Kunci Meredakan Prasangka

Kabar Utama4436 Views

Kabar Damai | Rabu, 06 April 2022

Gontor I Kabardamai.id I Berfikir baik terhadap orang lain menjadi implementasi atas diri sendiri. Oleh karenanya sudah sepatutnya untuk dilakukan. Walaupun demikian, prasangka buruk juga masih kerap dilakukan pula oleh banyak orang dimanapun berada.

Al-Ustadz H. Muhammad Badrun Syahir, M.A, Wakil Pengasuh Gontor Putri Kampus 3 dalam kanal gontortv menjaskan upaya yang dapat dilakukan dalam meredakan prasangka. Merujuk pada surat Al-Hujurat (49) ayat 12).

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اجْتَنِبُوْا كَثِيْرًا مِّنَ الظَّنِّۖ اِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ اِثْمٌ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa.

Dalam paparannya, ia menyatakan bahwa prasangka adalah fikiran yang terbangun dalam diri seseorang yang biasanya tanpa bukti yang jelas atau bahkan karena perasaan atau pengetahuan yang dangkal. Oleh karena itu, sering menimbulkan kesalahpahaman diantara sesama teman dan diantara sesama masyarakat.

Oleh karena itu, sebagai sebuah fikiran yang sejatinya merupakan refleksi dari jiwa dan hati maka yang harus diakukan terlebih dahulu ialah membersihkan jiwa agar kemudian terefleksi dalam fikiran yang bersih dan jernih.

Namun demikian, sifat dan karakter berbaik sangka maupun berburuk sangka akan selalu ada. Ini sudah diperingatkan oleh Tuhan kepada kita semua agar berhati-hati dalam berburuk sangka dan fikiran.

Baca Juga: Haul Gus Dur, Tepis Prasangka Kuatkan Moderasi Beragama

“Supaya tidak timbul fikiran yang salah dan tidak tepat maka hendaknya kita berhati-hati ketika kita mendapatkan informasi atau kabar dari siapapun orangnya. Kita harus melakukan klarifikasi dan berhati-hati,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia menambahkan bahwa segala sesuatu yang kita ucapkan, segala sesuatu yang terlintas dalam fikiran kita maka hendaknya kita upayakan agar benar adanya agar kemudian kita selamat dari prasangka buruk kepada seseorang. Selamat dari fikiran negatif dari seseorang.

Menutup pemaparannya, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama guna menghindari prasangka mengingat prasangka tak jauh kaitannya dengan dosa.

“Mari kita upayakan terus agar kita selamat dari prasangka terhadap seseorang apalagi jika prasangka itu adalah yang buruk,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *