by

Kewajiban Belajar dan Istiqomah Menuntut Ilmu

Kabar Damai I Rabu, 25 Agustus 2021

Kediri I Kabardamai.id I Menuntut ilmu menjadi kewajiban bagi setiap orang dimanapun dan kapanpun. Melalui hal ini, berbagai pembelajaran dalam kehidupan dapat diperoleh dan dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tidak memanfaatkan waktu dengan baik dalam rangka belajar adalah bentuk kerugian, oleh karenanya selagi terdapat kesempatan maka tentu akan sangat baik jika melaksanakannya.

Anjuran dalam menuntut ilmu tertuang dalam hadist Rasulullah. Misalnya saja sebuah hadist yang artinya ‘Belajarlah kamu semua, dan mengajarlah kamu semua dan hormatilah guru-gurumu, serta berlaku baiklah terhadap orang yang mengajarmu,” (HR Tabrani).

Selain itu ada pula hadist yang diriwayatkan Anas bin Malik yang artinya ‘Barang siapa keluar dalam rangka menuntut ilmu, maka dia berada di jalan Allah sampai ia kembali,”.

Dari kedua hadist diatas, kita semua dianjurkan untuk menuntut ilmu. Walaupun ilmu agama secara hakiki ilmu yang baik, namun itu saja tidak cukup karena juga harus disokong oleh pengetahuan yang lain pula agar syafaat atau segi kebermanfaatan semakin besar pula.

Seiring dengan terus berkembangnya waktu dan zaman, ilmu dapat didapatkan dimana saja. Tidak hanya didalam lingkup keluarga, sekolah formal namun juga pesantren. Kini, pesantren telah banyak yang menyajikan pembelajaran tidak hanya agama namun juga pengetahuan pendukung lainnya.

Walaupun telah banyak pesantren di Indonesia sebagai pusat pembelajaran, namun tantangan dalam rangka belajar disana bukanlah tanpa tantangan. Apalagi didukung dengan terus berkembangnya zaman saat ini sehingga banyak yang enggan untuk masuk didalamnya, atau adapula yang merasa tidak mampu dan tidak dapat mempertahankan istiqomahnya sehingga memilih untuk keluar.

Gus Reza Ahmad Zahid, Lc, MA, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Mahrusiyah Lirboyo, Kediri Jawa Timur memberikan wejangan kepada setiap santri, khususnya santri yang baru saja masuk ke pesantren agar dapat betah dan istiqomah dalam belajar ilmu dari sana.

Baca Juga: Saatnya Belajar dari China, Bukan dari AS!

Diawal pemaparannya, ia mengingatkan agar tidak kendor belajar di pesantren, dengan masuk kedalamnya berarti sama saja telah selangkah menang melawan hawa nafsu yang mengganggu.

“Jangan kendor dalam niat kalian mencari ilmu, para santri baru ketika memasuki gerbang pondok pesantren, kalian telah mengalahkan setan-setan yang akan menjegal kalian yang mana mereka menginginkan agar kalian tidak masuk ke dalam pondok pesantren,”

“Ketika kalian sudah ada di pondok pesantren maka kalian sudah mengalahkan setan-setan dan juga hawa nafsu yang akan menghalangi untuk mempelajari ilmu di pondok pesantren,” ungkapnya.

Ia juga menambahkan agar tetap berikhtiar dan beristiqomah ketika berada di pesantren. Karena menurutnya, pesantren adlah taman surga.

“Jangan kemudian kalian kalah ketika kalian sudah masuk pada garis finish, itu namanya naif sekali. Ketika kalian berada di pondok pesantren, masuk didalamnya kalian berada diantara satu tamannya Allah yaitu taman surga,” tambahnya.

Lebih jauh ia menuturkan bahwa belajar di pesantren adalah bentuk ibadah dan juga sekaligus mencari ilmu, sehingga kebermanfaatannya lebih besar.

“Ketika kalian berada di pondok pesantren. Semua yang kalian lakukan adalah belajar dan belajar itu adalah ibadah, bahkan ibadah yang sangat wajib,”.

“Yang kalian lakukan di pondok pesantren, mencari ilmu itu adalah ibadah. Maka jangan terus kalian merasa lengah, lebih-lebih kalian boyong keluar dari pondok pesantren padahal kalian sedang melaksanakan ibadah kepada Allah,” tuturnya.

“Istiqomah dalam belajar, istiqomah di pondok pesantren insya allah ilmu manfaat akan kita dapatkan.Ilmu yang diridhoi oleh guru-guru kita insya allah akan kita dapatkan,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed