by

Komunitas Wirausaha Sebagai Wujud Representasi Pemuda Untuk Ciptakan Indonesia Lebih Mandiri

-Opini-7 views

Kabar Damai I Senin , 06 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I Indonesia merupakan negara kepulauan yang membentang luas dari Sabang hingga Merauke. Negara yang memiliki total keseluruhan luas 1.904.569 Km persegi ini juga memiliki setidaknya 13.466 pulau. Jumlah penduduk Indonesia sendiri di perkirakan sebanyak 255.461.00 jiwa sekaligus menempati urutan ke empat penduduk terbanyak di dunia.

Dilihat dari luasnya sektor wilayah yang dimiliki, pada dasarnya Indonesia dapat dikatakan pula sebagai negara yang kaya. Mulai dari tanahnya yang subur hingga perut buminya yang menyimpan kekayaan alam yang seolah tidak akan ada habisnya. Namun, cukup mencengangkan dengan banyaknya jumlah penduduk yang ada permasalahan kesetaraan ekonomi di Indonesia pun seolah tidak ada habisnya. Di buktikan dengan tingginya kuantitas penduduk yang menganggur.

Hal ini diperparah dengan adanya kebijakan pemerintah yang menerapkan Economic Asean Community (EAC) bersama negara-negara di Asean lainnya. Economic Asean Community (EAC) atau yang lebih dikenal dengan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan pasar tunggal yang disetujui oleh negara-negara di Asean dimana tujuannya adalah untuk menyaingi Tiongkok dan India dalam menarik investasi asing.

Pemberlakuan sistem pasar tunggal pada negara-negara Asean sendiri pada dasarnya memiliki dampak yang positif misalnya menyediakan lapangan pekerjaan baru guna mengurangi kuantitas pengangguran. Namun masalah selanjutnya yang muncul adalah mengenai kurang cakapnya sumber daya manusia (SDM) guna bersaing dengan pendatang yang bebas mencari pekerjaan di Indonesia.

Baca Juga: 10 Ribu Warga Makassar Disiapkan Jadi Talenta Digital Guna Perkuat Sektor Kewirausahaan

Berkaca dari permasalahan tersebut, bukan tidak mungkin masalah baru akan timbul serta permasalahan kuantitas pengangguran tidak akan terselesaikan.

Paradigma yang salah dari masyarakat dan pemuda di Indonesia hanya terbatas pada bagaimana cara mendapatkan pekerjaan dan menjadi seorang pegawai dengan penghasilan yang tinggi. Namun, seiring dengan diberlakukannya MEA dimana kini pesaingnya merupakan seluruh pendatang dari negara-negara Asean dengan kualitas SDM yang lebih baik, maka paradigma tersebut sekiranya harus segera di luruskan dengan bukan menjadi seseorang yang sibuk mencari pekerjaan namun menjadi seseorang yang membuka dan menyediakan lowongan pekerjaan.

Walaupun berdampak pada pasar tenaga kerja professional seperti dokter, pengacara, guru, akuntan dan lain sebagainya. Namun, inti dari permasalahan diberlakukannya MEA tetaplah berada dalam aspek ekonomi. Maka dari itu, dibutuhkan solusi bersama yang langsung menjurus pada gerakan perekonomian yang dinamakan Komunitas Wirausaha Muda.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan pengertian wirausaha sama dengan wiraswasta, yaitu orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru memasarkannya serta mengatur permodalan operasinya. Sedangkan komunitas wirausaha muda berarti gabungan dari pengusaha-pengusaha muda yang bergerak dalam bidang kreatif, kuliner, industri, dan jasa. Baik dalam taraf UMKM maupun maupun berbasis pabrik industri.

Dewasa ini, pengusaha-pengusaha muda memang mudah ditemui di Indonesia, namun yang perlu disayangkan adalah kebanyakan dari mereka memilih jalan untuk menjalankan usahanya secara individu yang membuat perkembangan usaha akan sulit berkembang maupun stagnan dalam level yang sama secara periodik.

Berbagai spekulasi penyebab pengusaha muda lebih memilih menjalankan usahanya sendiri tanpa menjalin relasi dengan pengusaha yang lainpun muncul, misalnya takut terjadi penjiplakan atau meniru komoditi yang di jual hingga takut mengeluarkan biaya lebih dalam hal pemasaran.

Berikut manfaat yang dapat diperoleh pengusaha muda di Indonesia apabila menerapkan sistem komunitas wirausaha muda, antara lain:

  1. Menambah Relasi.

Keuntungan dari Komunitas Wirausaha muda yang pertama adalah menambah relasi, selain menambah teman dan tempat untuk sharing sesama komunitas, relasi juga dapat dijadikan sebagai media promosi, update informasi terbaru tentang peluang bisnis serta tren pasar hingga sebagai tempat untuk melakukan kerja sama guna mengembangkan usaha yang tengah digeluti. Adapun kegiatan komunitas yang dapat dilakukan guna mengasah soft skill antar anggota misalnya seminar bisnis, pelatihan anggota, serta sosialisasi peluang pasar.

 

  1. Memperluas Pemasaran.

Setelah melakukan ajang promosi bersama anggota komunitas, dapat terjalin kerjasama antar dua pengusaha baik dalam sektor kreatif, kuliner hingga jasa. Melalui komunitas yang bergerak dibidang jasa dapat mempromosikan barang yang di perdagangkan baik melaui media cetak maupun elektronik hingga jangkauan informasi dan target pemasaran barang semakin meluas.

 

  1. Menambah Omset Pendapatan dan Ajang Kreatifitas Pengusaha.

Setelah melalui tahap promosi melalui berbagai media, informasi tentang produk yang ditawarkan akan semakin banyak dilihat konsumen. Maka dapat diasumsikan bahwa peminat barang akan semakin banyak pula serta tersebar dari berbagai penjuru wilayah. Semakin banyak konsumen yang meminati produk maka semakin besar pula pundi-pundi rupiah hasil keuntungan yang dapat diperoleh.

Selain itu, keuntungan lan dari meluasnya pasar dapat pula dijadikan sebagai ajang kreatifitas si pengusaha. Contohnya, semakin jauh layanan pesan antar (delivery) yang di pesan oleh konsumen, membuat pengusaha harus mencari terobosan baru baik dalam hal bentuk produk hingga sistem pengepakan barang. Dari hal kecil tersebut, bukan tidak mungkin pengusaha dapat menciptakan produk-produk lain yang dapat semakin memajukan usahanya.

 

  1. Menyerap Tenaga Kerja.

Seperti telah dijelaskan di atas, salah satu tantangan dari diberlakukannya MEA adalah mengenai permasalahan ketenagakerjaan yang kuantitasnya akan meningkat akibat kalah bersaing.

Dengan menerapkan sistem Komunitas Wirausaha Muda yang mengembangkan usaha dengan pola relasi, bukan tidak mungkin usaha akan cepat berkembang dengan fluktuasi kemajuan yang pesat. Selanjutnya pengusaha dapat membuka cabang usaha pada berbagai wilayah lain di Indonesia dan akhirnya  dapat memperkerjakan tenaga kerja sehingga masalah pengangguran dapat sedikit teratasi.

Demikianlah manfaat yang dapat diperoleh pengusaha muda Indonesia apabila menerapkan pola relasi dalam menalankan usahanya. Dilihat dari banyaknya manfaat yang diperoleh, memungkinkan dapat menjadi salah satu solusi dalam segala permasalahan misalnya mengenai kuantitas pengangguran.

Dengan membentuk dan bergabung dalam Komunitas Wirausaha Muda, membuktikan adanya wujud representasi pemuda Indonesia dalam MEA menuju Indonesia yang lebih mandiri.

 

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed