by

Konsep Dasar Beragama Hindu

Kabar Damai I Sabtu, 20 November 2021

Bali I Kabardamai.id I Hindu menjadi agama dengan ketetapan yang terus dijaga dan dijalankan oleh para pengikutnya. Ajaran agama ini juga terdiri dari berbagai konsep baik yang menuntun manusia ke jalan kebenaran. Hal ini diungkapkan  I Ketut Dira dalam program Pelita Dharma Kementerian Agama Republik Indonesia.

Sebagai umat beragama yang telah diwarisi dan juga telah dituntun dengan warisan yang tak ternilai harganya, adi luhur yaitu agama Hindu. Berkaitan dengan kita sudah sepatutnya kita bisa menjaga, memelihara warisan itu dengan konsep dasar agama Hindu yang kita pegang teguh sebagai akar untuk kita melangkah dalam kehidupan bermasyarakat. Senin, (15/11/2021)

Ia mengungkapkan, konsep dasar agama Hindu adalah ibarat sebuah akar, kalau akar itu sudah kuat menyebabkan maka menyebabkan agama Hindu juga akan kuat khususnya dalam kita memegang setiap kewajiban dalam kehidupan bermasyarakat sehingga menjadi kokoh.

Konsep dasar beragama Hindu tersebut ialah Tri Kerangka Dasar Agama Hindu yaitu Tatwa, Susila dan Acara atau filsafat, etika dan ritual. Tri Kerangka Dasar Agama Hindu ini sama sekali tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Ini saling berkaitan dan berhubungan satu sama lain, tidak bisa dipisahkan. Maka dengan hal itu, kita sebagai umat beragama wajib menguasai, memaknai, menjalankan Tri Keranagka Dasar sebagai dasar untuk melangkah menjalankan swadharma dimasyarakat.

“Dengan kokoh dalam konsep dasar beragama, apapun cobaan dari luar dan aliran apapun bentuknya akan tidak tergoyahkan. Tampaknya sederhana, namun sulit untuk dijalankan,” ungkapnya.

Pertama perihal tatwa, karena dalam tatwa ajaran agama Hindu memiliki kebenaran haqiqi. Dalam tatwa ada kepercayaan. Dalam agama Hindu ada lima kepercayaan yang harus kita jalankan. Untuk impelentasinya dapat dilalui dengan pemikiran dengan cara membaca kitab-kitab suci, percaya pada penuntun dari sang suci yang dapat dan pantas dipercayai. Oleh karena, harus diyakini dalam tatwa ada konsep agama Hindu yang wajib untuk dijalankan.

Kedua, ada konsep etika. Terlihat mudah dalam melaksanakan etika ini. Tapi, kedengarannya dalam masyarakat dalam menjalankan etika dan atau tata susila sangat sukar. Hal ini karena dalam menjalankan tata etika atau susila ini ada hambatan yang harus dilangkahi sebelum menjalankan hal itu. Hambatan tersebut yang dapat dikatakan musuh adalah dari dalam diri sendiri, musuh itu dekat dengan diri sehingga harus dikendalikan.

Ketika adalah acara, melakukan acara menurut sastra Hindu adanya kehidupan ini karena adanya acara oleh pencita. Oleh sebab itu, sebagai umatnya wajib melakukan acara itu.

Baca Juga: Wawasan Kerukunan Hindu dalam Tri Hita Karana

Menurut I Ketut Dira, penting bagi masyarakat Hindu guna menguasai ajaran agama Hindu itu sendiri.

“Penting bagi kita semua untuk menguasai konsep ajaran agama Hindu, hal ini agar kita tidak terpapar, terpengaruhi oleh ajaran yang menyesatkan,” tuturnya.

Terakhir, ia menyatakan bahwa pentingnya memahami konsep yang ada dapat mengantarkan umat manusia ke jalan kebaikan dan atau pintu surga.

“Kunci kita memahami konsep dasar ini sebagai akar menjalankan swadharma kita dimasyarakat. Semua bergantung dan berada difikiran. Perlu jalan dharma yang bisa mengantar ke pintu surga,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed