Kalau Beda, Ya Jangan Marah Dong..

Opini89 Views

Oleh: Alisyah Salsabila

Pagi itu seperti pagi lainnya di bali. Matahari mulai mengintip malu-malu, udara sekitar masih segar dan belum terlalu hangat.

Ditambah lagi dengan nyanyian burung dan alarm alami di pagi hari yang pamornya tidak usah dipertanyakan lagi, yap benar ayam jago yang berkokok.

“kukuruyuuuk” suara yang menggema bersahut-sahutan tiap pagi sukses membangunkan penduduk untuk bersiap menjalankan aktivitas.

Beberapa orang akan menganggapnya sebagai instrumen alam yang merdu dan mengingatkan akan suasana homey di kampung halaman. Namun lain halnya dengan beberapa turis yang menginap di homestay dekat pemukiman warga Bali.

Turis yang ternyata culture shock dengan kokok ayam ini bahkan sampai kerja sama membuat petisi yang tidak tanggung-tanggung diajukan ke Kantor Camat Kuta Selatan, Kabupaten Badung, Bali.

Baca juga: Suicide dan Suicidal Thought Serta Respon Masyarakat Terhadapnya

Ya bagaimana tidak shock, jika dibandingkan dengan tempat asalnya yang diketahui tidak lain adalah Negeri Beruang Merah, Rusia, Indonesia jelas sangat berbeda.

Contoh kasus lain yang bisa dibilang serupa dengan kasus turis bali tersebut yakni penggemar K-pop internasional yang datang ke Indonesia untuk menonton konser idolanya. Fans tersebut banyak membagikan pengalamannya selama di Indonesia di akun media sosialnya.

Namun sayangnya yang menjadi sorotan disini adalah bagaimana dia menyinggung perbedaan fisik, cara berpakaian, bahkan juga agama yang dipercayai oleh beberapa penggemar lokal.

Penggemar internasional tersebut juga kurang bisa berbaur dan menghormati budaya penggemar lokal dalam menonton konser dan merasa sikapnya paling benar.

Persamaan dari kedua contoh kasus warga negara asing diatas adalah sikap mereka dalam menghadapi perbedaan kultur Ketika datang ke Indonesia. perbedaan pasti akan selalu ada dimanapun kita berada.

Terlebih lagi di tempat yang asing bagi kita. Oleh karena itu kita harus selalu mengingat dan menerapkan peribahasa “Dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.”

Peribahasa ini tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesia yang artinya adalah kita harus menghargai dan menghormati budaya tempat kita tinggal.

Sebagai manusia yang hidup di dunia yang beragam, terutama Ketika kita mendatangi daerah yang asing, riset sebelum berkunjung itu diperlukan loh..

Riset yang dimaksud disini bukan riset macam-macam kok. Riset yang dimaksud di sini yakni seperti mencari tahu budaya masyarakat sekitar, apa saja norma-norma yang berlaku di masyarakat sekitar.

Ya intinya sih seperti mempelajari do & don’ts Ketika kita berkunjung ke negara orang. Jangan sampai momen kita menjadi pelancong menjadi memori yang kurang mengenakkan hanya karena kesalahan kita sendiri yang kurang memahami adat dan perilaku masyarakat sekitar.

Sebagai contoh para turis yang telah menjadi contoh sebelumnya. Bisa dilihat mereka jelas kurang nyaman akan kunjungan mereka di Indonesia.

Disamping mungkin karena perbedaan kebiasaan dan budaya, namun sebagai turis tentu sikap saling hormat dan menghargai kepada warga lokal harus sangat dijunjung tinggi.

Terus kalau kita menemukan perbedaan yang tidak biasa bagi kita ya jelas kita harus memakluminya, bukannya marah-marah atau dissing di sosmed. Bagaimana menurut kalian?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *