by

Jejak Kerukunan Umat Beragama di Singkawang, Masjid Raya dan Vihara Tri Dharma Bumi Raya Berdiri Berdampingan

Kabar Damai I Sabtu, 12 Juni 2021

Singkawang I Kabardamai.id I Singkawang, kota yang dipimpin oleh Wali Kota perempuan Tionghoa pertama di Indonesia ini tidak hanya menyimpan keindahan alam dan ragam kuliner namun juga potret kerukunan masyarakat dalam aspek sosial dan juga beragama.

CNN Indonesia menuliskan mayoritas penduduk Singkawang adalah Tionghoa,  Dayak serta Melayu dengan agama Budha, Konghucu, Islam, Katolik, Protestan, Tao serta Hindu. Karena banyaknya penganut Budha serta tingginya kuantitas keturunan Tionghoa membuat kota ini disebut juga dengan Kota 1000 Kelenteng, disetiap sudut kota keberadaan kelenteng sangat mudah ditemukan.

Satu yang menarik dan telah ada dari dahulu ialah perayaan Cap Go’ Meh dengan pawai tatung yang melegenda hingga kini. Menariknya lagi, walaupun dikenal masyarakat luas sebagai kebudayaan Tionghoa, namun semua golongan masyarakat Singkawang bersama-sama akan terlibat dalam perayaannya. Pola kehidupan yang harmonis antar masyarakat di Singkawang mengantar kota ini menjadi kota paling toleran. Satu buktinya adalah melalui berdirinya Masjid Raya Singkawang dan Vihara Tri Dharma Bumi Raya.

Baca Juga: Puja Mandala, Inspirasi Toleransi dari Pulau Dewata

Menjadi ikon kota, Masjid Raya dan Vihara Tri Dharma Bumi Raya tidak hanya menarik karna corak bangunan dan arsitektur yang indah dan penuh ornamen khas dua agama masing-masing, namun juga karena letak bangunan yang sangat dekat, hanya sekitar 200 meter saja. Selain itu, dua bangunan yang menjadi symbol kerukunan umat beragama ini juga sudah ada sejak lama, Vihara Tri Dharma Bumi Raya dibangun sejak tahun 1878 dan Masjid Raya dibangun sejak tahun 1880.

Walaupun sudah berdiri sejak lama, pola kerukunan umat beragama tidaklah tergesek, kesadaran guna merawat kerukunan menjadi pola pikir masyarakat yang diimplementasikan melalui tindakan. Hal ini pula yang membuat Singkawang menjadi kota dengan predikat paling toleran di Indonesia yang menurut Setara Institute.

Kota Toleran

Pada tahun 2018, Kota Singkawang dinobatkan sebagai kota paling toleran di Indonesia. Predikat tersebut ditetapkan oleh Setara Institute dengan menilai 94 kota di Indonesia lainnya. Singkawang berhasil unggul dengan skor 6,513 dari skala penilaian 1-7. Hal ini menjadi bukti bahwa Singkawang telah berhasil mempraktikkan toleransi paling baik.

Hal yang membuat Singkawang ditetapkan sebagai Kota Toleran seperti dikutip dari voa Indonesia ialah karena memiliki regulasi yang kondusif bagi kehidupan bertoleransi baik dalam tahap perencanaan maupun pelaksanaan. Selain itu, praktik kasus yang berkaitan dengan KBB juga amatlah rendah.

Walaupun mengalami sedikit penurunan, pada tahun 2021 Singkawang juga kembali masuk pada 10 besar kota toleran di Indonesia, kali ini Singkawang menduduki peringkat ke dua dengan skor yang diperoleh senilai 6.450.

Masjid dan Vihara sejatinya hanyalah sebuah simbol, yang terpenting adalah kesadaran masyarakat dan pemerintah sebagai objek kehidupan yang ada disana. Melalui kesadaran yang ada, Singkawang menjadi kota yang selalu rukun dan bertoleransi sejak dulu, kini dan semoga hingga waktu yang akan datang.

Sumber: CNN Indonesia I voa Indonesia

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed