by

Konjen RI Jeddah: NU Senantiasa Hadirkan Islam yang Sejuk

Kabar Damai | Kamis, 29 April 2021

 

Jeddah | kabardamai.id | Konsul Jenderal (Konjen) RI Jeddah, Eko Hartono, mengajak para peserta Gema Ramadan yang digelar Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Arab Saudi agar turut mensyiarkan ajaran Al-Qur’an. Sebab,  isi Alquran penuh kesejukan dan mencintai perdamaian.

Diwartakan NU Online, ajakan tersebut disampaikan Konjen saat memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan yang kini telah memasuki tahun kedelapan belas, Senin (26/4/2021) malam. Gema Ramadan  dihelat dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan dengan Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ), Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), lomba azan dan aksi sosial penggalangan zakat dan penyalurannya kepada para mustahiq.

Acara pembukaan yang berlangsung di Masjid Indoneia Jeddah (MIJ) itu dihadiri oleh sejumlah homestaff  KJRI Jeddah, jajaran pengurus PCINU Arab Saudi, pengurus Muslimat PCINU, Kepala Sekolah Indonesia Jeddah dan Makkah, dan perwakilan peserta.

Baca Juga : Berdiri Ramadan 2021, Muslim Indonesia Memilki Masjid Pertama di Toronto

Dalam sambutannya, Eko Hartono  mengajak para tamu yang hadir dan peserta yang mengkuti pembukaan secara virtual untuk melihat fakta bahwa sebagian masyarakat internasional mempertanyakan apakah benar Islam adalah agama yang membawa ajaran perdamaian.

Sebab, katanya, mereka menyaksikan adanya perilaku dan tindakan yang bertolak belakang dengan ajaran Islam yang rahmatan lil’alamin (rahmat bagi alam semesta), sebagaimana yang terkandung dalam kitab sucinya Alquran.

“Mengapa banyak tindakan-tindakan secara universal tidak dapat diterima, apakah itu menabrakkan mobilnya, apakah itu meledakkan dirinya sendiri, apakah menyerang penganut agama lain,” tanya Eko Hartono.

Meski demikian, Kepala Perwakilan RI di Jeddah ini meyakini kalangan warga NU tidak pernah setuju dengan tindakan-tindakan yang merusak citra Islam sebagai agama yang mencintai perdamaian itu.

“PCINU Arab Saudi dengan segala keterbatasannya tetap berkomitmen dengan Al-Qur’an sebagai pedoman untuk mendamaikan dunia, menghadirkan Islam yang sejuk sesuai namanya salam, yang berarti perdamaian, bukan perpecahan, bukan permusuhan, bukan kebencian,” imbuh Eko Hartono.

 

Cara Tebarkan Ajaran Islam yang Penuh Kedamaian

Terpisah, tentang cara menebarkan ajaran Islam yang penuh kedamaian, Menteri Agama Indonesia 2014-2019, Lukman Hakim Saifuddin mengatakan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian, menebarkan kasih sayang, dan senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Hal itu disampaikan saat menjadi narasumber dalam Tajil (Tanya jawab seputar Islam) Ramadan 2021 CNN Indonesia,  Eabu, 21 April 2021 lalu.

Lukman menerangkan, setiap manusia pada hakikatnya ingin meraih kebahagiaan. Kebahagiaan itu mensyaratkan kedamaian dan kedamaian mensyaratkan adanya jaminan atas lima hal pokok yang dalam ajaran Islam dikenal sebagai lima prinsip yang jadi maksud dan tujuan diterapkannya syariat Islam.

“Kelima prinsip itu adalah jaminan atas perlindungan keselamatan jiwa, agama, kebebasan berpikir dan berpendapat, keturunan, dan harta milik. Inilah lima hal mendasar yang dalam menebarkan ajaran Islam untuk mewujudkan kedamaian,” paparnya.

Kita, imbuhnya,  setidaknya bertujuan agar kelima prinsip dasar ini sebagai maqasid syariat atau tujuan utama diterapkannya ajaran Islam, ini betul-betul bisa kita maksimalkan dan optimalkan.

“Oleh karenanya, dengan pemahaman ini, maka Islam sebagai ajaran damai, ajaran yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan tidak bisa disampaikan dengan hal-hal yang bertolak belakang dengan ajaran Islam itu sendiri, yaitu cara hidup yang eksklusif misalnya, tentu itu bukan ajaran Islam,” tandasnya.

Lalu, terang Lukman lagi, cara hidup yang segregatif, beragama justru mengotak-ngotakkan, memisah-misahkan hubungan persaudaraan kita, serta beragama yang konfrontatif misalnya, atau mungkin beragama yang destruktif.

“Tentu ini bukan hal yang diajarkan oleh Islam, karena Islam mengajarkan hal-hal yang konstruktif,” pungkasnya.

 

Penulis: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed