by

Johanna: Mendulang Rupiah Tak Harus Mengorbankan Idealisme

-Kabar Puan-98 views

Kabar Damai | Sabtu, 17 April 2021

 

 Sorong – Papua Barat  I Kabardamai.id I Perempuan papua itu unik dan penuh dengan pesonanya membuat mereka kadang di abaikan karena orang yang datang salah mengartikan senyum mereka,  hari ini senyum itu di tebar dan nereka merasa keabaikan perempuan papua menjadi pintu masuk untuk menguasai pasar dan lahan tempat berjualan dan untuk melakukan segala aktivitas jual – beli.

Padahal tanpa disadari perempuan papua juga sebagai pelaku ekonomi pasar mulai tergusur oleh kebijakan, mulai di abaikan dan akhirnya punah tanpa di beri peluang dan waktuk untuk memulai usaha mereka yang baru.

Hal itu disampaikan oleh Johanna K.N Kamesrar Dosen STIE bukit Zaitun Sorong, melalui diskusi terbatas bertajuk “Perempuan Papua Antara Pasar dan Lahan” yang diselenggarakan oleh Sanggar Belajar Perempuan Papua (Klafun) pada  Kamis, 16 April 2021.

“Perempuan papua mempunyai Idealisme yang tinggi untuk berada di pasar tradisional bahkan pasar modern tetapi lahan itu telah di kapling oleh tengkulak,  oleh pembisnis dengan modal besar bahkan dengan mengabaikan idealisme mereka kepada pemodal agar dapat bertahan menjual hasil kebun mereka walaupun itu sedikit agar supaya lahan mereka yang sedikit ini tidak di ambil orang atau di jarah,” ujar Johanna dalam pemaparannya.

Perempuan Papua tidak mempunyai uang banyak atau modal usaha yang besar sehingga bisa dapat menguasai lahan pasar untuk melakukan Aktivitas pasar walaupun idealismenya cukup kuat dan tinggi.

 

Baca Juga : Perempuan Gereja Desak Pemerintah Sahkan RUU PKS

Menurut Johanna, Idealisme sering terbentuk dengan realitas. Idealisme tidak mungkin terwujud kalau realitas tidak mendukung oleh karena itulah Dunia memerlukan orang – orang yang bisa menyatuhkan idealisme dan realitas.ketika dua hal yang tanpaknya berbeda itu menyatu,  kita bisa menyebutnya “Mimpi Yang Menjadi Kenyataan.”

Johanna melanjutkan, “mendulang Rupiah tidak harus mengorbankan Idealisme. Contoh : saya berjualan sayur tapi tempat jualan saya jual untuk orang lain agar saya dapat uang terlihat disini idealismenya. Saya orang papua yang punya tempat jadi saya jual saja toh nanti saya dapat tempat yang baru padahal idealisme dan realitas tidak menyatuh alias sama.”

Kesimpulannya, idealisme seseorang bisa mendatangkan Rupiah, idealisme tidak bisa di jual demi rupiah, dan terakhir  idealisme dan Rupiah adalah dua hal yang berbeda tetapi apabila di satukan maka mimpi itu akan menjadi kenyataan.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed