by

Islam Sontoloyo: Intipati Pemikiran Kritis Soekarno

Kabar Damai I Jumat, 30 April 2021

Judul Buku             :  Islam Sontoloyo “Pikiran-Pikiran Sekitar Pembaruan Pemikiran Islam”

Penulis                    : Ir. Soekarno

Penerbit                   : SEGA ARSY

Cetakan                   : Keempat, Januari 2015

Jumlah halaman      : 206 halaman

ISBN                       : 9786028635205

 

Soekarno memang lebih sering dikenal sebagai politikus, presiden pertama RI, tokoh pergerakan, proklamator, dan masih banyak gelar lain yang disandangnya. Namun, banyak yang tidak mengira atau tidak tahu, bilamana Soekarno menjadi bagian dari pembaharuan pemikiran islam Indonesia.

Pikiran kritis Soekarno tentang pembaharuan pemikiran islam,  sangat berharga bagi perkembangan pemikiran islam di Indonesia, dan pikiran-pikiran itu terkandung didalam buku Islam Sontoloyo.

Islam sontoloyo dan tulisan-tulisan lainya yang terkumpul dalam buku ini, menjadi bukti tentang kritisnya Soekarno terhadap pemikiran islam dimasa itu yang dianggapnya kolot, fanatisme buta, sempit dan mundur. Pemikiran Bung Karno tentang Islam yang bisa dianggap ekstrem pada masa itu berhasil menggemparkan dunia keislaman Indonesia.

Kegemparan itu, bahkan telah menimbulkan polemik dengan tokoh-tokoh Islam yang lain. Salah-satunya dengan Mohammad Natsir yang berlangsung sepanjang tahun 1930-1935. Polemik tersebut hingga kini diakui memiliki kualitas yang menakjubkan dan nyaris belum ada tandingannya dalam sejarah polemik pemikiran islam di Indonesia.

Baca Juga : Memahami Akar dan Meredakan Permasalahan Islamofobia di Dunia

Buku ini tidak hanya mengkritik pemikiran islam yang kolot dimasa itu, tapi pula mengkritik para pembacanya sepanjang masa, khususnya bagi mereka yang beragama islam. Membaca tulisan-tulisan lama yang tidak ketinggalan zaman ini bisa membuat kita resah berkepanjangan.

Bagaimana tidak!  Dalam tulisan ini, Bung Karno seperti mengajak kita untuk mencoba memikirkan keislaman kita sendiri, jangan-jangan keislaman kita hanya sebatas KTP saja, tidak maju, fanatisme buta, berfikir tidak ilmiah dan sempit, sampai-sampai malas mencari kebenaran.

Dalam buku setebal 206 halaman ini, kita benar-benar dibawa untuk menyelami pemikiran keislaman Bung Karno yang moderat dan kritis. Salah-satu pembahasan yang menarik dalam buku ini adalah tentang tabir bagi perempuan yang Bung Karno anggap sebagai lambang perbudakan terhadap perempuan. Hal ini pula yang membuat bung karno bersitegang dengan muhammadiyah.

Ada pula Bab dengan judul “islam sontoloyo” yang mengkritik bagaimana masyarakat kita terpaku hanya kepada fiqih, dan kadangkala memanfaatkan fiqih hanya untuk kepentingan pribadi dalam memuaskan syahwat belaka. dari situ pula bung karno menyebut orang-orang semacam ini sebagai orang yang mau main kucing-kucingan dengan tuhan dan berusaha mengelabui mata tuhan.

Memang secara keseluruhan buku ini minim kekurangan. tapi, alangkah baiknya bila ada footnote yang berisi tentang penjelasan arti dari kalimat-kalimat berbahasa Belanda yang cukup banyak dalam buku ini, karena tidak semua pembaca memahami Bahasa Belanda dengan baik. Selain itu, masih terdapat beberapa salah ketik dalam buku ini. Untungnya, masih dapat dipahami oleh pembaca secara sekilas.

Namun, kekurangan dalam buku ini, tidak lantas membuatnya kehilangan bobot dan kelayakan untuk dibaca. Tulisan-tulisan yang tekandung didalamnya, dapat memberi perspektif keislaman baru yang lebih segar dan humanis, apalagi saat ini permasalah tentang pemikiran islam kolot dan kuno masih menyebar luas.

Jadi, dapat dikatakan bukanlah sebuah tindakan yang buang-buang waktu ketika kita membaca buku ini, akan tetapi malah menjadi pilihan tepat dalam menambah pengetahuan kita tentang islam dan segala hal yang ada didalamnya.

 

Penulis: Ai Siti Rahayu

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed