Konflik Antar Suku Papua dan Penyelesaiannya

Oleh: Fahmi Diryanti

Tindakan kekerasan hingga perang antar suku kerap dilakukan sebagai bentuk penyelesaian masalah. Untuk itu perlu dilakukan pemberdayaan oleh pemerintah hingga ke tingkat kampung untuk membuka ruang resolusi konflik.

Puluhan orang dari Suku Kimyal menyerang Suku Yali yang ada di rumah, gereja dan hotel pada hari Minggu (04/10) di Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo. Kemarahan warga dipicu oleh kematian mantan Bupati Yahukimo Abock Busup di Jakarta, kata polisi.

Kematian Abock memicu tersebarnya kabar bohong dari Jakarta sampai ke Yahukimo, bahwa Abock dibunuh, dan menyebabkan sejumlah orang bergerak. Kepolisian telah menangkap 52 orang yang diduga pelaku penyerangan.

Konflik di Yahukimo, yang disebut dipicu oleh kabar bohong, membuka fakta bahwa belum ada wadah penyelesaian perselisihan antar suku di Papua, kata Koordinator Jaringan Damai Papua Adriana Elisabeth.

“Pemberdayaan harus dilakukan dari tingkat provinsi, kabupaten/kota, hingga kampung yang jadi basis suku. Kepala kampung bertanggung jawab untuk mencegah hingga mengatasi konflik antarsuku.

Konflik juga terjadi karena kurangnya pendekatan terhadap masyarakat, belum adanya nilai kebersamaan dan ruang dialog jika muncul masalah antarsuku,” kata Yanis. Selain itu, faktor lain yang menyebabkan konflik rawan terjadi adalah karena kurangnya kesejahteran sosial di sana.

Baca Juga: Upaya Pemuda Papua dalam Merawat Kebinekaan

“Masyarakat belum ada jaminan kehidupan nyaman, ditambah adanya pendekatan militer,” ujarnya.

Untuk itu, Yanis meminta pemerintah untuk fokus membangun komunikasi antar suku dan juga kesejahteraan di sana. Dalam aksi kejadian tersebut yang sebelumnya satu masyarakat dinyatakan meninggal dunia, saat ini korban yang meninggal dunia menjadi 6 orang dan masih di semayamkan di RS Yahukimo. Dimana satu di antaranya adalah pelaku.

Sementara untuk korban luka-luka dari sebelumnya tercatat hanya 10 orang. Kini bertambah menjadi 41 orang yang saat ini masih menjalani perawatan di RS Yahukimo.

Dimana massa Suku Kimyal yang dipimpin Kepala suku umum Kimyal Morome Keya Busup, dengan menggunakan 2 unit mobil minibus membawa alat tajam berupa busur panah dan parang mendatangi masyarakat suku Yali dan melakukan penyerangan.

Identitas Pelaku penyerangan diduga berasal dari masyarakat Suku Kimyal. Sedangkan yang banyak menjadi korban adalah masyarakat Suku Yali. Barang bukti yang diamankan masih 1 bus yang digunakan pelaku untuk melakukan aksi penyerangan.

Upaya penyelesaian adalah dengan cara pemerintah harus menampung tentang aspirasi dan pendapat seluruh warga negaranya agar tidak terjadi konflik sehingga seluruh warga negara di Indonesia tetap bersatu dan membuat pengamanan ketat di seluruh Indonesia khususnya di wilayah yang rawan konflik.

Oleh: Fahmi Diryanti, Siswa SMAN 1 Pontianak

Sumber:

https://www.suara.com/news/2021/10/05/125734/mengapa-konflik-antar-suku-di-papua-sering-terjadi

https://m.merdeka.com/peristiwa/perang-antar-suku-di-yahukimo-6-orang-tewas-seribu-warga-mengungsi.html

https://brainly.co.id/tugas/1994011

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *