by

Konggres Santri Pancasila di Aceh Barat dan Dakwah Toleran

Kabar Damai I Sabtu, 04 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia memberikan dukungan penuh rencana penyelenggaraan Kongres Santri Pancasila yang akan dilaksanakan di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

“Alhamdulillah, rencana ini sudah disetujui BPIP, direncanakan kegiatan Kongres Santri Pancasila ini akan dibuka secara resmi oleh Bapak Presiden Republik Indonesia Joko Widodo atau Bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin,” kata Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS, di Jakarta, Rabu.

Dilansir dari laman BPIP, Ramli mengatakan pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan usulan dari kalangan ulama, santri, tokoh masyarakat, dan pemuda di Aceh Barat, guna meningkatkan penguatan dan pembumian Pancasila yang dimulai dari Aceh.

Ramli MS juga menyebut hari Kongres Santri Pancasila dijadwalkan akan dilaksanakan dalam momentum Peringatan Hari Santri, Hari Pahlawan, Sumpah Pemuda pada tahun ini.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat sangat berterima kasih kepada Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia, yang sudah mendukung secara penuh usulan kegiatan ini.

Kegiatan tersebut nantinya diharapkan akan semakin meningkatkan rasa cinta Tanah Air kepada kalangan masyarakat, santri dan seluruh elemen masyarakat di Aceh, agar terus mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Baca Juga: Pesan Sunan Kalijaga dan Tantangan Dakwah Santri

“Pelaksanaan Kongres Santri Pancasila ini diharapkan akan terus menumbuhkan kecintaan terhadap NKRI, karena Pancasila dan UUD 1945 ini dirumuskan oleh para ulama di Indonesia,” kata Ramli MS dikutip dari bpip.go.id

Ditambahkan Ramli,  kegiatan tersebut nantinya direncanakan akan dihadiri oleh para santri dan ulama, yang berasal dari seluruh Provinsi Aceh, dengan menerapkan protokol yang ketat sesuai anjuran pemerintah.

Sebelumnya, Kepala BPIP Prof. Yudian Wahyudi mengatakan pihaknya mendukung rencana Pemerintah Kabupaten Aceh Barat yang akan menggelar Kongres Santri Pancasila, yang akan digelar di Meulaboh Aceh Barat pada Hari Santri Tahun 2021.

“Jadi beliau (Bupati Aceh Barat) minta kami menyelenggarakan kerja sama Hari Santri Kongres Santri Pancasila, dan Pak Bupati berharap yang akan membuka acara ini Bapak Presiden atau Wakil Presiden,” kata Yudian Wahyudi, di Jakarta, Senin (30/8).

Menurutnya, kegiatan tersebut dinilai positif karena diharapkan akan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih mencintai Pancasila, termasuk membumikan Pancasila di Aceh Barat.

 

Tempat Lahir Pemimpin Dunia

 

Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin sewaktu masih menjadi calon wakil presiden pada tanggal 5 Februari 2019 berkata pesantren adalah tempat lahirnya pemimpin dunia masa depan.

“Di sana lahir pemimpin-pemimpin Nahdlatul Ulama yang sekarang pengaruhnya sudah mendunia juga,” katanya 2019 lalu.

Menurutnya, pengakuan itu didapat dari hasil observasi peneliti luar negeri yang membuat riset akan kehidupan di pesantren. Hal itu kemudian didokumentasikan menjadi sebuah film dan siap ditayangkan secara mendunia.

“Film itu akan ditayangkan di festival film di London, di Roma, seluruh Eropa, dan Amerika, dan saya jadi tim penasihatnya di film itu,” katanya, seperti dikutip gemasulawesi.com (2/9).

Mustasyar PBNU ini menceritakan, film itu menggambarkan bagaimana kehidupan terjadi pondok pesantren, bagaimana santri dididik dan diajar setiap harinya.

Melalui film ini, Ma’ruf merasa bangga dapat menularkan pengaruh NU hingga manca negara. Karena menurutnya, NU sebagai nafas Islam Nusantara adalah representasi Islam toleran, rahmatan lil alamin.

“Menjadi NU, tidak hanya Indonesia, bagaimana menjadikan Islam yang membangun. Terjaga ukuwah islamiyah ukuwah watoniyah, juga ukuwah insaniyah, jadi saya kira itu tugas kita ke depan,” terangnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah BPIP KH. Said Aqil Siroj, di laman bpip.go.id berkata, santri adalah cikal bakal umat yang mampu mempertahankan NKRI dengan mengedepankan persaudaraan.

“Yang sangat penting sekali ukhuwah wathoniyah. Jika persaudaraan itu ada maka lahirlah sebuah bangsa kokoh memiliki akhlak mulia, hormat kepada masyarakat kepada pemerintah, kepada guru”, ujarnya.

Dia mengakui masalah perbedaan suku sudah tidak ada lagi, namun pekerjaan rumah adalah persoalan agama selalu dikaitkan dengan nasionalisme.

“Indonesia bukan negara Islam bukan negara kafir, tetapi Darussalam. Negara damai, negara kebangsaan satu saudara satu ikatan,” tandas Ketua Umum PBNU ini.

 

Santri Influencer untuk Dakwah Toleran

 

Sementara itu, menyemarakkan Hari Santri Nasional 2021, Pimpinan Wilayah Fatayat NU DIY menggelar Pemilihan Duta Santri Nasional, Santri Award, dan Festival Halal Fashion 2021.

“Harapannya, melalui tiga rangkaian kegiatan yang diwadahi dalam acara besar Duta Santri Nasional ini dapat menjadi rumah talenta para santri untuk tumbuh dan mengasah potensi hingga lahir role model santri yang menginspirasi,” tutur Fetra Nur Hikmah, ketua panitia ajang tersebut, Rabu, 1 September 2021.

Menurutnya, diwartakan gatra.com (1/9), pemilihan Duta Santri Nasional ketiga ini demi mencetak role model santri yang bisa menjadi inspirasi santri lain.

“Potensi santri yang sudah tumbuh secara organik perlu diwadahi, diarahkan, dan dikembangkan agar nantinya bisa menjadi influencer pada bidang pengabdian masyarakat yang digeluti dengan dakwah Islam yang ramah, toleran, moderat, berkeadilan, dan demokratis,” kata dia.

Apalagi saat ini di Indonesia tercatat 27.722 pondok dengan jumlah 4,17 juta santri.

“Dari jutaan santri di Indonesia, siapa role model nya? Sering terdengar tetapi belum ada yang mewadahi,” katanya. [ ]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed