by

Jovi Adhiguna dan Kenyamanan Atas Ekspresi Gendernya

-Kabar Puan-13 views

Kabar Damai I Minggu 03 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Menjadi diri sendiri dan menghidari kemunafikan menjadi hal yang penting bagi diri seseorang. Melalui hal tersebut, ketenangan dan penerimaan serta bentuk cinta terhadap diri sendiri dapat dilakukan.

Hal ini pula yang dilakukan oleh seorang content creator, Jovi Adiguna. Sosok inspiratif dan berprestasi serta dikenal banyak khalayak ini percaya diri dan mencintai dirinya sendiri yang androgini. Melalui platform BEBI Talk yang dipandu Dena Rachman, Jovi menceritakan tentang ekspresi gendernya tersebut.

Bagi Jovi, androgini adalah peran dalam tubuhnya yang kuantitas pembagiannya sama atau sejajar.

“Menurut aku androgin sebuah peran dalam tubuh aku yang feminim dan tetap maskulin, karena dalam diriku tidak pernah perempuan. Tapi sense fasion yang aku gunakan mix, aku pakai barang cewek dan cowok. Aku tidak merasa sepenuhnya cewek, seperti ini hanya untuk mengekspresikan diri seperti ini,” ungkapnya.

Sebagai seorang content creator Jovi mengungkapkan bahwa apa yang produksi dalam media sosial yang ia miliki ialah untuk mengajarkan tentang toleransi.

“Sebenarnya aku ingin menyatakan bahwa people of different, kamu tidak bisa menyamaratakan semua orang. Dari konten yang aku buat aku ingin mengajarkan tentang toleransi,” tambahnya.

Tidak mudah menjadi androgini terlebih di Indonesia, menurutnya salah satu moment tersulit ialah ketika hendak pergi ke kamar mandi atau toilet umum namun dengan penampilannya yang kerap mengenakan pakaian perempuan.

“Pengalaman yang memalukan bagi orang kaya aku adalah pengalaman ke kamar mandi. Jadi aku perlu hati yang lebih kuat untuk menghadapi semua itu,” tuturnya.

Baca Juga: Forum Kesetaraan Gender di Paris Bahas Penguatan Hak-hak Perempuan

Stigma tentang dirinya yang andorgini memang kerap ia dengarkan. Namun, ia terus berbesar hati dan menyatakan untuk melihat dirinya dari hal-hal baik yang ia lakukan.

“Aku bisa jadi contoh yang baik, jangan lihat dari fisik aku yang cowok kaya cewek. Tapi lihat dari prestasi aku. Jangan lihat aku dari agamamu, karena kalau semua dilihat dari agama itu salah. Liatlah dari hasil yang aku buat, contoh yang aku keluarkan, kebahagiaan yang aku kasih dengan tulus,” jelasnya.

Peran keluarga bagi Jovi dalam menerima dan memberikan pemikiran terbuka sangatlah besar. Hal ini turut menjadi alasan atas kenyamanannya sebagai androgini kini.

“Keluarga ku sangat terbuka sehingga membuat aku juga sangat terbuka. Dari kecil aku sering dapat kisi-kisi yang membantu aku sampai sekarang,” tambahnya.

Baginya, apapun kondisinya hal yang pentung dalam mencapai ketenangan dan kebahagiaan adalah dengan menerima diri sendiri.

“Yang terpenting adalah sayang dan menerima diri sendiri,” pungkasnya.

 

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed