by

Konsep Hak-hak Berkeyakinan dan Pluralitas Nilai-nilai Spritualitas

Oleh: Lodriko Geovandi Sinaga

Indonesia adalah bangsa yang majemuk dalam hal suku, agama, ras dan golongan. Kemajemukan ini  telah lama diakui oleh para founding fathers bangsa dan menjadi ciri khas dari bangsa Indonesia. Para pendiri bangsa tentu berharap kemajemukan yang benar-benar ada di  Indonesia suatu saat akan terpelihara sepenuhnya.

Untuk mewujudkan  harapan tersebut, mereka merumuskan  semangat hidup berdampingan. Ungkapan ini dikatakan berasal dari unsur-unsur yang ada dalam jiwa bangsa Indonesia. Satu ungkapan ini merupakan roh kehidupan berbangsa dan bernegara.

Itu berasal dari “Kebajikan hidup” (virtue) bangsa Indonesia. Inilah inti atau kristalisasi budaya Indonesia yang sarat akan nilai-nilai spiritual. Dengan demikian, Pancasila harus menjadi  spiritualitas kehidupan bangsa Indonesia. Tanda-tanda vital yang terkandung dalam menjadi kekuatan dalam proses “menjadi Indonesia”.

Berdasarkan alasan diatas, kami ingin memfokuskan penelitian ini untuk menyatakan bahwa Pancasila adalah spiritualitas  kehidupan bangsa Indonesia. Artinya, gerak atau arah kehidupan bangsa Indonesia yang  ideal dalam tatanan kerajaan diresapi dan dihayati oleh nilai-nilai dasar Pancasila.

  • Agama Sebagai Hak Asasi Manusia

Kebebasan beragama merupakan bagian dari hak asasi manusia yang harus diperoleh setiap individu dalam kodratnya sebagai manusia sedang berlangsung. jaminan  kebebasan beragama telah diakui dalam hukum internasional. Agama dalam konteks kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia tidak bisa diabaikan.

Makna kebebasan beragama di Indonesia dimulai dari pengakuan  sila pertama Pancasila yang didasarkan pada “Ketuhanan Yang Maha Esa”, sila ini menjadi landasan spiritual dan landasan moral kehidupan bangsa yang secara implisit juga mengandung ajaran toleransi beragama.

Titik kontak refleksi Pancasila adalah pentingnya menciptakan kondisi kehidupan yang dihormati dan mencegah terjadinya situasi yang tidak manusiawi. Dalam konteks penjajahan, tentunya kemerdekaan adalah impian bangsa terjajah. Kemerdekaan sebagai bangsa merupakan kata kunci bagi terwujudnya kondisi kehidupan manusia.

Kemerdekaan sebagai bangsa juga menentukan jati diri sebagai bangsa. Bangsa yang merdeka memiliki harkat dan martabat yang sama dengan bangsa lain dan dihormati dalam hubungan internasional. Dimensi spiritual Pancasila terletak pada kekuatannya untuk mempersatukan keragaman di Indonesia.

Baca Juga:  Gawai Dayak: Ungkapan Syukur Masyarakat Dayak dan Media Wawasan Pluralitas

Kekuatan pemersatu adalah cinta bebas dan rasa hormat terhadap kemandirian orang lain. Cinta kebebasanlah yang menghidupkan kembali paham kebangsaan Indonesia dan Bhinneka Tunggal Ika. Cinta kebebasan merupakan ekspresi  kemanusiaan sejati yang menjiwai setiap manusia di Indonesia untuk menghargai keunikan dan perbedaan yang benar-benar ada di Indonesia. Kecintaan akan kebebasan juga menginspirasi bangsa Indonesia untuk menghormati hak-hak bangsa lain.

Pluralitas di Indonesia penting untuk hidup dalam semangat Ketuhanan Yang Maha Esa yang menghargai kebebasan (freedom) untuk percaya kepada Tuhan. Iman kepada Tuhan diungkapkan dalam menghormati kebebasan setiap orang untuk memilih mengikuti caranya sendiri untuk percaya kepada Tuhan.

Dalam konteks agama yang pluralistik, semangat ini diaktualisasikan dalam sikap toleransi antar umat beragama dan berkeyakinan. Percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa secara fenomenologis mencerminkan keinginan manusia untuk mencapai kepenuhan mereka di dalam Tuhan.

Namun upaya tersebut membutuhkan praksis kehidupan antar agama yang harmonis dan toleran. Artinya bukti bahwa masyarakat Indonesia beriman kepada Tuhan adalah dengan menghargai kemanusiaan orang lain dan menghargai keragaman cara masyarakat Indonesia beriman kepada Tuhan sebagai anugerah atau keinginan dari Tuhan.

Dalam praktik koeksistensi, upaya mewujudkan pluralitas  menuntut setiap pihak untuk berkontribusi dalam menciptakan kondisi kehidupan yang harmonis, damai, dan menghargai perbedaan identitas agama.

  • Pancasila Dalam Pluralitas

Kemajemukan di Indonesia penting untuk hidup dalam jiwa manusia. Artinya, kemanusiaan  diwarnai oleh semangat persaudaraan universal yang didasarkan pada pengakuan persamaan kemanusiaan dan penghormatan terhadap hak asasi manusia seperti hak untuk hidup dan hak atas kebebasan sebagai manusia.

Iman kita kepada Tuhan diwujudkan dengan memuliakan Dia ketika kita berperilaku dan bertindak konstruktif terhadap manusia lain. Oleh karena itu, iman kepada Tuhan Yang Mahakuasa menopang kita dan menuntut kita untuk menghormati keutuhan alam dan martabat semua kehidupan  manusia. Penerapan semangat ini membawa setiap orang (Indonesia) pada kehidupan yang adil dan beradab.

Dengan demikian, kecenderungan untuk berbuat yang melanggar hak asasi manusia dan merendahkan harkat dan martabat kemanusiaan seseorang dalam bentuk penjajahan dan kekerasan dalam berbagai bentuk dan alasan dapat dikurangi atau bahkan dihilangkan. Pluralitas di Indonesia penting untuk hidup dalam semangat persatuan Indonesia yang manusiawi.

Semangat ini dapat terwujud dalam rasa cinta  tanah air yang mendorong seseorang untuk rela mengorbankan dirinya demi keutuhan bangsa dan negara. Sikap rela mengorbankan diri demi kepentingan nusa dan bangsa mengandung semangat persatuan dan kesediaan masing-masing pihak untuk mendahulukan kepentingan negara (tanah air dan bangsa) di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Artinya, kecenderungan  korupsi dan sikap primordial yang berbasis suku, agama, ras, dan antar golongan yang menghambat pembangunan, melemahkan persatuan bangsa, dan membubarkan persatuan dalam keberagaman perlu ditinggalkan.

Yang terakhir, pluralitas di Indonesia penting untuk hidup dalam semangat keadilan sosial kemanusiaan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dalam implementasinya, semangat kemanusiaan diwujudkan dalam sikap solidaritas sosial berupa kepedulian dan komitmen sosial aktif (kasih sayang) untuk mengusir sesama  dari kondisi kehidupan yang tidak manusiawi akibat kemiskinan.

Orang bijak adalah orang yang mampu berlaku adil dan berbelas kasih terhadap sesama penderita. Nampaknya Pancasila adalah spiritualitas kehidupan bangsa Indonesia yang mencintai kebebasan dan berperikemanusiaan. Hal inilah yang menjiwai bangsa Indonesia dan mendukung seluruh laju pembangunan bangsa dan negara Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan.

Berdasarkan konsep hak berkeyakinan dan pluralitas nilai-nilai spiritual, saya menyusun tulisan yang bertema “Konsep Hak-Hak Berkeyakinan dan Pluralitas Nilai-nilai Spiritual”

 

Lodriko Geovandi Sinaga, Mahasiswa Teologi Universitas Kristen Duta Wacana

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed