by

Kerukunan Umat Beragama di Solo, Masjid dan Gereja Berdampingan

Kabar Damai I Jumat, 18 Juni 2021

Solo I Kabardamai I Solo menjadi kota yang banyak menyimpan hal menarik, tidak hanya karena peninggalan sejarah yang masih terjaga hingga saat ini namun juga masyarakat yang ramah hingga tata kota yang menarik untuk dikunjungi. Selain itu, yang tidak kalah menarik dari Solo ialah karena masih ada potret kerukunan umat beragama yang masih terus terjaga hingga kini.

Pada salah satu sudut kota, khususnya Jalan Gatot Subroto, Serangan Solo terdapat dua rumah ibadah yang berdiri beriringan dengan kokoh dan penuh toleransi. Bangunan rumah ibadah itu ialah Masjid Al Hikmah dan juga Gereja Kristen Jawa (GKJ) Joyodiningrat. Dua bangunan ini menjadi simbol kerukunan antar agama yang ada disana.

Baca Juga: Potret Toleransi di Ciputat, Satu Keluarga Muslim Tinggal di Lingkungan Gereja HKBP

Walaupun dibatasi oleh tembok setinggi dua meter, namun tampak jelas bahwa kedua bangunan tersebut menempel. Saking dekatnya, masing-masing dari penganut dua agama dapat saling mendengar prosesi ibadah satu sama lain.

Umat Islam selalu merayakan bulan ramadan setiap tahunnya, pada bulan ini semua orang biasanya akan berlomba-lomba semakin mendekatkan diri kepada pencipta dan lebih rutin pergi beribadah ke masjid guna beribadah, begitu pula dengan penganut kristiani yang beribadah sesuai waktu yang telah ditentukan. Biasanya, proses ibadah berjalan bersamaan satu sama lain namun karena sudah terbiasa sejak lama maka gesekan tidak pernah terjadi. Hal ini didasari atas kesadaran satu sama lain tentang toleransi dan perdamaian.

Koordinasi dan Saling Memahami

Dua rumah ibadah yang berada pada lokasi yang sama dan dengan jamaah dari masing-masing agama tentu bukan menjadi sebuah kondisi yang sepele. Jika tidak diantisipasi dan ditanggulangi sedari dini bukan tidak mungkin dapat menyebabkan konflik dikemudian hari. Hal ini membuat masing-masing pengurus dari rumah ibadah secara rutin melakukan koordinasi. Mereka kerap bertemu dan berbincang terlebih menjelang perayaan hari besar keagamaan agar tidak saling mengganggu satu sama lain.

Potret toleransi dua rumah ibadah ini juga turut ditampilkan dari hal kecil nan sederhana, yaitu dengan saling berbagi lahan parkir. Gereja memiliki lahan parkir yang lebih luas daripada masjid sehingga saat proses peribadahan berlangsung penganut ajaran muslim akan memarkirkan kendaraan di parkiran gereja. Begitu pula sebaliknya.

Mengelola kesadaran tentang pentingnya perdamaian antar umat beragama telah diterapkan di Solo. Masyarakat di Jalan Gatot Subroto secara berkelanjutan saling bahu membahu dan saling mendukung satu sama lain dalam kehidupan bermasyarakat dan beragama. Walaupun demikian, mereka tetap memahami batasan dan berkaitan dengan keyakinan tetap melakukan ibadah sesuai dengan kepercayaannya masing-masing.

Potret toleransi semacam ini merupakan hal vital yang harus selalu dijaga dan dilestarikan. Melalui hal-hal yang dilakukan, diharapkan dapat menciptakan sitasi yang aman dan terjaga tidak hanya hari ini namun juga diwaktu yang akan datang.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed