by

Kolaborasi AREBI dan ICRP Selenggarakan Doa Lintas Agama Untuk Bangsa

Kabar Damai I Sabtu, 14 Agustus 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Duka seiring dengan berjalannya dua tahun penyebaran pandemi Covid-19 di Indonesia kian hari kian terasa. Hal ini dibuktikan dengan tingginya kuantitas masyarakat dari berbagai latarbelakang dan juga usia yang terpapar. Tidak hanya menyebabkan sakit, hal ini diperparah dengan ribuan nyawa juga melayang dan semakin memperparah situasi yang ada.

Selain dalam sektor kesehatan, pandemi juga turut berdampak pada banyak aspek lainnya. Sosial masyarakat dan bahkan ekonomi kemudian terganggu dari adanya wabah ini. Hal ini juga turut dirasakan oleh AREBI, Asosiasi Property di Indonesia yang juga merasakan dampaknya.

Dua tahun terakhir, dunia property layu karena pandemi. Bahkan, fase naik dan turun dalam prospek penjualan juga tidak dapat lagi diprediksi. Hal ini membuat berbagai ikhtiar harus senantiasa dilakukan, satu diantaranya melalui terus memanjatkan doa kepada sang pencipta.

Sebagai refleksi dan merespon pandemic Covid-19 serta menjaga hati dan menciptakan ruang perjumpaan antar sesama, AREBI dan ICRP (Indonesian Conference on Religion and Peace) menyelenggarakan Doa Lintas Iman Untuk Bangsa. Dilaksanakan via virtual zoom, Jumat, (13/8), kegiatan ini diikuti oleh kelompok dan golongan dari berbagai latar belakang.

Wendah Sutomo, Pengurus ICRP menyambut baik kolaborasi yang dilakukan AREBI bersama dengan organisasinya. Ia juga mengapresiasi dan juga mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya kolaborasi tersebut.

“Kami dari ICRP mengucapkan banyak terima kasih atas kesempatan kerjasama dengan AREBI,” tuturnya.

Ia juga menambahkan dan sedikit memperkenalkan apa itu ICRP dalam sesi sambutannya tersebut.

“ICRP sebagai rumah kecil dari segala macam agama di Indonesia yang semua ada didalamnya, tidak terlepas dari enam agama saja. Apabila ada sesuatu yang terjadi, ICRP akan bersamai semua sehingga dapat menjalankan haknya. ICRP didirikan oleh presiden Gusdur dan menjadi berkah bagi dunia keberagaman di Indonesia.”

Ia juga membenarkan tentang besarnya kekuatan doa, melalui kegiatan doa bersama lintas agama tersebut ia yakini sebagai salah satu bentuk ikhtiar menaggulangi Covid.

“Kita sedang dalam masa susah pandem Covid-19 saat ini, salah satu cara penanggulanginya adalah dengan berdoa. Hari ini ada tujuh agama dan semoga pada kesempatan yang lain, ICRP akan menyelenggarakan doa bersama lagi dari semua lini sehingga pandemic Covid-19 segera berakhir,” harapnya.

Lukas Bong, Ketua Umum AREBI dalam sambutan pembukanya menyatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk respon dari pandemic Covid yang tengah terjadi. Lebih jauh, ia juga mengungkapkan bahwa Doa Lintas Iman Untuk Bangsa juga merupakan rangkaian acara dari kegiatan AREBI SUMMIT.  Melalui kegiatan tersebut pula, Lukas berharap dapat membawa AREBI keluar dari permasalahan karena pandemi.

Baca Juga: ICRP Gelar Doa Lintas Iman, Demi Wujudkan Solidaritas untuk Perdamaian di Tanah Papua (Bagian I)

“Kita harapkan doa hari ini selain ada doa untuk bangsa dan negara juga para anggota AREBI agar usahanya semakin sukses,” ungkapnya.

Acara dilanjutkan dengan berdoa bersama yang dipandu oleh perwakilan tokohnya masing-masing, diantaranya adalah U.P. Sutta Vijaya Henry Gunawan dari Budha, Siet Nie dari Konghucu, Pdt. Fernando Simanjuntak mewakili Kristen, Mukti Ali Qusyairi mewakili Islam, Suster Sesilia AODFJ – Katolik, Harkirtan Haur dari Sikh serta Ari Widhyasari mewakili Hindu.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed