by

Kiai NU dan Keharmonisan Antarwarga di Singkawang

Kabar Damai | Selasa, 14 September 2021

Singkawang | kabardamai.id | Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie berharap kehadiran kiai dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU) dapat menambah kenyamanan dan keharmonisan di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Hal itu ia ungkapkan dalam kegiatan Teras Aswaja yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang NU (PCNU) Kota Singkawang di Aula Rumah Dinas Wali Kota pada Sabtu, 11 September 2021 malam.

“Harapan kita kehadiran pak kiai ini bisa menambah tali persaudaraan yang sudah terjalin dengan baik. Dan kemudian bisa menambahkan kenyamanan dan keharmonisan di Singkawang,” kata Chui Mie saat menyampaikan sambutan.

Menurut Chui Mie, melansir pontianakpost.co.id (13/9),  kegiatan Teras Aswaja; Istighosah dan Doa Bersama ini tak hanya mempererat silaturahmi. Tapi juga dapat meningkatkan wawasan kebangsaan.

Orang nomor satu di Kota Singkawang itu mengapresiasi kegiatan yang digelar PCNU. Belum genap sebulan dilantik pada Agustus lalu, PCNU mampu menghadirkan tokoh intelektual dari pusat di kota berjuluk Seibu Kuil ini.

“Apresiasi dan terima kasih pemerintah ucapkan kepada Pengurus NU Cabang Singkawang. Baru dilantik bulan Agustus, tapi pada hari ini sudah bisa mendatangkan pembicara dari pusat,” ujar Chui Mie.

Pada kegiatan sebelumnya, PCNU Kota Singkawang sempat menghadirkan KH. Ahmad Muwafiq (Gus Muwafiq), Direktur Aswaja Center PWNU Jatim KH. Ma’ruf Khozin, dan Pengasuh Pesantren Luhur Baitul Hikmah Malang Gus Ach. Dhofir Zuhry.

“Harapan kita kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan rutin. Saya sudah katakan, silakan gunakan rumah dinas ini. Bisa per dua minggu. Yang penting bisa menyesuaikan dengan kedinasan rumah dinas ini,” timpal Chui Mie.

Sebagaimana diketahui, Singkawang mendapat predikat kota tertoleran di Indonesia. Kata Chui Mie, semua ini tidak terlepas peran serta PCNU dan warga nahdliyyin.

Baca Juga: Strategi NU Ciptakan Perdamaian di Afghanistan

“Predikat kota tertoleran ini tidak terlepas dari sumbangsih warga NU Kota Singkawang,” tandasnya.

“Selama ini kita tahu bahwa NU bersama-sama dengan pemerintah, mulai dari pusat bahkan ke tingkat RT,” tutur Chui Mie.

Kegiatan Teras Aswaja menghadirkan Ketua Pengurus Pusat (PP) NU Care-LAZISNU KH. Muhammad Wahib. Sebagai pembicara Ngaji Kebangsaan, Muhammad Wahib memaparkan sejarah perjuangan dan peran NU terhadap bangsa Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Tanfidziyah PWNU Kalbar Hasyim Hadrawi, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Singkawang Edy Purwanto Achmad, Pengasuh Pondok Pesantren Ash-Shomadiyah Kiai Muhammad Yani, pengurus PCNU dan Badan Otonom (Banom) NU serta puluhan warga NU Kota Singkawang.

Kota Toleran Kedua 2020

Kota Singkawang berada di peringkat kedua sebagai kota tertoleransi se-Indonesia tahun 2020 dengan skor 6.450. Hal ini berdasarkan penilaian dari Setara Institute bekerjasama dengan Kementerian Dalam Negeri RI dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila.

“Dari 94 kota di Indonesia, Kota Singkawang berada di peringkat kedua dari 10 kota tertoleran,” kata Tjhai Chui Mie saat menerima penghargaan tersebut di Jakarta, Kamis, 25 Februari 2021 lalu.

“Dalam hal ini tentu dapat memberikan kita semangat hidup harmonis, saling hormat menghormati dan saling menjaga satu sama lainnya karena toleransi merupakan pengamalan Pancasila,” ungkapnya.

Pancasila adalah alat pemersatu bangsa. Maka dari itu, masyarakat Kota Singkawang patut berterima kasih dan memberikan apresiasi kepada Setara Institute yang mengadakan kegiatan ini.

“Yang mana tujuan utamanya adalah bisa menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya, dikutip dari infopublik.id.

Artinya, jika seluruh kabupaten/kota yang ada di Indonesia bisa melakukan hal yang sama yaitu setiap kepala dan perangkat daerahnya bisa melaksanakan kebijakan-kebijakan yang bisa mempersatukan daerahnya atau menjaga toleransinya maka manfaatnya adalah kerukunan dan keamanan.

“Saya yakin dan percaya dengan adanya kegiatan seperti ini karena memberikan motivasi maka Indonesia pasti maju,” tuturnya.

Dengan begitu, negara Indonesia akan menjadi negara yang kuat dibanding negara-negara lainnya khususnya Kota Singkawang.

Ia mengungkapkan, sebagai Kota Toleransi, dapat semakin memacu jajaran Pemerintah Kota Singkawang dan stakeholder lainnya untuk meningkatkan dan menjaga keharmonisan di Kota Singkawang.

“Mari kita jaga dan rawat Kota Singkawang sebagai Kota Toleransi se Indonesia,” ajaknya.

Sementara itu, kota lainnya yang ditetapkan sebagai kota toleransi tahun 2020 yaitu Kota Salatiga, Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Kupang, Kota Surabaya, Kota Ambon, Kota Kediri, Kota Sukabumi dan Kota Bekasi.

 

Prestasi Kota Singkawang

Selain menyabet sebagai Kota Toleran, kota ini juga menyabet berbagai prestasi lainnya. Kota ini juga  meraih penghargaan Ki Hajar Dewantara Award 2018 untuk bidang pendidikan berbasis teknologi Informasi serta Penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia selama dua tahun berturut-turut, yaitu 2016 dan 2017.

Ketua Tim Penggerak PKK (TP PKK) Kota Singkawang Juli Wahyuni Irwan mengungkapkan, TP PKK Kota Singkawang berhasil meraih berbagai juara pada Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK tingkat Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar)

HKG PKK tingkat Provinsi Kalbar tahun 2019 berlangsung di Kabupaten Sambas pada tanggal 1-3 Agustus 2019.

Di penghujung tahun 2020, Kota Singkawang mendapat kado istimewa dengan dianugerahinya sebagai kota sangat inovatif di Indonesia.

Penilaian yang dilakukan Kemendagri terhadap seluruh pemerintah daerah ini dilakukan untuk mengukur indeks inovasi daerah melalui dua aspek, yakni satuan pemerintahan daerah dan aspek satuan inovasi dengan parameter yang telah ditetapkan.

Dalam Inovatif-Inovative Government Award (IGA) tahun 2020 yang dihelat Kemendagri RI ini, Kota Singkawang mendapat predikat kota sangat inovatif bersama kota lainya seperti Kota Metro, Kota Bima, Kota Sawahlunto, Kota Cirebon, Kota Balikpapan dan Kota Mojokerto. [ ]

 

Editor: Ahmad Nurcholish

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed