by

Kepala BNPT: OSIS SMA DKI Harus Implemetasikan Pancasila Lawan Radikalisme

Kabar Damai I Senin, 06 Desember 2021

Jakarta I kabardamai.id I Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen. Pol. Dr. Boy Rafli Amar, M.H., mengajak pengurus OSIS SMAN dan SMKN di Provinsi DKI untuk melawan paham intoleransi, radikalisme dan terorisme di lingkungan sekolah.

Organisasi Siswa Intra Sekolah atau OSIS digunakan sebagai wadah aktualisasi diri sekaligus implementasi nilai Pancasila di lingkungan sekolah. Dengan beragam aktivitas positifnya OSIS diharapkan mampu mengenalkan makna toleransi, gotong royong dan demokrasi bagi teman sebayanya sehingga ideologi transnasional yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa dapat ditangkal.

Kepala BNPT menjelaskan tren radikalisasi di dunia maya kepada anak muda jumlahnya banyak. Hal ini secara langsung membuat tingginya intoleransi dan radikalisme di kalangan pelajar dengan maraknya konten dan narasi provokatif yang dikemas dengan narasi agama tanpa mengindahkan nilai kebangsaan. Menyikapi hal tersebut, Boy Rafli menegaskan bahwa agama dan Pancasila adalah dua hal yang tidak dapat disamakan. Namun keduanya merupakan unsur penting yang harus berjalan beriringan.

Baca Juga: Kepala BNPT: Pancasila Vaksin Paling Ampuh Basmi Virus Radikalisme

“Agama adalah agama, Pancasila adalah Pancasila, agama mengatur hubungan dengan sang pencipta, dan ideologi Pancasila mengatur kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Kepala BNPT saat melakukan Sosialisasi Ideologi Pancasila Angkatan V Tahun 2021 bagi pengurus OSIS SMAN dan SMKN di Provinsi DKI Jakarta yang diselenggarakan secara daring pada hari Jumat (3/12).

Boy Rafli mengajak pengurus OSIS untuk melakukan bela negara. Bela negara yang dimaksud adalah mengamalkan Pancasila, menjaga karakter kebangsaan mulai dari di lingkungan sekolah.

“Siswa siswi ke depan akan tampil sebagai pemimpin bangsa yang harus paham dengan jati diri bangsanya, mengamalkan Pancasila merupakan bentuk bela negara kita kepada Indonesia,” tutupnya.

Agama merupakan tiang kehidupan sedangkan Pancasila adalah tuntunan berbangsa dan bernegara yang telah mempersatukan perbedaan.

Ideologi yang mengusung kekerasan ini menyebar sangat cepat karena kemajuan teknologi. Pemanfaatan ruang digital mempercepat proses radikalisasi dan mampu menjangkau pengguna internet di berbagai belahan dunia. Vaksin paling ampuh dalam mematikan virus tersebut adalah Pancasila yang sarat dengan makna toleransi dan solidaritas. Pengaplikasian nilai Pancasila dapat dilakukan dari lingkungan keluarga hingga tempat bekerja, yang artinya Pancasila dapat diamalkan di setiap lini kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. [BNPT/Kompas]

Editor: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed