Keterkaitan Agama dan Kesehatan Reproduksi

Kabar Utama354 Views

Kabar Damai | Selasa, 12 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Kesehatan reproduksi adalah satu aspek dalam hidup yang penting untuk dijaga agar tetap sehat. Ini menjadi kewajiban masing-masing individu, antar pasangan bahkan kontrol dari masyarakat.

Melalui kanal demokrasi id, Ahmad Nurcholish seorang aktivis keberagaman dan intelektual muslim mengungkapkan tentang bagaimana keterkaitan antara agama dan kesehatan reproduksi dalam proses kehidupan.

Diawal pemaparannya, ia menjelaskan dari latar sejarah yang ada di Polinesia. Ia menyatakan bahwa Polinesia adalah daerah di kepulauan Hawai, Amerika Serikat. Tahun 1778 datang sebuah kapal dengan tiga tiang yang besar yang dinahkodai oleh James Cook yang datang dengan puluhan pria ke Polinesia.

Polinesia adalah kepulauan kecil di Hawai Amerika Serikat yang sebagian besar dihuni oleh perempuan yang dimana pandai menari untuk mitos-mitos keagamaan.

James Cook sendiri adalah pria berkebangsaan Inggris, mereka datang ke pulau itu dan kemudian disambut dengan gembira oleh perempuan-perempuan tersebut.

Selanjutnya, pria-pria yang sudah terombang-ambing diombak lautan selama berbulan-bulan kemudian berinteraksi dengan para perempuan yang ada di Polinesia tersebut sehingga kemudian terjalin keakraban bahkan kemudian mereka melakukan hal-hal diluar batas.

Baca Juga: Dharma Santi Nasional Nyepi 2022, Aktualisasi Nilai Tat Twam Asi dalam Moderasi Beragama

Ini akan terjadi kemudian, sepuluh dua puluh tahun kedepan dari delapan ratus ribu penduduk Polinesia sehingga tinggal lima puluh ribu karena terjangkit penyakit dari dampak seksual tersebut.

Pelukis Paul Gauguin saat datang kesana tahun 1991 yang artinya adalah seratus tahun kemudian menyaksikan banyak penduduk di Polinesia akhirnya meninggal padahal mereka sudah hidup dalam rentang waktu yang cukup lama. Mereka tertular oleh penyakit tersebut tanpa tahu secara persis apa yang terjadi seratus tahun sebelumnya.

Inilah yang direkam oleh Steve Olson dalam bukunya Matinya Ras, bahwa Steve Olson mengungkapkan sebuah peradaban jika tidak dijaga maka yang terjadi adalah sesuatu yang sangat negatif.

Tetapi dalam buku itu nampaknya ada satu hal yang tidak dipotret oleh Steve bahwa ketidakhadiran agamawan atau penjaga moral sehingga apa yang terjadi di Polinesia itu adalag pergaulan bebas, seks bebas tidak lagi dianggap sebagai pelacuran sehingga penyakit seksual menular semakin menjangkit mereka.

Lebih jauh, menurut Ahmad Nurcholish oleh karena itu, kehadiran para agamawan sangat penting didalam masyarakat. Karena disitu mereka yang akan mengajarkan tentang betapa pentingnya untuk menjaga kesehatan reproduksi.

Ini tidak hanya menjadi tanggungan dari para perempuan atau pasangan suami istri tapi kehadiran agamawan justru sangat penting karena merekalah yang secara terus menerus mengingatkan kepada kita masyarakat betapa pentingnya menjaga kesehatan reproduksi.

“Menjaga kesehatan reproduksi sama pentingnya dalam dakwah itu sendiri, jika dakwah lebih dalam menjaga bagaimana menjaga tatanan kehidupan agar terus beradab maka menjaga kesehatan reproduksi sama pentingnya dengan menjaga sebuah peradaban,” paparnya.

Penulis: Rio Pratama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *