by

Kriteria Hewan Kurban yang Sah dalam Islam

Kabar Damai I Selasa, 20 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Hari Raya Idul Adha atau yang dikenal pula dengan Hari Raya Kurban 1442 Hijriah tiba. Walaupun ditengah situasi pandemic covid-19, namun sukacita dalam menyambutnya tetap dilakukan oleh umat muslim dimanapun berada. Termasuk di Indonesia.

Menyemarakkan hari raya umat Islam ini, banyak masyarakat yang berbondong-bondong menyiapkan hewan kurban untuk disembelih. Terlebih, keutamaan melakukan kurban dibulan Zulhijah ini sangat besar pahalanya bagi yang melaksanakan.

Ust. Muhammad melalui kanal NU Online menjelaskan tentang kriteria hewan kurban yang sah dalam Islam.

Diawal pemaparannya, ia menjelaskan tentang kemulyaan bulan Hijriyah dan sunah melaksanakan kurban bagi umat muslim.

Baca Juga: Pelaksanaan Idul Adha dan Kurban Harus Terapkan Prokes Ketat

“Bulan Zulhijah merupakan bulan suci yang termasuk dalam bulan yang dimulyakan dalam kalender hijriayah. Dalam Zulhijah ada beberapa kesunahan yang dapat dilakukan bagi umat muslim bagi mereka yang tidak menjalankan ibadah haji. Diantara kesunahan tersebut adalah melaksanakan ibadah kurban,” ungkapnya.

Ia menambahkan beberapa hal yang harus terpenuhi ketika hendak menjadikan hewan sebagai kurbannya.

“Dalam memilih hewan kurban ada beberapa kriteria yang harus dipenuhi agar hewan tersebut menjadi sah ketika digunakan untuk berkurban. Pertama, hewan tersebut harus termasuk dalam rojo koyo yaitu kerbau atau sapi, kedua dha’an/domba, ketiga ma’z atau kambing kacang dan keempat adalah unta,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menjelaskan kategori hewan kurban yang baik dan sah. Hal ini karena dalam kategori an’am ada beberapa kriteria agar hewan kurban itu sah yaitu diklasifikasikan sesuai dengan umur dan jenis hewan.

Pertama, domba atau dha’n hewan ini sah dijadikan untuk berkurban ketika umurnya minimal sudah satu tahun atau sudah tanggal giginya.

Kedua adalah kambing kacang, hewan ini sah digunakan untuk berkurban ketiak umurnya minimal dua tahun atau lebih.

Ketiga kerbau atau sapi, sah digunakan untuk berkurban ketika umurnya minimal dua tahun atau lebih.

Terakhir adalah unta, unta sah dijadikan untuk berkurban ketika umurnya lima tahun atau lebih.

Menurutnya pula, penting untuk memilih hewan kurban terbaik karena menjadi sunah bagi pengikut nabi.

“Dalam memilih hewan kurban hendaknya kita memilih hewan yang terbaik, karena ini merupakan kesunahan yang disyariatkan oleh Allah kepada umat Nabi Muhammad SWT,” tuturnya.

Menurutnya pula, ada empat golongan hewan yang tidak sah digunakan untuk berkurban, yang pertama hewan tersebut buta/pece, kedua  hewan kurban tersebut sangat kurus sehingga tidak ada lemak atau dagingnya, ketiga hewan tersebut pincang dan keempat hewan tersebut dalam keadaan sakit.

Akan tetapi, ada beberapa cacat hewan yang masih sah digunakan untuk berkurban yaitu hewan yang dikebiri dan hewan yang pecah tanduknya. Adapun hewan yang putus telinga atau putus ekornya ini tidak sah digunakan untuk berkurban.

Hal ini karena cacat yang pertama tidak mengakibatkan dagingnya berkurang karena cacat batin. Sedangkan yang kedua mengakibatkan dagingnya berkurang atau cacat fisik.

Penulis: Rio Pratama

 

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed