by

Kesetiaan

Om Swastyastu. Om Awiganam Astu Namo Sidam. Om Anobadrah Kratawo Yantu Wiswatah.

Umat sedharma  yang berbahagia. Angayubagia dan rasa syukur kita haturkan kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa. Karena Beliau, kita sampai saat ini diberikan kesehatan dan kebahagiaan. Mimbar Hindu pekan ini mengangkat tema ‘Kesetiaan’.

Umat Sedharma yang berbahagia. Dalam ajaran Hindu, kesetiaan merupakan bentuk dharma yang paling tinggi. Dalam kitab Slokantara 2.6 dijelaskan:

“Membuat telaga untuk umum itu lebih baik daripada menggali seratus sumur. Melakukan yadnya (korban suci) itu lebih tinggi mutunya daripada membuat seratus telaga. Mempunyai seorang putra itu lebih berguna daripada melakukan seratus yadnya. Dan menjadi manusia yang setia itu jauh lebih tinggi mutunya dan gunanya daripada mempunyai seratus putra.”

Umat sedharma yang berbahagia. Pesan dalam Slokantara menjelaskan tingginya nilai kesetiaan. Sehingga, sebagai manusia, kesetiaan merupakan perbuatan yang tinggi dan mencerminkan bagaimana tingkat sraddha dan bhakti seorang. Cerminan spiritualitas yang dimiliki setiap orang dapat dilihat dari sejauhmana tingkat kesetiaan orang itu.

Selain dalam Slokantara, ajaran tentang pentingnya kesetiaan juga ada dalam Upadesa, yaitu Panca Satya. Panca Satya merupakan ajaran lima kesetiaan yang harus dilaksanakan.

Baca Juga: Siap Menjadi Tanda Kehadiran Tuhan

1. Satya Wacana. Yaitu, kesetian dalam berkata-kata. Apapun yang diucapkan harus jujur dan benar. Contohnya, apapun yang diucapkan memang benar adanya, tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangi.

2. Satya Hredaya. Yaitu, kesetiaan terhadap kebenaran dan kejujuran kata hati. Apapun yang ada di hati itulah yang harus keluar dari mulut. Contoh: jika dalam hati menganggap itu benar, maka sepatutnya kita menuruti apa kata hati dan kebenaran itu.

3. Satya Laksana. Yaitu, sikap kesetiaan dan jujur pada perbuatan. Apa yang diperbuat harus dilakukan dengan penuh tanggung jawab. Segala risiko dan hasil dari perbuatan itu menjadi tanggung jawab si pelaku. Contoh, menerima dan bertanggung jawab setiap apa yang diperbuat.

4. Satya Mitra. Yaitu, kesetiaan dan jujur kepada teman. Bagaimanapun keadaan teman, baik dalam suka dan duka harus didampingi dan didukung. Contoh: selalu mendukung dan membantu teman, baik suka maupun duka.

5. Satya Samaya. Yaitu, kesetiaan dan jujur terhadap janji. Janji adalah hutang, dan perkataan adalah cerminan pribadi orang. Bagaimanapun kehidupan dan keadaannya, wajib untuk memenuhi janji dan mempertanggungjawabkan ucapan yang telah keluar. Contoh: menepati setiap janji dan ucapan.

Umat Sedharma yang berbahagia. Kitab suci Slokantara dan Panca Satya merupakan dasar mengapa kita harus menanamkan kesetiaan di dalam diri. Oleh karena itu, mari sebagai umat Hindu dalam kehidupan ini, tanamkan sikap kesetiaan pada apapun yang diperbuat yang menjadi kewajiban dan tanggung jawab kita.

Kesetiaan dapat membawa diri ini dalam kehidupan yang lebih baik. Tidak diragukan lagi, dengan kesetiaan manusia berada dalam jalan dharma tertinggi sehingga dapat menciptakan kehidupan yang harmonis serta meningkatkan kualitas diri.

Syukuri dan jaga apa yang telah dimiliki. Dengan demikian, kehidupan ini menjadi lebih bermakna dan selamat. Junjung tinggi dan tanamkan kesetiaan dalam diri kita. Demikian, semoga bermanfaat.

Semoga seluruh isi alam semesta ini berbahagia dan sejahtera. Damai, damai, damai selalu di mana pun dan kapan pun. Om Santi Santi Santi OM..

I Nyoman Santiawan (Pura Jagadnatha Banguntapan Daerah Istimewa Yogyakarta)

Sumber: kemenag.go.id/read/kesetiaan-doxnw

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed