by

Kampanye Perdamaian Generasi Millenial di Era Digital

-Opini-45 views

Oleh : Jazirotul Zumani

Aksi perdamaian merupakan fenomena yang sering dijumpai baik dalam negeri sampai mancanegara. Beberapa bentuk aksi perdamaian juga berbeda, bahkan respon elemen masyarakat turut meramaikan aksi-aksi tersebut.

Namun kini aksi perdamaian tidak serta merta dilakukan di jalanan, gedung, lapangan dan sebagainya, tetapi dibungkus rapi melalui jalur digital. Sebagian orang memilih jalur media digital supaya isu yang dibawa dapat dilihat oleh seluruh masyarakat.

Berbicara mengenai aksi perdamaian, istilah yang relevan yakni kampanye perdamaian. Istilah kampanye memang cenderung pada aksi politik yang mana dinilai menggunakan cara-cara tidak sehat.

Namun di samping itu, satu hal yang harus diperhatikan adalah berperan memutus peperangan atau perpecahan. Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna kampanye adalah adalah gerakan (tindakan) serentak (untuk melawan, mengadakan aksi, dan sebagainya).

Baca Juga: Pentingnya Pendidikan Perdamaian Bagi Generasi Z dan Milenial Indonesia

Kampanye dapat dilakukan perorangan atau kelompok dengan membawa misi mencari solusi sebagai gagasan atas problem sekitar. Pelaksanaan kampanye tentu harus ada persiapan secara matang dan baik, sehingga ketika orasi dapat menarik respon yang baik pula. Persiapan tersebut harus diarahkan pada isu-isu yang layak diangkat kepada publik, salah satunya tentang perdamaian.

Istilah perdamaian tidak asing lagi di telinga masyarakat, sebab apapun isu sosial yang diangkat pasti memasukkan unsur perdamaian. Sementara makna perdamaian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penghentian permusuhan (perselisihan dan sebagainya); perihal damai (berdamai).

Banyak artikel dan tulisan-tulisan pendek yang diunggah ke laman media massa mengangkat tema perdamaian. Lalu dari perdamaian itu sendiri apakah berhasil memberikan perubahan sosial untuk tidak lagi menciptakan perselisihan?

Dengan begitu program kampanye perdamaian dapat mendorong masyarakat luas untuk berani bangkit dan memutus perselisihan terhadap sesama.

Perkembangan ilmu teknologi saat ini sebagai penunjang jalur digital bagi generasi milenial. Ditambah maraknya platform media sosial dengan tagar perdamaian oleh kalangan milenial.

Pada dasarnya kampanye perdamaian dapat diprogram melalui lini media massa, misalnya program webinar wawasan kebangsaan yang dapat diunggah di Youtube, live Instagram, Facebook, podcast, atau tampilan-tampilan di situs website lainnya.

Memilih media sosial sebagai wadah kampanye perdamaian tentu diharapkan menjadi jembatan komunikasi efektif dan terobosan baru bagi khalayak publik.

Di dunia Pendidikan, ajaran perdamaian telah ditanamkan sedini mungkin kepada generasi penerus bangsa, sehingga kelak dapat menciptakan role model perdamaian dunia.

Sementara itu generasi milenial juga harus cermat dalam menangkap fenomena isu perselisihan. Sebab isu perdamaian dapat memantik respon masyarakat luas mengingat istilah damai tidak mudah diutarakan oleh pihak manapun.

Sementara itu, ajaran perdamaian menurut agama sudah jelas termaktub dalam kitab suci masing-masing. Apapun agama yang diyakini pasti mengajarkan umatnya untuk senantiasa memperjuangkan perdamaian dan menolak peperangan atau konflik, sekaligus menegakkan rasa kemanusiaan dan solidaritas terhadap sesama.

Agama juga berperan besar terhadap topik perdamaian dunia. Salah satu cara agama memutus konflik adalah dialog antar agama. Walaupun perbedaan mendominasi, tetapi yang harusnya diambil adalah sisi pesan-pesan Tuhan kepada manusia untuk saling menghargai dan menghormati

Tujuan utama diselenggarakannya kampanye perdamaian tidak lain sebagai edukasi pembangunan yang fokus pada toleransi, pluralitas, dan hak asasi manusia untuk diperjuangkan.

Generasi milenial sebagai target dunia setidaknya dapat menanamkan benih-benih perdamaian dari aspek manapun, dengan bantuan media sosial sebagai jalur digital yang dapat dijangkau oleh seluruh kalangan.

Jazirotul Zumani, Mahasiswi Studi Agama-Agama UIN Sunan Ampel Surabaya

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed