by

KH Hasyim Asy’ari Hilang dari Buku Sejarah, Kemendikbud Tuai Protes

Kabar Damai I Rabu, 21 April 2021

 

Jakarta I Kabardamai.id I Nama KH Hasyim Asy’ari tidak dimuat dalam kamus sejarah Indonesia Jilid I buatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Padahal, nama Abu Bakar Ba’asyir yang dianggap sebagai penyokong radikalisme dan ditahan negara, justru tercatat.

Pada bagian sampul Kamus Sejarah Jilid I memang menampilkan gambar KH Hasyim Asy’ari, tetapi tidak ada penjelasan mengenai kiprah perjuangannya dalam kamus tersebut.

Menanggapi hal itu, politikus Partai Gerindra tersebut meminta agar investigasi segera dibuat guna mengusut ‘hilangnya’ nama pendiri NU dari kamus sejarah tersebut.

Sejumlah pihak pun meminta Kemendikbud untuk menarik kamus Sejarah Indonesia Jilid I tersebut dari peredaran. Pihak-pihak tersebut memprotes hilangnya nama pahlawan nasional sekaligus pendiri NU tersebut.

Ketua Umum NU CIRCLE (Masyarakat Profesional Santri), R. Gatot Prio Utomo protes keras atas tindakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang menghilangkan tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syech Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I yang diterbitkan Kemdikbud.Atas hal itu, Nadiem Makarim diminta bertanggung jawab atas penghilangan jejak sejarah tersebut.

Baca Juga : Enam Garis Waktu Perjuangan Kemanusiaan dalam Film Gandhi

“Kami tersinggung dan kecewa atas terbitnya Kamus Sejarah Indonesia ini. Kamus itu memuat foto Hadratus Syech Hasyim Asy’ari tetapi tidak ada ‘entry’ nama beliau sehingga berpretensi menghilangkan nama dan rekam jejak sejarah ketokohanya. Kami meminta kamus itu direvisi dan ditarik dari peredaran,” ujar Gatot dalam siaran persnya, Minggu 18 April 2021.

Anggota DPR, Fadli Zon turut menyoroti hilangnya tokoh pendiri Nahdlatul Ulama (NU) yang hilang dari buku sejarah. Hal itu disampaikan fadli Zon melalui unggahan di akun media sosial pribadinya pada Selasa, 20 April 2021.

Dia juga mempertanyakan kenapa tokoh penting seperti KH Hasyim Asy’ari bisa ‘hilang’ dari Kamus Sejarah buatan Kemendikbud tersebut.

Padahal, KH Hasyim Asy’ari selaku pendiri NU tersebut juga merupakan seorang pencetus resolusi jihad.

Harus segera dibuat investigasi, kenapa tokoh penting KH Hasyim Asy’ari pencetus Resolusi Jihad bisa hilang, sementara yang komunis bisa ada,”  racau Fadli Zon, dari akun Twitter @fadlizon.

Ini masalah serius. Ada yang hendak membelokkan sejarah,” ujarnya.

Dia pun menilai hilangnya nama KH Hasyim Asy’ari dari kamus sejarah sebagai masalah yang serius, dan menuding ada pihak yang hendak membelokkan sejarah.

 

Kamus Sejarah Masih Naskah Tak Resmi

Dilansir dari tempo.co, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan merespon beredarnya protes dari sejumlah kalangan yang menuding Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menghilangkan jejak tokoh pendiri Nahdlatul Ulama Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari dalam Kamus Sejarah Indonesia Jilid I.

Direktur Jenderal  Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengatakan Kemendikbud tidak pernah menghilangkan jejak tokoh-tokoh pendiri bangsa, apalagi Hasyim Asy’ari. Bahkan, kata Hilmar, Museum Islam Indonesia Hasyim Asy’ari di Jombang didirikan oleh Kemendikbud. Kemudian, dalam rangka 109 tahun Kebangkitan Nasional, Kemendikbud menerbitkan buku KH. Hasyim Asy’ari: Pengabdian Seorang Kyai Untuk Negeri.

Hilmar menjelaskan, buku Kamus Sejarah Indonesia Jilid I tidak pernah diterbitkan secara resmi. “Dokumen tidak resmi yang sengaja diedarkan di masyarakat oleh kalangan tertentu merupakan salinan lunak (softcopy) naskah yang masih perlu penyempurnaan. Naskah tersebut tidak pernah kami cetak dan edarkan kepada masyarakat,” ujarnya lewat keterangan tertulis, Senin, 19 April 2021.

Lebih penting lagi, lanjut Hilmar, naskah buku tersebut disusun pada tahun 2017, sebelum periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim.

“Selama periode kepemimpinan Mendikbud Nadiem Anwar Makarim, kegiatan penyempurnaan belum dilakukan dan belum ada rencana penerbitan naskah tersebut,” tuturnya.

Keterlibatan publik menjadi faktor penting yang akan selalu dijaga oleh segenap unsur di lingkungan Kemendikbud.

“Saya ingin menegaskan sekali lagi bahwa tidak mungkin Kemendikbud mengesampingkan sejarah bangsa ini, apalagi para tokoh dan para penerusnya,” tutur Hilmar.

Kamus Sejarah Indonesia terdiri atas dua jilid. Jilid I Nation Formation (1900-1950) dan Jilid II Nation Building (1951-1998). Pada sampul Jilid I terpampang foto Hadratus Syech Hasyim Asy’ari.

Namun, secara alfabetis, pendiri NU itu justru tidak ditulis nama dan perannya dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed