instagram @mas.bup. Terkait hal ini, Mas Bup kembali mengimbau masyarakat untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Kondisi covid sedang tidak baik di Kabupaten Kediri. Ketersediaan bor meningkat, dalam sepekan naik 20%. Kalau hal ini terus terjadi 2-3 pekan kedepan, rumah sakit bisa collapse. Ini menjadi persoalan yang harus diselesaikan pemerintah, didukung kerjasama semua pihak termasuk masyarakat. Patuhi protokol kesehatan dalam setiap kesempatan,” tandasnya.

Raih Penghargaan Indeks Kota Toleran Award 2020

Pemerintah Kota Kediri berhasil meraih penghargaan 10 besar Indeks Kota Toleran Awards 2020 yang diselenggarakan oleh Setara Institute bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Kementerian Dalam Negeri.

Mengutip dari laman Pemerintah Kota Kediri, ini merupakan kali pertama Kota Kediri berhasil menembus 10 besar Indeks Kota Toleran sejak Setara Institute memberikan penghargaan ini pada 2015, 2017, 2018 dan 2020. Kota Kediri meraih peringkat ke 8 dari 94 kota yang disurvey oleh Setara Institute, sebelumnya Kota Kediri masih berada di peringkat 29.

“Ini adalah penghargaan untuk semua masyarakat Kota Kediri. Dan ini adalah kerja keras dengan lompatan yang besar, dari yang sebelumnya hanya berada di peringkat 29, dan sekarang bisa masuk peringkat 8 Indeks Kota Toleran di Indonesia,” kata Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar dalam sambutannya yang disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum Pemkot Kediri Chevy Ning Suyudi saat menerima penghargaan di Jakarta, Kamis, 25 Februari 2021.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menambahkan akan bekerja keras agar Kota Kediri tetap berada di 10 besar Indeks Kota Toleran di Indonesia.

“Masalah leadership menurut kami yang membawa penghargaan bagi 10 kota ini. Tanpa kepemimpinan yang kuat, melihat begitu rumitnya situasi politik, sosial dan keagamaan di negeri ini, sangat sulit menjaga toleransi. Sekali lagi apresiasi pada 10 kepala daerah yang telah memperoleh penghargaan Indeks Kota Toleran Award 2020,” ujar Inspektur Jendral Kementerian Dalam Negeri Tumpak Haposan Simanjuntak dalam sambutannya mewakili Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.

Direktur Eksekutif Setara Institute Ismail Hasani menyatakan Indeks Kota Toleran adalah prestasi dari semua elemen di sebuah kota.

“Yang dimaksud sebagai kota toleran sesuai dengan hasil studi kami, yang pertama, pemerintah kota tersebut memiliki regulasi yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi. Kedua, pernyataan dan tindakan aparatur pemerintah kota yang kondusif bagi praktik dan promosi toleransi. Ketiga, tingkat peristiwa dan tindakan pelanggaran kebebasan beragama/berkeyakinan rendah atau tidak ada sama sekali. Dan keempat, kota tersebut menunjukkan upaya yang cukup dalam tata kelola keberagaman identitas keagamaan warganya” jelas Ismail Hasani.

Penghargaan Indeks Kota Toleran (IKT) Award 2020 ini merupakan laporan Setara Institute yang disusun untuk mempromosikan praktik-praktik toleransi terbaik kota-kota di Indonesia.

Pengukuran yang dilakukan Setara Institute menggunakan paradigma “negative right” sesuai dengan karakter kebebasan sipil-politik, yang diukur secara negatif. Indeks Kota Toleran juga memeriksa tindakan positif pemerintah kota dalam mempromosikan toleransi, baik yang tertuang dalam kebijakan, pernyataan resmi, respon atas peristiwa, maupun upaya membangun budaya toleransi di masyarakat.

Gerakan Kebangsaan

Sebelumnya, bertepatan dengan Peringatan Hari Lahir Pancasila, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menginisiasi Gerakan Kebangsaan Mengumandangkan Mars Pancasila di Ruang Joyoboyo Balaikota Kediri, Selasa, 1 Juni 2021.

Kegiatan ini juga menghadirkan Satriyani yang merupakan salah satu dari 74 ikon penerima penghargaan Pancasila tahun 2019 dari Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Selain itu kegiatan juga diikuti secara virtual oleh Aris Heru Utomo Direktur Standarisasi Materi dan Metode Aparatur Sipil Negara BPIP, Gus Syauqi Ma’aruf Amin Aktivis Sosial/Kepemudaan dan Seni, Nugie Aktivis Lingkungan, Nanang dari Rumah Garuda Yogyakarta, dan perwakilan dari Pemkot Lampung.

Saat itu, Wali Kota Kediri mengungkapkan saat ini rasa nasionalisme sedikit luntur. Maka dari itu harus dibuat gerakan untuk kembali membangkitkan rasa nasionalisme.

Kota Kediri berinisiatif  membuat Gerakan Kebangsaan Mengumandangkan Mars Pancasila. Dimana Mars Pancasila ini akan diputar di tempat-tempat umum setiap pukul 14.00 WIB.

Diharapkan gerakan ini bisa menjadi virus yang positif bagi Indonesia dan nilai-nilai pancasila bisa terus diaplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat.

“Alhamdulillah kami bersyukur di Kota Kediri kalau kita lihat peninggalan-peninggalan sejarah berupa relief yang berkaitan dengan Garuda. Bila ditarik ke belakang ternyata simbol-simbol Garuda ini ada di Kota Kediri. Ke depan kita harus mengembangkan serta menggali lebih dalam lagi Pancasila. Sehingga harus ditumbuhkembangkan agar lebih asyik lagi. Saya mohon untuk memberi masukan karena kita lagi memulai. Kita juga siap berkolaborasi untuk mengembangkan rasa nasionalisme. Paling tidak kita bisa membantu Negara ini bahwa Pancasila ini memang ideologi kita, identitas kita. Sehingga saya yakin sekali Pancasila lahir tanpa akhir untuk tanah air,” paparnya, dikutip dari kedirikota.go.id (1/6).

Abdullah Abu Bakar mengatakan untuk terus membangkitkan nasionalisme dan nilai-nilai pancasila bukanlah tugas dari BPIP saja, namun semua pihak. Ke depan anak-anak milenial harus dilibatkan untuk menggelorakan nilai-nilai pancasila.

“Suatu contoh kita akan adakan lomba video klip tentang Garuda Pancasila yang asyik, dari genre musik yang berbeda-beda. Ini akan menumbuhkembangkan serta mengasah kreatifitas para pemuda. Mudah-mudahan ini yang menyatukan kita, menjadi gerakan kecil yang bisa jadi rem perekat bagi bangsa kita yang kita cintai. Tidak ada yang bisa membesarkan Pancasila, kecuali bangsa kita sendiri. Kalau kita melupakan ini selesai sudah. Tapi kalau kita mau terus menggelorakan, digali terus, saling mengingatkan saya yakin Pancasila akan melekat pada norma-norma kehidupan kita dan menjadi ideologi kita semua,” terangnya.

Wali Kota Kediri juga menambahkan di Kota Kediri kerukunan antar umat beragama berjalan dengan baik. Bahkan indeks toleransi di Kota Kediri nilainya tinggi. Semua itu didasari dari nilai-nilai Pancasila yang terus diterapkan.

“Seperti toleransi, mengedepankan musyawarah dan bahwa kita berketuhanan. Itulah yang kita pakai di Kota Kediri. Alhamdulillah hingga saat ini kami dan tokoh-tokoh masyarakat serta tokoh-tokoh agama berkomitmen untuk menjaga kebersamaan. Kita memang berbeda-beda tapi kita disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika,” imbuhnya. [bpip/kedirikota]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed