by

Kebajikan Menyejukkan Hati Manusia

Oleh: Dq. Afat (Penyuluh Agama Khonghucu, Kep Natuna)

Manusia terlahir di dunia ini semua karena Firman Tian (tiān míng) melalui perantara Orang Tua manusia terlahir ke dunia ini. Firman yang diberikan oleh Tian berupa Watak Sejati (xìng) yang berisikan benih benih Kebajikan () yang terdiri dari Cinta Kasih (rén), Kebenaran (), Kesusilaan (), dan Kebijaksanaan (zhì).

Dari benih benih kebajikan melahirkan sikap dan perilaku baik dari dalam diri manusia yang dapat membuat kesejukkan hati manusia.
1. Cinta Kasih (rén), merupakan rasa hati berbelas-kasihan, saling membantu, berempati, dan bersimpati antar sesasma manusia.
2. Kebenaran (), merupakan rasa hati malu dan tidak suka.
3. Kesusilaan () merupakan rasa hormat yang meliputi sikap dalam bertingkah-laku dan mengindahkan, aturan hidup / tata-krama / Sopan santun.
4. Kebijaksanaan (zhì) merupakan rasa nurani untuk membedakan mana hal yang benar dan mana hal yang salah.

Tanpa disadari dari perilaku yang kita lakukan kepada sesama manusia itu lahir dari pada benih-benih Kebajikan (), Kebaikan yang dilakukan dan diterima itu dapat menciptakan kebahagiaan di dalam diri, kebahagiaan yang bersemayam di dalam diri dapat menyejukkan hati tiap manusia.

Ajaran Besar (Dà xué) Jilid X : 6, Dé zhě, běn yě; cái zhě, mò yě, “Kebajikan itulah Pokok dan kekayaan itulah yang ujung.”

Dari ayat suci tersebut tersirat makna yang dapat dipahami bahwa Kebajikan itulah hal yang pokok, pokok dalam berperilaku dan bersikap terhadap sesama manusia.

Sabda Suci (Lún yǔ) Jilid VII : 6, Zǐ yuē: Zhì yú dào. Nabi Bersabda, “Bercitalah menempuh Jalan Suci.” (SS.VII:8). Jù yú dé (“Berpangkallah pada Kebajikan”), Yī yú rén (“Bersandarlah pada Cinta Kasih”), dan Yóu yú yì (“Bersukalah di dalam Kesenian”).

Segala sikap, perilaku, dan ucapan manusia berlandaskan dan berpangkal pada Kebajikan. Kata pangkal memiliki arti dasar, jadi perilaku manusia yang tersirat dalam ayat suci diatas harus berdasar pada Kebajikan.

Baca Juga: Sikap terhadap Mukjizat

Ajaran Agama Khonghucu senantiasa memberikan bimbingan dan pengajaran kepada insan manusia didunia agar dapat berprilaku Benar sesuai Watak Sejati (xìng) dan Menempuh Jalan Suci.

Sabda Suci (Lún yǔ) Jilid XIV : 34. Huò yuē : “Yǐ dé bào yuàn, hé rú?, Ada orang yang bertanya. “Dengan Kebajikan membalas kejahatan. Bagaimanakah itu ? “ (LeeKi. XXIX : 12).

Zǐ yuē: “Hé yǐ bào dé?” Nabi bersabda, “Kalau demikian, dengan apa engkau dapat membalas Kebajikan?”

Yǐ dé bào dé.” “Balaslah kejahatan dengan kelurusan dan balaslah Kebajikan dengan Kebajikan.”

Sabda Nabi Kongzi di atas menyiratkan sebuah makna bahwa ketika insan manusia di dunia melakukan tindakan kejahatan dibalas dengan kelurusan maka di dunia ini akan terasa damai, tenteram, dan harmonis. Maka dari itu kesejukan akan bersemayam didalam hati manusia.

Tengah Sempurna (Zhōngyōng) Bab XVI : 2
Gù dà dé zhě bì děi qí wèi, bì děi qí lù, bì děi qí míng, bì děi qí shòu, gù tiān shēng zhī wù, bì yīn qí cái ér dǔ yān. “Maka seorang yang mempunyai Kebajikan Besar niscaya mendapat kedudukan, mendapat berkah, mendapat nama dan mendapat panjang usia.”

Dalam kehidupan di dunia, manusia tidak dituntut untuk selalu berbuat baik/bajik, sikap dan perilaku itu adalah pilihan tiap insan manusia. Dalam artian, memilih untuk berbuat baik/bajik atau berbuat menuruti ego yang pada akhirnya berbuah hal yang tidak baik.

Ayat di atas tersirat makna yang mendalam ketika manusia dapat berbuat bajik Tuhan (Tiān) senantiasanya memelihara kehidupan insan manusia. Kebajikan akan berbuah keberkahan yang tiada tandingannya, Keberkahan yang diterima ketika berbuat bajik maka Tuhan (Tiān) akan berikan kedudukan. Insan manusia mendapat nama, dalam artian Tuhan mengangkat derajat insan manusia dimaksudkan orang tersebut dikenal oleh khalayak banyak orang, dan mendapat panjang usia.

Sabda Suci (Lún yǔ) Jilid IV : 25, Zǐ yuē: “Dé bù gū, bì yǒu lín.” Nabi bersabda “Kebajikan tidak akan terpencil, ia pasti beroleh tetangga.”

Setiap kebajikan tidak akan pernah tidak terlihat. Segala hal Bajik yang telah dilakukan oleh insan manusia akan diingat selalu. Kebajikan itu sebuah karya nyata yang memberikan dampak baik ketika direalisasikan dalam kehidupan.

Shujing V. III:10. Dūn xìn míng yì. Tulus dapat dipercaya, cerah dalam kebenaran. Chóng dé gōng bào. Menjunjung tinggi Kebajikan, akan beroleh pahala.

Setiap apapun hal yang dilakukan dilandasi dengan kebajikan maka Tuhan (Tiān) senantiasa memberikan keberkahan dan beroleh pahala.

Terlepas dari Kehidupan di dunia ini, apabila insan manusia berperikebajikan dunia akan terasa damai, tenteram, hatipun terasa sejuk dan penuh kebahagiaan.

Dq. Afat (Penyuluh Agama Khonghucu, Kep Natuna)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

News Feed