by

Kisah di Balik Lagu-Lagu Kemerdekaan

Kabar Damai I Jumat, 20 Agustus 2021

Jakarta I kabardamai.id I “Tujuh belas agustus tahun empat lima, itulah hari kemerdekaan kita.” Siapa sih yang enggak tahu lagu karya Husein Mutahar ini. Nadanya penuh semangat dan tentunya menggugah rasa nasionalisme kita.

Selain lagu tersebut, banyak karya lainnya yang menjunjung tinggi nilai seni, utamanya musik dalam memperjuangkan kemerdekaan dan mengenang jasa para pahlawan bangsa. Sedari masih di bangku sekolah kita telah diajarkan banyak lagu wajib nasional. Karena itu musik-musik nasional sudah pasti enggak asing lagi di telinga freshreader semua. Namun apakah freshreader  masih ingat sejarah dari lagu-lagu itu tercipta?

Dulu setiap upacara hari senin di sekolah, lagu Indonesia Raya tidak pernah terlewat dikumandangkan. Lagu ini pertama kali diperkenalkan pada 28 Oktober 1928 oleh W.R Supratman. Beliau adalah komposer sekaligus wartawan yang memperjuangkan kemerdekaan bangsa dari penjajahan Belanda. Pada 1930 Indonesia Raya sempat menuai kecaman dari pihak Belanda karena khawatir dapat memicu semangat dan pemberontakan.

Lagu Hari Merdeka dibuat pada tahun 1946 oleh Husein Mutahar dengan dalih permintaan Soekarno saat ia masih menjabat sebagai ajudannya. Husein Mutahar merupakan komposer berbakat pada masanya. Selain itu, beliau juga merupakan tokoh Kepanduan Indonesia era 1945-1961 dan perancang pendirian Paskibra.

Yups, itu tadi terkait sejarah singkatnya pahlawan komponis bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan. Namun pasca merdeka, Indonesia terus melahirkan musisi-musisi yang semangat membangun jiwa nasionalis. Suaranya lantang dan relevan hingga sekarang masih di gandrungi kaula muda.

Baca Juga: Sayuti Melik, Tokoh di Balik Teks Proklamasi

Lagu kebangsaan Hari Merdeka pertama kali diperkenalkan oleh H. Mutahar pada tahun 1946. Lahir setahun setelah Indonesia menyatakan merdeka, lagu ini menjadi pengingat dan penyemangat bagi bangsa untuk terus menjaga kedaulatannya.

Hal itu tentunya menjadi perjuangan tersendiri. Pasalnya setelah Indonesia menyatakan merdeka, masih ada berbagai upaya untuk merebutnya kembali. Namun para pahlawan bangsa berhasil menjaga dengan segenap jiwa raga hingga saat ini.

Lagu Kebyar-Kebyar (1979) karya cipta Gombloh adalah lagu lawas yang masih hits hingga sekarang, tentunya kita tak asing lagi mendengar ”Indonesia merah darahku, putih tulangku bersatu dalam semangatmu”. Lagu Kebyar Kebyar masuk dalam daftar  150 Lagu Indonesia Terbaik versi Majalah Rolling Stone  Indonesia.

Selain Kebyar-Kebyar, lagu Bendera dari Coklat juga bertengger diposisi 37 dalam daftar tersebut. Lagu karya Eross Chandra yang dirilis pada tahun 2000 ini memiliki ransemen yang ciamik nan epic dan masih terus diperdengarkan hingga saat ini.

Tentunya musik banyak digandrungi berbagai kalangan. Jasa para komponis dan musisi yang mengambarkan ruh dari identitas, semangat dan harapan bangsa lewat suara menjadi barometer kita untuk terus mengingat sejarah bangsa, salah satunya melalui karya musik yang tak akan lekang dimakan yuswa. Dirgahayu Negriku yang ke-76.

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed