by

Lebih Kenal dengan Kesehatan Mental

Kabar Damai I Rabu, 22 September 2021

Pontianak I Kabardamai.id I Isu kesehatan mental merupakan hal yang penting dan harus diketahui banyak orang. Hal ini karena tidak ada kesehatan yang sebenar-benarnya sehat tanpa kesehatan mental itu sendiri. Terlebih, setiap tahunnya kesehatan mental seseorang dalam kasus selalu mengalami peningkatan. Apalagi dimasa pandemi seperti yang telah terjadi dua tahun terakhir.

Ikhwal kesehatan mental juga menjadi perhatian dua komunitas muda yaitu Sadap Indonesia dan Social Connect. Sadap Indonesia adalah komunitas pemuda lintas iman yang konsen pada isu keberagaman dan toleransi. Berbagai kegiatan seperti diskusi, bedah buku, kunjungan rumah ibadah, dan temu pemuda lintas iman menjadi kegiatan komunitas ini. Selain itu, Sadap juga peduli dan konsen pada berbagai kegiatan lain serta isu lainnya.

Sementara itu, Social Connect adalah komunitas kesehatan mental terbesar di Indonesia yang dibentuk pada tahun 2019. Lebih dari 10 ribu anak muda telah terkoneksi pada komunitas ini dan tersebar diseluruh wilayah Indonesia. Komunitas ini hadir untuk membangun akses kesehatan mental kepada siapa saja dengan berbagai cara seperti kampanye digital dan lain sebagainya.

Baca Juga: Cara Mengecek Kesehatan Mental

Dalam rangka memperingati empat tahun berdirinya, Sadap Indonesia menggandeng Social Connect untuk berbagi pengetahuan dan melalui webinar membahas serta lebih kenal dengan kesehatan mental itu sendiri. Putu Rarasati, Head of Medical and Research dari Social Connect turut menjadi pembicara pada webinar tersebut.

Undang-Undang No. 18 tentang Kesehatan Jiwa menyatakan kesehatan mental adalah kondisi dimana seorang individu dapat berkembang secara fisik, mental, spiritual dan sosial sehingga individu tersebut menyadari kemampuan sendiri,dapat mengatasi tekanan, dapat bekerja secara produktif, dan mampu memberikan kontribusi untuk komunitasnya.

Menurut American Psychological Association, yang diungkapkan pula oleh Putu Raras pada webinar tersebut menyatakan bahwa kesehatan mental juga memiliki ciri-ciri. Adapun ciri-ciri tersebut antara lain:

  1. Adanya kesejahteraan emosional.
  2. Penyesuaian diri yang baik.
  3. Relatif terbebas dari kecemasan atau gejala psikologis yang melumpuhkan.
  4. Mampu membangun hubungan yang konstruktif, dan
  5. Mampu mengatasi tuntutan hidup sehari-hari.

Putu Raras menyatakan bahwa semua orang punya kesehatan mental. Namun kesehatan mental tidak berarti sakit mental.

“Banyak orang yang menganggap kesehatan mental adalah penyakit mental. Padahal kesehatan mental adalah hal yang dimiliki oleh kita semua. Bisa sehat, bisa sakit dan kadang-kadang juga bisa terganggu,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan tentang apa itu kesehatan mental. “Kondisi dimana seseorang mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berfikir, serta kendali yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku buruk,” bebernya.

Berhubungan dengan yang telah dibahas sebelumnya, melansir American Psychological Association menuliskan ciri-ciri mental yang terganggu, poin dibawah ini menandakan bahwa kondisi seseorang sedang tidak baik-baik saja walaupun bukan berarti sedang dalam masa masalah mental yang berat. Poin tersebut antara lain:

  1. Penyalahgunaan obat-obatan.
  2. Ketidakmampuan untuk mengatasi masalah dan aktivitas sehari-hari.
  3. Perubahan kebiasaan tidur dan atau aktivitas sehari-hari.
  4. Keluhan penyakit fisik yang berlebihan.
  5. Membangkang terhadap otoritas, pencurian dan atau vandalisme.
  6. Ketakutan intens akan kenaikan berat badan.
  7. Suasana hati negatif yang berkepanjangan, sering disertai dengan nafsu makan yang buruk atau pikiran akan kematian.
  8. Sering mengalami ledakan emosi.

Banyak pertanyaan, mengapa kesehatan mental menjadi isu yang penting bagi masyarakat. Terlebih, masih banyak yang belum peduli pada isu ini karena menganggap isu kesehatan kurang penting dan tidak menarik untuk dibahas dan  tabu, penuh dengan stigma dan sebagainya.

Menurutu Putu Raras, ada empat hal yang membuat mengapa kesehatan mental menjadi penting:

  1. Sehat secara utuh, ini karena kesehatan mental adalah kesehatan fisik, mental, dan sosial yang lengkap dan bukan semata-mata tidak adanya penyakit atau kecacatan. (WHO).
  2. Deteksi dan penanganan dini, karena dengan adanya kesadaran akan lebih cepat identifikasi pada gangguan, intervensi lebih awal pada gangguan dan membuat individu akan menerima perawatan yang tepat dan pemulihan akan lebih cepat.
  3. Membenahi stigma dimasyarakat, dengan meningkatkan kesadaran dapat mengurangi kesalahpahaman dan pandangan negatif terhadap gangguan kesehatan mental seperti kurang beriman, dirasuki setan, berbahaya dll.
  4. Kebijakan yang ramah kesetaraan mental, perhatian yang masif dari masyarakat terhadap isu kesehatan mental menyebabkan perbaikan pada kebijakan, penelitian, dan penyembangan layanan.

Ketika seseorang merasa tengah bermasalah dengan kesehatan mentalnya, terdapat cara-cara yang dapat dilakukan seperti halnya deteksi dini, melakukan afirmasi dan jika dirasa perlu sangat dianjurkan untuk berkunjung ke profesional.

Melalui kesadaran serta pemahaman tentang kesehatan mental, diharapkan stigma, anggapan tabu dan juga kepedulian masyarakat semakin besar kedepannya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed