by

Kader Muda Ormas Islam diharap Jadi Duta Moderasi Beragama

Kabar Damai | Sabtu, 20 Maret 2021

 

Jakarta | kabardamai.id | Dalam Kongres ke XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas berharap agar kader muda ormas Islam dapat menjadi Duta Moderasi Beragama.

Harapan ini disampaikan Menag saat memberikan sambutan dalam acara tersebut secara virtual Kamis (18/03/2021) sore dari kediaman Menag di Widya Chandra, Jakarta.

“Saya berharap kader muda PMII di seluruh Indonesia mampu berfungsi sebagai Duta Moderasi Beragama,” ungkap Menag, kutip kemenag.go.id (19/3).

Menurutnya, moderasi beragama meniscayakan umat beragama untuk tidak mengurung diri, tidak ekslusif.

“Moderasi beragama akan mendorong masing-masing umat Beragama untuk tidak bersifat ekstrim dan berlebihan dalam menyikapi keragaman, termasuk keragaman agama dan tafsir agama, melainkan selalu bersikap adil dan berimbang sehingga dapat hidup dalam sebuah kesepakatan bersama,” ujar Menag.

Laman resmi Kementerian Agama RI mewartakan, dalam kongres PMII yang mengusung tema “Organisasi Maju Untuk Peradaban Baru”, Gus Menteri, begitu ia biasa disapa, mengatakan bahwa ajaran untuk menjadi moderat bukanlah milik satu agama tertentu saja, melainkan ada dalam tradisi beragama, dan bahkan dalam peradaban dunia.

Prinsip adil dan berimbang sangat dijunjung tinggi oleh semua ajaran agama, tidak ada satu pun ajaran agama yang menganjurkan berbuat aniaya atau zalim atau mendoktrinkan ekstremisme yang tidak berimbang.

“Konsep wasathiyah Islam dianggap sebagai salah satu ciri dan esensi ajaran agama. Konsep ini sering diterjemahkan sebagai justly – balanced Islam ‘the middle path atau ‘the middle way’ Islam dan Islam sebagai mediating and balancing power  untuk memainkan peran mediasi dan pengimbang,” tutur Gus Menteri.

“Dengan demikian istilah Ummatan Wasathan sering juga disebut sebagai ‘a just people’ atau ‘a just community yaitu masyarakat atau komunitas yang menampilkan kriteria-kriteria seperti yang saya sebutkan tadi,” imbuhnya.

Selain menjadi duta moderasi beragama, menag juga berharap kader-kader muda PMII di seluruh Indonesia dapat menjadi  tempat menghimpun, mengkaji dan mendesiminasikan nilai-nilai Islam Rahmatan lil `alamin, sehingga dapat menjadi inspirasi dalam membangun dan mewujudkan Indonesia Maju.

Kongres ke XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di gelar di Gedung Kesenian Kota Balikapapan Kalimantan Timur yang di buka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada hari Rabu (17/03/2021) dan  dihadiri oleh Kader PMII dari seluruh Indonesia yang dipusatkan di enam zona yaitu Batam, Bekasi, Lombok Timur, Balikpapan, Samarinda dan Kendari.

Baca juga: SMPN 4 Glenmore Banyuwangi Dirikan Radio Komunitas untuk Pembelajaran Jarak Jauh

Presiden Harap PMII Jadi Navigasi Perubahan

Saat membuka secara virtual Kongres XX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tahun 2021 dari Istana Negara, Jakarta, pada Rabu 17 Maret 2021, Presiden Joko Widodo berharap agar PMII mampu menjadi navigasi perubahan yang akan terus tumbuh di tengah perubahan zaman dalam mengawal perjalanan bangsa, membela NKRI, Pancasila, UUD 1945, dan bhinneka tunggal ika.

“Kader-kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan, sekali lagi, kader-kader PMII harus bisa menjadi navigasi perubahan. PMII harus terus tumbuh dan berkembang menjadi organisasi kepemudaan yang inovatif dan adaptif, membuka diri dan adaptif terhadap hal-hal yang baru, buat kader-kader PMII, menguasai ilmu dan teknologi, itu sifatnya fardhu ‘ain, kewajiban setiap individu kader. Kenapa? Karena PMII merupakan laboratorium kepemimpinan generasi muda Islam yang akan ikut menentukan maju atau mundurnya Indonesia di masa depan,” ucap Jokowi, seperti tertulis dalam laman presidenri.go.id (17/3).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menyampaikan apresiasi bagi para kader PMII yang telah menunjukkan komitmen kebangsaan yang kuat, konsisten menyuarakan kepedulian dan keadilan terhadap sesama, serta merawat optimisme generasi muda dengan semangat keislaman dan keindonesiaan. [ ]

 

Penulis: A. Nicholas

Editor: –

Sumber: kemenag.go.id | presidenri.go.id

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed