by

Islam Sebagai Agama Kemanusiaan

Kabar Damai | Minggu, 24 April 2022

Jakarta I Kabardamai.id I Hadirnya agama ialah untuk menjadi jalan penuntun manusia agar senantiasa berbuat kebaikan. Oleh karenanya, semua agama juga tentu kemudian akan mengajarkan kebaikan, tidak peduli apapun agamanya.

Islam menjadi satu diantaranya. Oleh karenanya, Islam diyakini dapat menjadi jalan agar manusia terus berada dijalur yang benar dan bahkan karenanya menyebabkan penganutnya juga sangat banyak secara kuantitas.

Hal tentang Islam dan kaitannya dengan  agama yang lekat dengan kemanusiaan diungkapkan oleh Ahmad Nurcholish, seorang akademisi dan aktivis perdamaian dalam kanal Demokrasi id.

Ia bercerita, suatu ketika ia ditanyai oleh seorang mahasiswa dari Fakultas Kedokteran salah satu kampus yang sedang menyelesaikan tugas akhirnya. Ia bertanya tentang sebuah keluhannya mengingat salah satu dosen yang mengajarnya pernah menyampaikan sebuah fatwa bahwa dilarang untuk mendonorkan darah untuk non muslim.

Darisana, ia merasa terkejut dan berfikir tentang keterkaitan darah dan agama, ia berfikir apakah darah memiliki agama. Karenanya, ia kemudian mengaitkannya dengan hal kemanusiaan dari permasalahan tersebut.

Ia menuturkan, jika berhubungan dengan kemanusiaan, Islam sungguh telah mengaturnya. Bahkan, Islam juga mengatur banyak hal mulai dari bangun tidur hingga kemudian tidur kembali diatur semuanya dalam Islam.

Baca Juga: Menjadi Islam yang Inklusif

Lebih jauh, ia menambahkan ada hal menarik yang disampaikan oleh Imam Al-Nawawi dalam kitabnya yang membagi ajaran menjadi dua.

‘Pertama ialah untuk mengagungkan Allah, dan kedua ialah untuk peduli pada sesama,” ungkapnya.

Oleh karenanya, ia menuturkan Al-quran dalam beberapa ayat menyebutkan ketika ada perintah ibadah maka akan selalu diiringi perintah untuk beramal. Misalnya dirikanlah solat dan tunaikan zakat.

Hal ini menunjukkan bahwa sebagai manusia harus menunjukkan dua hal sekaligus yaitu mengabdi pada Tuhan yang Esa dan kemudian mengimplementasikan pengabdian tersebut bagi sesama.

Oleh karenanya, ia menambahkan bahwa Nabi Muhammad juga diutus bukanlah untuk mencela melainkan untuk memberikan rahmad bagi seluruh manusia.

“Dengan demikian Islam sebuah agama yang senantiasa mengajarkan kemanusiaan,” tambahnya.

Darisana, akan tumbuh rasa kepedulian sosial sehingga akan tumbuh pula menjadi manusia yang peduli pada sesama.

Penulis: Rio Pratama

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed