by

Itje Chodidjah: Jadilah Guru Yang Memerdekakan dan Memanusiakan

-Kabar Utama-139 views

Kabar Damai | Selasa, 04 Mei 2021

Jakarta I Kabardamai,id I Revolusi industri 4.0 ditandai dengan digitalisasi, globalisasi dan perubahan demografis yang mengubah banyak hal dalam kehidupan, budaya dan masyarakat. Revolusi dalam Pendidikan inilah yang kemudian melahirkan adanya education 4.0.

Salah satu perspektif yang perlu terus dikembangkan adalah bahwa dalam menghadapi globalisasi, transformasi dan Revolusi Industri 4.0 ini penting adanya upaya menggali kembali kekayaan khasanah pengetahuan yang berasal dari jati diri bangsa Indonesia.

Itje Chodidjah, pendidik independent memaparkan, “Salah satu tokoh pendidikan yang memiliki pemikiran dalam hal pendidikan adalah Ki Hadjar Dewantara. Dia mampu mendorong munculnya kaum intelektual berjiwa nasionalis dan mengantarkan bangsa pada kemerdekaan,” paparnya dalam diskusi spesial Hari Pendidikan Nasional, yang diadakan oleh Yayasan Cahaya Guru, Senin (3/5/2021).

 

Relevansi Pemikiran Ki Hajar Dewantara

Pemikiran dalam hal pendidikan dan kebudayaan Ki Hadjar Dewantara digagas pada zaman yang berbeda dengan era yang sedang berkembang saat ini, namun masih tetap relevan oleh dalam menghadapi era education 4.0.

Pendidikan dalam pandanganku adalah ikhtiar untuk mengajar manusia menjadi pribadi yang mandiri. Tidak bergantug kepada orang lain, baik secara lahir maupun batin – Ki Hajar Dewantara.

Menurut Itje, Itulah filosofi Ki Hajar Dewantara yang harus selalu guru jadikan acuan dalam mengajar.

“Mandiri secara batin artinya memerdekakan manusia dari aspek hidup batin antara lain otonomi berpikir dan mengambil keputusan, martabat, mentalitas demokratik,” terang Itje menguraikan makna dari filosofi Ki Hajar Dewantara.

Pernyataan ini menegaskan pendidikan akan menjadikan peserta didik agar lebih mandiri yang artinya tidak bergantung pada orang lain. Pendidikan sebagai sebuah usaha untuk mendidik individu supaya lebih bermanfaat. Begitu banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari pendidikan. Pendidikan menjadi hal yang wajib dilalui karena memiliki manfaat yang penting bagi kehidupan. Semua ini dilakukan karena mereka yang menjalani pendidikan akan berbeda dengan mereka yang tidak berpendidikan.

Baca Juga : Hardiknas 2021: Momentum Refleksikan Pendidikan Indonesia

Manfaat pendidikan terkait dengan kelangsungan hidup negara kedepannya. Pendidikan sebagai salah satu cara untuk mencapai generasi yang cerdas disetai akhlak mulia. Mereka yang berpendidikan akan mampu bekerja secara lebih baik sesuai dengan pengalaman dan ilmu yang diperoleh melalui pendidikan.

Pendidikan berperan dalam membantu seseorang untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkannya. Dengan kata lain, pendidikan sebagai suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan.

Guru Sebagai Media Pendidik

Itje lebih jauh menambhakan peran guru “Pentingnya pendidikan diiringi dengan peranan guru sebagai media pendidik. Guru memberikan ilmu sesuai dengan kemampuannya, memberikan bantuan dan dorongan serta tugas yang berkaitan dengan mendisiplinkan peserta didik agar memiliki tanggung jawab terhadap hal yang dilakukannya. Proses pembelajaran dari guru dapat diperkaya dengan berbagai media pembelajaran,” terangnya.

Itje menjelaskan lebih jauh, “Apabila media pembelajaran dapat difungsikan secara tepat, proses pembelajaran akan dapat berjalan efektif. Pembelajaran memanfaatkan lingkungan sebagai  media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, maka peserta didik akan memiliki pemahaman yang bagus tentang materi yang didapatkan.”

Media pembelajaran mendukung terhadap tujuan pembelajaran akan tercapai dengan efektif dan efisien. Variasi dalam pembelajaran dengan menjadikan lingkungan sebagai media belajar menyenangkan akan mendukung pelajaran yang tidak membosankan bahkan menjadikan belajar semakin efektif.

8 Kunci Kompetensi Industri 4.0

“Kompetensi kunci untuk Pendidikan dalam revolusi industry 4.0 adalah kreatifitas, kecerdasan wirausaha, penyelasaian masalah, solusi konflik, pengambilan keputusan, kemampuan menganalisis, kemampuan riset, dan efficiency orientation adalah kunci Pendidikan di era revolusi industry 4.0.” terang Itje, menerangkan apa saja kunci dalam Pendidikan masa digital kini.

Berdasarkan pandangan ITje, delapan kompetensi ini selalu sesuai dengan pemikiran dan filosofi Ki Hajar Dewantara. Selalu ada relevansi yang terhuubung dengan pemikiran luar biasa Ki  Hajar Dewantara.

“Karenanya kita semua dapat menjadi guru yang memerdekakan dan memanusiakan dengan mengacu pada pemikiran Ki Hajar Dewantara,” pungkas Itje menutup materi yang dia bawakan.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed