by

Kemenag Bahas Penguatan Moderasi Beragama dalam Rakor Lintas K/L

Kabar Damai | Selasa, 9 Maret 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Kementerian Agama menyelenggarakan Rapat Koordinasi Sinergitas Program Kementerian dan Lembaga Tahun 2021. Rakor yang mengusung tema “Bersama dalam Sinergi Membangun Negeri” ini dibuka Sekjen Kemenag Nizar.

Melansir laman resmi Kementerian Agama RI Pusat, rakor dijadwalkan berlangsung tiga hari, 8-10 Maret 2021. Kegiatan ini diikuti perwakilan Kemenag, Kementerian PUPR, Kementerian PPA, Kementerian Kesehatan, dan BNN.

Salah satu agenda rakor membahas penguatan moderasi beragama. Menurutnya, penguatan moderasi beragama harus dilakukan secara berkesinambungan oleh kementerian dan lembaga.

“Moderasi agama adalah program nasional yang harus diselesaikan secara bersama,” jelas Nizar di Jakarta, Senin (8/3), kutip kemenag.go.id.

Untuk Itulah, lanjut Nizar, forum ini penting karena mengkoordinasikan program-program yang ada irisan-irisan dengan kementerian dan lembaga lain, termasuk penguatan moderasi beragama. Ini adalah bagian dari kerja bareng dalam rangka mengimplementasikan RPJMN 2020-2024.

Nizar menambahkan, pembangunan bangsa ini tidak mungkin dilakukan hanya satu pihak atau satu instansi pemerintah saja. Diperlukan sinergi dan koordinasi berbagai instansi, termasuk di dalamnya Kementerian Agama.

“Saya mengapresiasi pertemuan ini. Atas nama Sekjen Kemenag saya ucapkan terimakasih yang tak terhingga kepada kawan-kawan lintas kementerian yang berkenan hadir untuk rapat koordinasi ini. Tanpa kehadiran bapak, ibu semua, rapat akan menjadi pincang,” ujarnya.

Nizar berharap rakor ini menghasilkan output dan rumusan tentang bentuk koordinasi, kolaborasi dan sinergi yang lebih operasional sehingga pembangunan yang direncanakan lebih efektif dan efisien.

“Forum ini menjadi kekuatan yang luar biasa, dan kalau digerakkan bersama-sama menjadi kekuatan besar dalam membangun negeri ini,” imbuhnya.

Hadir dalam pembukaan, Kepala Biro Perencanaan Kemenag RI, Ali Rokhmad, serta Kabag Data Perencanaan dan Kerjasama dalam Negeri pada Biro Perencanaan Kemenag Ida Nur Qosim.

 

Digaungkan Sejak Menag Lukman Hakim Saefuddin

Moderasi beragama sudah digemakan oleh Kementerian Agama sejak dipimpin oleh Lukman Hakim Saefuddin.  Dalam sebuah kesempatan ia pernah meminta seluruh Perguruan Tinggi Islam di Indonesia menjadi garda terdepan untuk menjaga dan mengembangkan prinsip moderasi dalam beragama.

“Moderasi dalam beragama adalah suatu yang niscaya. Cara kita beragama berorientasi pada aktualisasi dari pemahaman Islam tetap bisa dijaga di jalur yang moderat, tidak berlebihan, tidak ekstrem,” kata Menteri Lukman saat meresmikan Gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga, Yogyakarta, Senin (4/3/2019), kutip yogya.inews.id.

Menurut Lukman, moderasi beragama perlu terus digaungkan mengingat fenomena disrupsi saat ini tidak hanya menyentuh aspek teknologi, melainkan telah merambah pada persoalan agama. Dengan adanya disrupsi agama, agama yang sejatinya hadir untuk menjaga harkat dan martabat kemanusiaan justru disalahgunakan untuk merendahkan sesama manusia.

“Tidak hanya melontarkan ucapan yang bertolak belakang dengan ajaran agama, tetapi diwujudkan dalam bentuk kekerasan atas nama agama serta merendahkan, bahkan meniadakan eksistensi sesama manusia. Ini terjadi di banyak belahan dunia,” terangnya.

Menag Lukman juga memaparkan, perguruan tinggi Islam juga harus mampu mengajarkan cara beragama dengan dilandasi rasa. Tanpa memiliki rasa, beragama menjadi sangat formalistik, kaku, cenderung fragmentatif, dan tidak memanusiakan manusia sehingga melenceng dari watak dasar agama itu sendiri.

“Maka sekali lagi saya meminta perguruan tinggi Islam bisa lebih proaktif merespons kenyataan seperti ini. Saya ingin titipkan bagaimana secara bersamaan kita mengembangkan rasa karena saya merasakan kita beragama tidak hanya kekurangan, namun kehilangan rasa,” tandasnya. [ ]

 

Penulis: A. Nicholas | Editor: –

Sumber: kemenag.go.id | yogya.inews.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed