by

Komitmen Pemerintah Bandung Rawat Persatuan Lewat Kampung Toleransi

Kabar Damai I Kamis, 24 Juni 2021

Bandung I Kabardamai.id I Kota Bandung tidak hanya menarik karena memiliki bangunan bersejarah seperti dan juga jalan-jalan ikonik yang kerap ditampilkan di film-film saja. Lebih dari itu, Bandung juga menyimpan berbagai keindahan dari tata kota dan juga masyarakat yang ramah. Selain itu, kerukunan masyarakat dalam aspek sosial dan beragama juga menjadi daya tarik tersendiri di Bumi Pasundan tersebut.

Kini, ikhtiar dalam semakin mempererat hubungan baik masyarakat Bandung khususnya dalam kehidupan beragama dan bertoleransi antar satu dan lainnya tengah menjadi perhatian pemerintah. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya kampung toleransi. Bahkan, jumlahnya sudah ada lima hingga saat ini.

Bandung memanglah kota yang heterogen. Apapun suku dan etnis, ras serta agama ada disana. Hal ini menjadikan Bandung sebagai representasi Indonesia, berbeda-beda namun tetap satu jua. Oleh karenanya, kampung toleransi pun dapat berjalan dengan baik hingga kini.

Beberapa kampung toleransi yang ada di Bandung antara lain yang berada di Jalan Ruhana RW 08 Kleurahan Paladang Kecamatan Lengkong, Jalan Luna Kelurahan Jamika Kecamatan Bojongloa  Kaler, Jalan Sasak Gantung Kelurahan Balon Gede Kecamatan Regol, Komplek Dian Permai RW 11 Kelurahan Babakan Kecamatan Babakan Ciparay dan yang kelima yang ada di Jalan Vihara RW 8, Kelurahan Kebon Jeruk Kecamatan Andir.

Dilansir dari humas.bandung.go.id menuliskan bahwa toleransi satu sama lain di kampung toleransi ditunjukkan melalui cara yang sederhana, melalui kehidupan bertetangga dalam kehidupan sehari-hari misalnya. Misalnya yang dilakukan di Kelurahan Jamika yang mana masyarakat yang ada disana senantiasa melakukan gotong royong dalam banyak hal.

Baca Juga: Presiden Soekarno, Warisan Pemikiran dan Islam Nusantara

Selain dalam kehidupan sosial masyarakat, dalam kehidupan beragama toleransi juga sangat erat dengan masyarakat yang ada disana. Hal ini dibuktikan dengan berdirinya tiga rumah ibadah secara berdampingan yaitu masjid, gereja dan juga vihara. Walaupun demikian, melalui komunikasi yang baik dan terjalin dengan intens membuat perpecahan dan perselisihan enggan terjadi.

Kolaborasi Masyarakat Membangun Kesadaran Bersama

Menjadi kota yang sangat heterogen membuat Bandung juga memiliki potensi besar dalam hal konflik dan juga perpecahan, hal ini juga sangat mungkin terjadi di kampung-kampung toleransi yang ada disana. Oleh karenanya, masyarakat membangun kesadaran dan bersama-sama berkolaborasi dalam merawat toleransi tersebut. Hal ini dilakukan dengan komitmen yang baik dan juga tinggi antar satu dan lainnya guna mencegah konflik terjadi.

Dalam rangka mencapai kesadaran akan pentingnya perdamaian dan toleransi tersebut. Masyarakat bersama dengan para pemuka agama, pemerintah dan juga Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) secara bersama-sama membangun pondasi yang kuat dalam upaya mencapainya.

Dukungan pemerintah dalam proses iniasiasi masyarakat menjalankan kampung toleransi di Bandung juga semakin memperlacar birokrasi elit tentang persatuan. Melalui adanya kampung toleransi diharapkan dapat membawa Bandung yang lebih damai.

Sumber: humas.bandung.go.id I ayobandung.com

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed