by

Khonghucu dan Ajaran Lima Hubungan Kemasyarakatan

Oleh: Js Martin

Di dalam hidup bermasyarakat dengan latar belakang, adat istiadat, dan status sosial yang berbeda-beda, dibutuhkan toleransi dan sikap saling menghormati sesama. Ini penting agar dapat tercipta keharmonisan dalam masyarakat.

Sejak zaman dahulu, Agama Khonghucu mengajarkan tentang hubungan kemanusiaan untuk bersosialisasi dan bermasyarakat. Ajaran ini misalnya, dapat kita jumpai dalam Kitab Mengzi III A: 4 :8. Tersurat, bahwa ada lima wajib dalam lima hubungan kemanusiaan:

“Antara orangtua dan anak ada kasih, antara atasan dan bawahan ada kebenaran/keadilan/kewajiban, antara suami dan istri ada pembagian tugas, antara yang tua dan muda ada pengertian tentang kedudukan masing-masing dan antra kawan dan sahabat ada sifat dapat dipercaya.”

Ayat tersebut menjelaskan tentang hubungan antar manusia dalam bermasyarakat. Meski terdiri dari berbagai macam latar belakang adat mau pun status sosial, hubungan tersebut tetap tidak lepas dari lima kategori besar hubungan kemanusiaan dalam bermasyarakat. Hal itu bahkan sudah ada dan  diklasifikasikan semenjak ribuan tahun silam. Kategori besar itu disebut juga Lima hubungan/Lima jalan suci (Wu Lun).

Baca Juga: Kembali ke Sumpah Palapa

Pertama, hubungan antara orang tua dan anak, ada kasih. Di dalam suatu rumah tangga, ayah, ibu, dan anak adalah kesatuan komponen yang tidak dapat dipisahkan. Agar dapat senantiasa terjalin keharmonisan, maka diwajibkan bagi seorang ayah sebagai kepala keluarga dapat berperan sebagai pelindung dengan kewibawaannya yang memberikan rasa nyaman bagi keluarga. Ibu mengasihi dan merawat segenap anggota keluarga dengan penuh kasih dan sayang. Kondisi demikian dapat membuat anak berbakti kepada kedua orang tua.

Kedua, hubungan atasan dan bawahan, ada kebenaran/keadilan/kewajiban. Atasan yang baik harus memiliki sifat mengayomi kepada bawahannya serta selalu bisa berbuat bijaksana  dalam memperlakukan bawahannya. Seorang bawahan harus memiliki loyalitas kepada atasannya sebagai suatu rasa tanggung jawab bawahan terhadap atasannya.

Ketiga, hubungan suami dan istri, ada pembagian tugas. Suami berkewajiban mencari nafkah di luar untuk dapat memberikan pemeliharaan dan perawatan terhadap istri, anak, dan anggota keluarga. Istri bertugas membina keluarga di dalam rumah tangga dengan melaksanakan kewajiban seorang istri dengan segenap hati. Pada pelaksanaannya, kedua pihak bisa saling bertukar peran atau saling melengkapi satu sama lain hingga keharmonisan senantiasa terjaliin dalam rumah tangga.

Keempat, hubungan antara yang tua dan yang muda, ada pengertian tentang kedudukan masing- masing. Di antara yang tua dan yang muda ada urutan prioritas. Yang muda harus menghormati yang tua, dan yang tua harus mengasihi dan membimbing yang lebih muda.

Kelima, hubungan antara kawan dan sahabat, ada sifat dapat dipercaya. Dalam menjalin hubungan sesama teman, orang harus dapat dipercaya, berpegang teguh pada setiap janji yang diucapkan, dan tidak berpura-pura suka, percaya atau setia dan sebagainya tetapi sebenarnya dalam hatinya tidak menyukai (munafik) .

Kelima hubungan kemanusiaan dalam bermasyarakat ini merupakan prinsip atau pegangan kita di dalam bersosialisasi. Sehingga, dapat tercipta hidup yang harmonis.

Lima hubungan kemasyarakatan (Wu Lun) ini adalah jalan suci yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu. Kelimanya sudah teruji keberhasilannya dan tidak pernah tergerus oleh perkembangan jaman.

Mari bersama lestarikan ajaran luhur para bijaksana terdahulu dengan menerapkan di dalam kehidupan kita sehari-hari, demi masa depan yang dan kehidupan yang lebih baik. Shanzai

 

Js. Martin (Rohaniwan Khonghucu Makin Ternate Maluku Utara)

Sumber: kemenag.go.id/read/khonghucu-dan-ajaran-lima-hubungan-kemasyarakatan-wk7o9

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed