by

Isna Rahma Solihatin: Tidak Benar Seseorang Masuk Neraka Ditentukan dari Jenis Kelaminnya

Kabar Damai I Jumat, 09 Juli 2021

Jakarta I Kabardamai.id I Isna Rahma Solihatin, Lc, M.Pd memberikan pemaparan sekaligus klarifikasi serta bantahan  perihal banyaknya pernyataan diluar yang menyatakan bahwa mayoritas penghuni nereka adalah perempuan.

Pernyataan ini keluar karena peristiwa Isra Mi’raj Rasulullah yang diperlihatkan neraka oleh Allah kala itu.

“Tentu sudah asing dipendengaran kita tentang kebanyakan penghuni neraka adalah perempuan. Hadis ini adalah salah satu hadis tentang kegiatan Isra Mi’raj yang dilakukan oleh Rasulullah SWT ketika itu ketika beliau diperlihatkan neraka oleh Allah,”.

“Potongan hadisnya berbunyi ‘Aku diperlihatkan neraka dan kebanyakan penghuninya adalah perempuan-perempuan yang ingkar,” ungkapnya.

Baca Juga: Make Up Perempuan Dalam Berwudhu

Menurutnya, hadirnya hadis tersebut tentu karena ada sebab dan akibatnya. Adapun alasan mengapa begitu banyak perempuan masuk neraka kala itu karena perempuan-perempuan tersebut telah ingkar dan juga sombong.

“Syaikh Al-Munawi dalam kitab Faidul Qodir mengatakan bahwasanya perempuan-perempuan yang ingkar yang disebutkan dalam hadis tersebut adalah mereka yang ingkar terhadap pemberian suaminya dan juga sering melaknat suaminya. Padahal pemberiannya adalah baik dan juga suaminya pun orang yang baik. Itulah konteks diturunkannya hadis ini,” tambahnya.

Isna membenarkan, melalui adanya hadis tersebut kemudian kerap dijadikan dogma kepada para perempuan hingga kini.

“Tidak sedikit dari kalangan lawan jenis ataupun dari kalangan perempuan sendiri yang menjadikan hadis ini sebagai dalil ataupun landasan untuk menyudutkan perempuan, menyudutkan apapun yang dilakukan perempuan, menakut-nakuti dengan hadis ini seolah-olah jika perempuan sedikit saja melakukan kesalahan maka akan dimasukkan kedalam neraka,” jelasnya.

Menurutnya pula, hal tersebut benar-benar salah kaprah. “Sehingga tidak sedikit pula atau banyak yang saling menghakimi tentang apa saja yang dilakukan perempuan,”.

“Itulah yang salah kaprah, karena bisa jadi apabila suaminya yang kemudian menolak pemberian dari isteri padahal isterinya itu baik, pemberiannya juga baik dan dia ditolak oleh suaminya bisa jadi suami yang juga ikut masuk neraka,” tambahnya lagi.

Ia juga menegaskan, bahwa masuk neraka tidaklah dilihat dari jenis kelaminnya. Melainkan dari sifat dan sikapnya.

“Tidak benar jika seseorang masuk neraka ditentukan dari jenis kelaminnya. Melainkan dari sifatnya atau sikapnya. Sikap tidak menerima pemberian padahal itu baik itu adalah salah satu sifat sombong, sifat setan,”.

“Bisa jadi inilah sifat utamanya, karena dalam Al-Quran juga dijelaskan bahwanya siapa saja yang mengikuti sifat setan maka akan masuk neraka dari pintu-pintu yang sudah disediakan,” tuturnya.

Perihal neraka, ada beberapa pintu yang dapat menjadi jalan masuknya. Kriterianya juga masing-masing, oleh karenanya perihal permasalahan ini Isna berpesan agar siapapun dapat berbuat baik.

“Atsa’labi dalam tafsirnya menyatakan ada tujuh pintu neraka yang sudah disiapkan bagi golongan-golongan tertentu. Salah satunya adalah pemimpin yang dzalim, kemudian orang-orang yang fanatik, orang-orang yang sombong dan masih banyak lainnya,”.

“Sehingga alangkah baiknya jika kita baik laki-laki maupun perempuan, isteri ataupun suami tetap melaksanakan yang terbaik sebisa mungkin,”.

Terakhir, ia kembali menegaskan bahwa siapapun berpotensi masuk neraka. Baik itu laki-laki dan atau perempuan. Masuk neraka tidak dilihat dari jenis kelamin melainkan sifat dan sikapnya.

“Perlu diingat kembali bahwasanya salah satu kriteria dimasukkannya seseorang ke dalam neraka bukan karena jenis kelaminnya melainkan sikap atau sifatnya,” pungkasnya.

Penulis: Rio Pratama

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed