by

Kisah Wanita Pekerja dalam Islam

 Oleh: Ning Nadia Abdurrahman

Dalam surah Al-Qasas, menceritakan disana terdapat dua perempuan yang memilih untuk keluar dari rumah mengairi atau memberi minum hewan-hewan ternak mereka. Kedua perempuan ditemukan oleh Nabi Musa A.S. Cerita itu diawali ketika Nabi Musa melerai dua orang dari dua kelompok. Dua orang ini berkelahi, lalu kemudian Nabi Musa memilih untuk membela salah satunya yang dari kelompok tersebut.

Dalam rangka membela, akhirnya Nabi Musa memukul salah satu dari kedua orang tersebut dengan satu pukulan saja dengan niat agar memberikan efek jera saja. Tetapi pada kenyataannya, orang tersebut bisa meninggal dunia.

Setelah itu tak lama orang yang berkelahi tadi tiba-tiba berkelahi lagi dengan seorang yang berbeda. Lalu, datang lagi Nabi Musa dan ingin melerai lagi dan keluarlah kalimat bahwa ‘apakah kamu akan membunuh orang ini, seperti halnya engkau membunuh orang yang kemarin?’.

Pertanyaan itu akhirnya membongkar bahwa Nabi Musa telah memukul orang meskipun hanya dengan satu pukulan, dengan tanpa sengaja. Lalu, ada orang yang memberitahukan bahwa pembesar mereka sedang mencari sosok bernama Nabi Musa.

Dalam rangka untuk menghindari para pembesar itu, akhirnya Nabi Musa berangkatlah keluar dari daerah tersebut dan hingga akhirnya beliau sampai di Negeri Madian di sebuah mata air dinegeri tersebut, beliau tiba-tiba melihat sekumpulan manusia sedang berbondong-bondong membawa hewan ternaknya untuk mengantri mengambil air untuk diminumkan pada hewan ternaknya masing-masing.

Setalah itu Nabi Musa melihat dibalik orang-orang tersebut ternyata ada dua orang perempuan yang sama-sama sedang mengantri. Tapi mereka sedang ketakutan karena didepan mereka sekelompok orang yang mereka adalah laki-laki sedang mengantri untuk mengambil air, secara nalar hewan tersebut ketika hewan melihat sumber air maka akan meronta untuk segera meminum air tersebut.

Baca Juga: Diskriminasi dan Intoleransi Perempuan Bercadar

Tapi kedua hewan tersebut mencegah hewan ternaknya agar tidak lari menuju mata air tersebut. Alasan keduanya, karena mereka tidak mampu menerobos antrian dari banyaknya laki-laki didepan yang mengantri.

Tapi Nabi Musa melihat itu, setalah itu Nabi Musa mendekat dan bertanya kepada kedua perempuan tersebut sedang apa mereka. Lalu mereka berdua berkata ‘kami tidak akan mampu untuk mengambil air tersebut sampai orang -orang didepan kami selesai dan pergi dari tempat tersebut’.

Setelah itu, kedua perempuan tersebut menyampaikan alasan mereka mengapa jauh-jauh mendatangi sumber air di Madian keluar dari rumah mereka dan bekerja untuk menggembala hewan ternak mereka dan mengambil air untuk diberikan kepada hewan ternak.

Mereka berkata ‘ayah kami sudah tua, ayah kami sudah renta’, dengan alasan tersebut mereka tidak mungkin menyuruh ayah mereka untuk keluar, menggembala, bekerja, mencari uang dan menerobos kaum yang sedang mengatri.

Itulah yang mendasari kedua perempuan tersebut memilih untuk berkarier, menyisihkan waktunya untuk bekerja menggantikan peran sebagai seorang yang mencari nafkah didalam keluarga menggantikan seorang ayahnya yang sudah tua renta.

Cerita tersebut bisa kita lihat didalam surah Al-Qasas. Dari sebuah ayat dijelaskan dengan jelas perempuan ketika keluar dari rumah dan memilih untuk mengambil karier sebagai bagian dirinya sendiri menggantikan peran orang tuanya yang sudah tua renta untuk mencari sedikit nafkah dengan menggembala hewan-hewan ternaknya dan mencari air diantara sumber air Madian adalah boleh, sebab jika Al-Quran tidak membolehkan itu maka Al-Quran tidak akan menuliskan cerita tersebut.

Jika perempuan tidak diperbolehkan keluar dari rumahnya, maka Nabi Musa akan berkata ‘pulanglah kalian dua perempuan!’. Sedangkan saat itu, Nabi Musa justru membantu kedua perempuan tersebut untuk membukakan sebuah batu agar menjadi mata air yang besar, yang mencukupi hewan-hewan ternak disekitarnya untuk diairi, agar dapat meminum dari sumber air tersebut.

Nabi Musa tidak memarahi kedua perempuan tersebut, Nabi Musa menolong kedua perempuan tersebut. Sebuah dalil yang sangat indah kisahnya bisa kita dapatkan dari Al-Quran sendiri, dari pedoman hidup kita bahwa perempuan boleh berkarier.

Namun, dalam cerita tersebut ada sebuah syarat perempuan yang keluar dari rumah tersebut dikarenakan ayahnya sudah tua renta. Sebab kita kembali lagi pada rumus awalnya kewajiban dalam menafkahi keluarga memang berada ditangan laki-laki sebagai ayah, sebagai suami.

Tapi ketika disana terdapat sebuah cerita atau sebuah alasan yang membuat perempuan akhirnya memilih untuk menggantikan peran tersebut, membantu peran tersebut maka boleh. Lakukanlah, niatkan sebagai dedikasi seorang perempuan kepada ayahnya, dedikasi seorang perempuan kepada suaminya.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed