by

KBNU Kepulauan Seribu Doakan Korona Berakhir, Warga Bangkit

Peringatan hari lahir NU ke-95 oleh Keluarga Besar Nahdlatul Ulama (KBNU) Kepulauan Seribu, Kamis sore (4/2) di halaman Masjid Nurul Huda diisi doa keselamatan bukan hanya warga NU tetapi juga warga Kepulauan Seribu dan bangsa Indonesia dalam menghadapi pandemi Korona-19. “Selain ikhtiar fisik, kita juga perlu ikhtiar spiritual agar kita selalu diberi kesehatan dan pandemi ini segera berakhir. Ini adalah tradisi dan kebiasaan yang selalu dilakukan para ulama kita,” terang Ustad Jihadi Abdul Rasyad usai acara (4/2).

Meski jumlah kasus terbilang sedikit dibanding lima wilayah lain di Jakarta, warga Pulau Seribu masih berjuang menekan angka sebaran Korona-19, termasuk beradaptasi dengan kebiasaan baru. Berdasarkan laporan di situs shttps://pulauseribu.jakarta.go.id/covid19/ per Jumat sampai dengan pukul 17.00 pasien sembuh sebanyak 7 orang, isolasi 17 orang, meninggal 1 orang. Warga pulau seribu juga masih berjuang mengatasi dampak ekonomi akibat pandemi. Sejumlah aktivitas wisata yang menjadi salah satu pendaoatan warga menyusut.

“Kerja sama antarwarga dan antarwarga dengan pemerintah harus terus ditingkatkan untuk melawan Korona-19, salah satunya dengan melaksanakan Protokol Kesehatan. NU memiliki kontribusi penting bukan hanya dalam soal keagamaan tapi juga bersama-sama mengatasi dampak Korona-19,” kata Hafsah, Lurah Pulau Tidung Kepulauan Seribu dalam sambutan.

Selain melalukan zikir dan doa, Harlah NU diisi dengan santunan kepada puluhan anak yatim. Santunan tersebut diberikan Bendahara Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kepulauan Seribu Ustad Bastian Muntako dan diakhiri dengan pemotongan tumpeng dan kue yang diberikan kepada tamu undangan dan anak anak-yatim. Ustad Bastian berharap, bantuan tersebut bermanfaat dan bisa mengurangi sedikit beban selama masa pandemi.
Harlah kali ini dihadiri keluarga besar komunitas NU. Selain PCNU, acara dihadiri Ustadzah Zakiah Ketua Muslimat NU Abdul Ghani; tokoh NU yang juga anggota KPU Kepulauan Seribu Ahmad Gojali, Ketua GP Anshor Faturrahman, anggota Fatayat, Ansor, IPNU, IPPNU dan Barisan Serbaguna (Banser) Anshor.

Menurut Faturrahman, salah satu pesan Harlah NU ke-95 ini adalah cara warga Nadhliyin mengingat perjuangan ulama NU dalam perjuangan mempertahankan NKRI serta terus komitmen dalam menyebarkan ahlussunnah waljamaah di Nusantara. “Seperti peran kiai dan pesantren, warga NU harus bermanfaat bagi umat dan bangsa ini, utamanya bagi warga Kepulauan Seribu,” tegasnya. []

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed