by

Jaringan Masyarakat Anti Kekerasan Mengutuk Tindak Kekerasan Terhadap Jemaat Ahmadiyah

Kabar Damai I Senin, 06 September 2021

Jakarta I kabardamai.id I  Pada 14 Agustus 2020, Masjid Balaigana Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Kecamatan Tempunak, Kabupaten Sintang disegel oleh Pemerintah Kabupateb Sintang. Setelah penyegelan, Jumat, 27 Agustus 2021 lalu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang membuat kebijakan berupa penghentian kegiatan/aktivitas Masjid JAI di Kabupaten Sintang.

Pelanggaran HAM terus berlanjut sampai 2 September 2021 dan puncaknya terjadi pada Jumat, 3 September 2021 dimana Masjid Balaigana didatangi sekelompok orang yang mengatasnamakan diri dari Aliansi Umat Islam. Sekelompok orang yang menggeruduk Masjid Balaigana tersebut merusak bangunan masjid dan beberapa bangunan di sekitar masjid.

Ratusan orang tersebut melakukan tindakan keji dan tidak manusiawi dengan menghancurkan bangunan masjid yang telah disegel serta beberapa bangunan di sekitar masjid. Ironinya aparat kepolisian dan TNI yang datang di lokasi membiarkan dan hanya menyaksikan perusakan masjid serta pembakaran gudang.

Baca Juga: Perusakan Masjid Ahmadiyah Mencoreng Kerukunan Umat di Indonesia

Dari kejadian tersebut, perempuan dan anak-anak anggota Jemaat Ahmadiyah saat ini terancam keamanan, keselamatan jiwanya dan dibayang-bayangi ketakutan.

Beberapa waktu lalu, Aliansi Umat Islam menolak keberadaan JAI dengan dalih MUI telah menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran sesat. Berulangkali fatwa tersebut dijadikan dalil oleh kelompok intoleran untuk mempersekusi dan melakukan kekerasan terhadap Jemaat Ahmadiyah yang ada di Indonesia.

Menurut kami, tindakan diskriminasi dan persekusi tersebut tidak bisa dibenarkan dengan alasan apapun, baik konstitusi ataupun aturan hukum yang ada. Peristiwa tidak manusiawi yang terjadi di Sintang ini justru mencederai amanat konstitusi UUD NRI 1945 dan UU No. 39 Tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, yang mana hak kebebasan beragama diakui dan dilindungi di dalamya.

Atas terjadinya peristiwa tersebut, dengan ini kami Jaringan Jaringan Masyarakat Semarang Anti Kekerasan (JAMASAN) menyatakan sikap:

  1.  Mengutuk keras perusakan masjid dan properti milik JAI tersebut. Tindakan yang dilakukan tersebut jelas melanggar hukum, Hak Asasi Manusia, dan melecehkan institusi penegakan hukum itu sendiri.
  2.  Sangat menyesalkan tindakan aparat Kepolisian yang membiarkan tindakan tersebut tanpa mampu mencegah secara maksimal. Hal tersebut menunjukkan kegagalan negara dalam melindungi dan menjamin keamanan dan keselamatan warganya. Dengan ini kami mendesak KAPOLRI untuk segera mencopot Kapolres dan Wakapolres dari jabatannya, serta memeriksa dan memberikan sanksi setiap aparat yang tidak melaksanakan kewajiban dan tugasnya dengan benar.
  3.  Mendesak aparat keamanan untuk menangkap para pelaku perusakan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku.
  4. Meminta Aparat Keamanan untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga JAI di Sintang dan memastikan semua warga JAI teritama perempuan dan anak-anak tidak mengalami kekerasan dalam bentuk apapun.
  5. Mendesak MUI Pusat mencabut fatwa tentang Ahmadiyah. Karena selama ini fatwa tersebut selalu dijadikan dasar tindak kekerasan terhadap Ahmadiyah di berbagai tempat.
  6. Mendesak Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri dan Kejaksaan Agung untuk mencabut SKB tahun 2008 tentang Ahmadiyah. Karena dalam implementasinya SKB tersebut selalu dianggap sebagai dasar pelarangan aktifitas Ahmadiyah terutama oleh Pemerintah Daerah.

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan.

 

Tertanda
Jaringan Masyarakat Semarang Anti Kekerasan (JAMASAN)

#LindungiAhmadiyahSintang
#KamiBersamaAhmadiyahSintang

Organisasi, lembaga, dan komunitas yang mendukung pernyataan sikap ini:
1. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Jawa Tengah
2. Generasi Muda FKUB Provinsi Jawa Tengah
3. Persaudaraan Lintas Agama (Pelita)
4. GUSDURian Semarang
5. GUSDURian Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
6. GUSDURian Universitas Negeri Semarang (Unnes)
7. Badan Eksekutif Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes)
8. Forum Mahasiswa Lintas Agama Universitas Negeri Semarang (Unnes)
9. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Semarang
10. Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma (KMHD) Universitas Negeri Semarang (Unnes)
11. Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Buddhis Indonesia (Hikmahbudhi) Cabang Semarang
12. Himpunan Mahasiswa Jurusan Studi Agama-Agama UIN Walisongo Semarang
13. Susteran Penyelenggaraan Ilahi
14. Hubungan Antar Agama dan Kepercayaan Kevikepan Semarang
15. Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Semarang
16. Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Semarang
17. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Justisia
18. Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Edukasi
19. Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Majapahit Semarang
20. Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Abdurrahman Wahid

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed